Cagub Djarot Ikut Andil dalam Polemik E-KTP di Medan Polonia

0
211

Jakarta, namalonews.com- Calon Gubernur Sumatera Utara yakni Djarot Saiful Hidayat memberikan pesan secara langsung khusus kepada kader-kader Taruna Merah Putih (TMP).

Menurut dari beberapa yakni para kader TMP ini pun baru bisa selesai dalam mengikuti Public Speaking dan Pembekalan yakni berupa Door To Door Campaig sebagai Pemenangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Sumatera Utara.

“Kader TMP maka tidak hanya cukup sampai di sini secara seremonial akan tapi pasti turun ke lapangan, sampaikanlah dengan cara yang sopan pula yakni dengan cara yang santun,” ungkap Djarot, seperti yang dikutip oleh Antara, pada Selasa (12/6/2018).

Beliau pun demikian yang meminta agar dari para kader TMP bisa untuk menyampaikan visi dan misi dari Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) secara baik.

“Ketuklah pintu hati mereka dan usahakan Jangan bentak, jangan menampakkan muka cemberut apalagi dengan sungut-sungut. Sampaikanlah bahwa Djoss punya 3 Kartu Sakti, Sumut Pintar, Sumut Sehat, dan Sumut Sejahtera,” ungkap Djarot Saiful Hidayat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meminta untuk para kader TMP bisa memenangkan hati warga Sumut dengan cara-cara yang baik.

Akan Tetapi Djarot pun berkata bahwa terdapat pihak yang mengintimidasi dan melakukan tindakan-tindakan di luar batas hukum, sehingga dari mereka pun harus berada di depan untuk melakukan perlawanan.

“Kita tidak merasa takut dengan intimidasi. Djoss memang datanng untuk hadir dengan maksud yakni menebar kebaikan, mengayomi seluruh warga di Sumut. Dengan alasan niat kita baik, maka jangan ragu untuk melangkah dan berjuang,” tegas Djarot.

Terkait dengan polemik Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) yang di miliknya, maka calon gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 ini pun ikut mendatangi Kantor Lurah Madras Hulu, yang berada di Kecamatan Medan Polonia.

Seperti yang sudah dipertayangkan oleh Fokus Indosiar pada Selasa, 12 juni 2018 kemarin  bahwa beliau yang didampingi oleh sejumlah relawan Djarot Saiful Hidayat mendatangi Kantor Lurah Madras Hulu.

Kepada lurah atau kepala desa beserta camat setempat, Djarot melakukan klarifikasi tentang polemik e-KTP miliknya. Djarot menegaskan kembali terkait pindah domisili, beliau sudah dilakukan dan sudah sesuai prosedur yang tidak menyalahi aturan.

Djarot mengungkapkan sendiri bahwa telah melapor ke lingkungan di mana beliau tinggal saat ini di Jalan Kartini. Prosedur lainnya yakni melalui perubahan database e-KTP dengan antar Disdukcapil dari tempat yang lama ke tempat yang baru.

“Sesuai dengan ketentuan, maka saya menyampaikan fotokopi KK, KTP kepada camat dan lurah,” ungkap Djarot Saiful Hidayat.

Djarot Saiful Hidayat sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara ini dengan serius untuk memimpin Sumut. Beliau sendiri  sudah menyerahkan salinan data kepada keluarga setelah kepindahannya ke Kelurahan Madras Hulu, yang ada di Kecamatan Medan Polonia, Sumut.

Data keluarga tersebut yang diserahkan Djarot kepada Kantor Kelurahan Madras Hulu di Jalan Cik Di Tiro, Medan yang disaksikan oleh Camat Medan Polonia Agha Novrian.

Setelah beliau melakukan penyerahan salinan data keluarga tersebut maka Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) ini miliknya keluar pertama kali di Kota Blitar.

Kendati demikian, Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat dalam e-KTP milik pasangan calon wakil gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus ini yang berbeda dengan NIK di Sumut.

Menurut beliau bahwa alasan utamanya karena telah mendapatkan NIK di Kota Blitar, Djarot Saiful Hidayat ini tidak boleh menggantinya, nomor tersebut bersifat tunggal.

“walaupun diganti, hal itu salah karena NIK berlaku secara nasional,” ungkap Djarot yang dilansir oleh Antara, pada hari Senin (10/6/2018).

