Azwar Anas Undurkan Diri Calon Wakil Gubernur Jawa Timur

0
207

Jakarta, namalonews.com- PDI Perjuangan sudah mengimbau bahwa semua pasangan calon (paslon) yang diusung di Pilkada Serentak 2018 harus mewaspadai kampanye hitam.

Himbauan tersebut keluar setelah ramainya kasus dari calon wakil gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas yang menyatakan diri untuk mundur dari kancah pertarungan Pilkada Jawa Timur 2018. Kemudian setelah beredarnya beberapa foto mirip dirinya memegang paha mulus seorang wanita.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam  keterangan secara tertulis yang diterima pada hari  Sabtu (6/1/2018), di Jakarta menyatakan bahwa “Mereka kemudian yang telah kami pilih sebagai paslon untuk tetap bisa teguh pada jalan kepemimpinan untuk rakyat. Waspadailah adanya kampanye hitam yang dilakukan melalui rekayasa dengan pelanggaran moral, isu korupsi, dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya ini,” ujarnya.

Menurut Hasto bahwa upaya terkait dengan peredaran foto tersebut memang sengaja dilakukan sebagai kampanye hitam oleh beberapa pihak tertentu, alasannya tidak lain hanya untuk mematahkan di tengah jalan benih-benih generasi muda yang memiliki rasa kepemimpinan sangat baik.

Apa yang melanda Anas melakukan ini tak lain adalah dari kader PDIP tidak membuat partai besutan Megawati Soekarnoputri itu merasa goyah. Sebaliknya dari Hasto,PDIP sendiri tetap merasa kokoh dan memberikan dukungan moral kepada Bupati Banyuwangi yang sebelumnya akan mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai cawagub di Pilkada Jatim 2018.

“Kami sendiri akan memberikan dukungan sepenuhnya bahwa yang namanya Abdullah Azwar Anas yakni hanya sebuah korban dari politik yang liberal itu,” jelas Hasto tegas.

Tidak hanya demikian dari PDIP sendiri pun kut memutuskan bahwa akan tetap mendampingi dan mendukung Anas dalam melawan segala upaya yang mencoba menzaliminya walaupun dari Anas telah mundur dari kontestasi Pilkada di Jatim.

“Partai yang menginstruksikan dari jajaran untuk memberikan dukungan terhadap Bung Azwar Anas, maka dalam upaya untuk menegakkan kebenaran di atas kebenaran tersebut. Karena kami sudah percaya, bahwa siapapun yang akan menghalalkan segala cara tidak akan menang. Mereka semua akan dikalahkan oleh kekuatan rakyat itu sendiri,” jelas Hasto meneruskan.

PDIP sendiri bisa menilai bahwa sosok Azwar Anas sebagai sosok yang memiliki kepemimpinan yang sangat baik dan merakyat, sehingga tidak mudah percaya begitu saja dengan foto-foto yang beredar tersebut.

“Kita bisa bisa melihat sendiri bahwa prestasi Bung Azwar Anas di Banyuwangi, terbukti di Kabupaten yang dulu tidak diperhitungkan, sekarang berubah dengan cepat. Rakyatnya pun dapat hidup lebih baik. Kami melihat dari dalam keseharian Bung Anas orangnya baik, jujur. Dia orang yang mencoba menolak berbagai macam suap demi kekuasaan untuk rakyat tersebut,” ujar Hasto menerangkan.

Berangkat dari adanya kasus tersebut maka Azwar Anas, PDIP bisa kembali mengingatkan tema sentral yang diangkat dalam pilkada 2018 yakni menjalankan politik secara beradab, kemudian yang menentang politik hitam yakni dari pihak manapun yang menggunakan baik secara segala cara untuk meraih kekuasaan.

Hasto sendiri juga menyatakan bahwa dari partainya yang mengajak seluruh masyarakat untuk bisa berjuang bersama mewujudkan watak politik yang berkeadaban.

Azwar Anas Bupati Banyuwangi   ini tiba-tiba mengembalikan mandat dari penugasan sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur ke PDIP dan PKB.