Djarot Saiful Hidayat menyatakan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada pihak Kecamatan di Medan Polonia dan di Kelurahan Madras Hulu sebab yang bersedia untuk menerima penyerahan beberapa data keluarga tersebut.

Camat Medan Polonia sendiri yakni Agha Novrian mengatakan bahwa setelah ditelusuri lebih mendalam ternyata pihaknya tidak menemukan adanya kesalahan dalam pengurusan KTP-e yang milik Djarot Saiful Hidayat.

Hal tersebut sudah disampaikan karena Djarot secara langsung untuk mengurusnya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Menurut Agha, sebab sudah tidak menerima secara langsung bahwa berkas perpindahan oleh penduduk Djarot, maka pihaknya bisa menjelaskan dari kondisi maka sebenarnya ketika ditanya pada kalangan media.

“Hanya dengan itu saja maka ada upaya yang saya sampaikan ke media bahwa ternyata secara langsung ke Disdukcapil. sehingga, tidak ada kesalahan dalam prosedur untuk pengurusannya,” ungkap Agha.

Dalam penyerahan beberapa berkas tersebut maka Djarot Saiful Hidayat dengan sendirinya  menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga dan KTP ke Lurah Madras Hulu.

Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang milik oleh Calon Gubernur Sumatera Utara dengan nomor urut dua yakni Djarot Syaiful Hidayat yang belakangan ini memancing secara kontrovesi. Penerbitannya yakni yang cepat bisa memunculkan banyak dugaan di balik e-KTP tersebut sehingga termasuk dalam pertanyaan terkait dengan keasliannya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang ikut dalam membela Djarot. Menurutnya e-KTP demikian yakni secara langsung untuk diberikan kepada Wali Kota Medan.

“Itu pun yang memberikan saja yakni dari Pak Wali Kota,” ungkapnya dari Hasto, di Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat pada Selasa (12/6/2018).

Hasto sendiri tidak ingin ambil pusing apabila e-KTP itu sengaja ‘digoreng’ oleh lawan politiknya. Menurut beliau bahwa itu merupakan sebuah isu yang hanya akan membuat mantan Wali Kota Blitar tersebut akan semakin terkenal.

“Bahwa ada pula yang menggoreng hal ini akan membuat Pak Djarot akan semakin terkenal, bahkan semakin bisa mengambil hati rakyat dan beliau menunjukkan totalitasnya di Sumatera Utara,” ungkapannya.

Diketahui bahwa calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut dua ini atas nama Djarot Saiful Hidayat memberikan saran bahwa ada  salinan data keluarga setelah kepindahannya ke Kelurahan Madras Hulu di Kecamatan Medan Polonia pada Senin (11 Juni 2018). Data keluarga inilah yang diserahkan oleh Djarot Saiful Hidayat ke Kantor Kelurahan Madras Hulu di Jalan Cik Di Tiro Medan. Penyerahan data ini disaksikan secara langsung Camat Medan Polonia Agha Novrian.

Dengan menjawab hal ini maka polemik yang berkembang di publik mengenai cepatnya pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) Djatot di Medan. Banyak hal berupa informasi menuding pada Ditjen Dukcapil menerbitkan e-KTP palsu atas nama Djarot.

Djarot Saiful Hidayat ini sudah pindah ke domisili ke Medan Polonia. Beliau memboyong kepada keluarganya ke provinsi yang tempatnya berkontestasi sebagai kepala daerah disana.

Langkah ini serupa dan pernah dilakukan oleh Jokowi di Pilgub DKI 2012. Bahkan Jokowi sendiri pindah dari Solo ke Jakarta.

Pengamat Politik ddari Universitas Sumatera Utara oleh Dadang Darmawan ini menilai kepindahan Djarot yang harus dilihat sebagai bentuk keseriusannya untuk mengabdi bagi masyarakat Sumatera Utara.

“Artinya dengan tegas dia (Djarot) sudah sangat serius ingin bekerja untuk Sumut. Dan ini tentunya, juga akan menutup celah yang selama ini sudah menyebut dia sebagai sebagai orang luar,” ungkap Dadang di Medan, pada hari Senin (11/6/2018).

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here