Dalam Pilkada Jatim ini sedianya Anas akan mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Namun ada pengumuman pengembalian mandat tersebut, yang tertulis bahwa beliau dalam sebuah surat yang beliau tujukan kepada para kiai, tokoh masyarakat dan wartawan.

Dalam suratnya menyatakan bahwa Anas mengaku sudah merenungkan secara mendalam keputusannya untuk mundur dari dari Pilkada Jatim. Dalam surat itulah maka Anas mengaku ada pihak yang ingin mengorbankan kehormatan dirinya dan keluarga, dari rakyat Banyuwangi dan para ulama apabila dia tetap maju di Pilkada Jawa Timur.

Namun kendati demikian maka Anas tidak ingin menjelaskan terkait dengan kaitan antara kehormatan dan pencalonannya sebagai cawagub Jatim.

“akan tetapi ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, terdapat pihak-pihak yang menggunakan berbagai cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, dari rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta ada pula para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya,” ungkap Anas dalam suratnya yang beredar pada hari Sabtu, 6 Januari 2018.

Tidak mau apabila dari kehormatan keluarga dan para ulama ini dirongrong, Anas pun memilih untuk mundur dari pencalonannya sebagai wakil gubernur Jatim.

“Untuk itu, demi memberikan tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memilih untuk memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai,” ungkap Anas.

Berikut tersebut sudah lengkap dengan beberapa penjelasan mundurnya Azwar Anas sebagai cawagub Jatim.

Adanya sebuah foto yang memperlihatkan Azwar Anas dan paha mulus viral tersebut terasuk dalam foto yang tersebar di kalangan awak media melalui pesan berantai WhatsApp. Redaksi dari JawaPos.com pun sudah mendapatkan dua foto yang salah satunya menampakkan pria tanpa celana. Di tangan kirinya tampak sedang memegang sebuah power bank. Latar dari foto tersebut diduga di sebuah kamar.

Kemudian dari foto kedua, tampak pria yang mirip dengan Azwar Anas itu sedang berada di dalam mobil dengan menggunakan kaus berwarna biru tua. Kemudian di dalam mobil tersebut pun terlihat ada sebuah kaki yang sedang menumpangkan kakinya ke perut pria di foto itu.

Azwar Anas bisa menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Ada pula beberapa upaya untuk melakukan pembunuhan karakter, termasuk dari teror yang kerap diterima Anas dan keluarganya.

“Jadi terkait dengan apa yang jadi desus-desus tersebut maka, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah pernah saya terima sejak tahun kedua menjabat, ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan tetentu, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan  lain sebagainya. Bahkan, saya sendiri yang dilaporkan bisa melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut,” penjelasan Anas kepada JawaPos.com.

”Bahkan saya sendiri juga dikirimi oleh macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya dalam mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Namun, kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak,”  Anas menambahkan.

Anas menandaskan bahwa membangun daerah memang bukan suatu hal yang mudah. Dan pasti akan ada banyak tantangan.

“namun karena dukungan penuh dari masyarakat, maka kemudian terbukti banyak perubahan di Banyuwangi. Ya inilah yang saya anggap sebagai risiko lah, apapun yang datang menghadang untuk kebaikan banyak orang seperti program Rantang Kasih yang memberi makanan bergizi tiap hari ke lansia, dari program uang saku tiap hari bagi pelajar miskin dan sebagainya, ya itu merupakan sesuatu yang sudah biasa kita hadapi jika ada yang menyerang terkait momen politik,” papar Anas meneruskan kembali.

Beberapa program ekonomi kerakyatan yang berhasil untuk meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi yakni dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen.

Angka kemiskinan pun dapat menurun secara drastis menjadi 8,79 persen pada 2016, jauh lebih rendah apa bila dibandingkan dengan rata-rata Provinsi Jatim yang tembus dua digit.

Produk Domestik Regional Bruto pun mulai naik 104 persen dari Rp32,46 triliun menjadi Rp 66,34 triliun. Banyuwangi juga akan terus menjadi daerah dengan inflasi terendah se-Jatim.

“Kita kan juga sudah punya Mall Pelayanan Publik yang bisa mengintegrasikan dari ratusan izin dan dokumen di satu tempat yang transparan, tanpa pungli,” ungkap Azwar Anas.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here