Dukungan dan Upaya Gus Ipul-Puti Guntur bisa Terpilih

0
155

Jakarta, namalonews.com- Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya mengungkapkan bahwa dirinya bersedia untuk  turun gunung demi memenangkan pasangan calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti Guntur). Salah satu alasan yang melatarbelakanginya yakni paslon nomor urut 2 itu mengadopsi dua program pemberdayaan masyarakat di Surabaya untuk dikembangkan di Jawa Timur.

Risma saat bertemu ratusan warga Wonokusumo Kidul, Kota Surabaya pada Rabu malam, 13 Juni 2018 menyatakan bahwa “Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yakni dari program handalan pemberdayaan ekonomi selama ini di Surabaya,” katanya.

Risma sangat berharap jika Gus Ipul-Puti Guntur menang dalam pilgub Jatim, program tersebut maka dapat diterapkan di pemerintah provinsi Jawa Timur. “Itu yang bisa membuktikan jika Gus Ipul-Puti sosok pemimpin yang mau mendengar dan berkomitmen terhadap ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

Selain hal tersebut, menurut Risma bahwa pasangan Gus Ipul-Puti berkomitmen akan menggratiskan biaya pendidikan di SMA/SMK dan akan mengembalikan pengelolaannya ke pemerintah kabupatan/kota yang mampu mengelola jika APBD provinsi yang tidak mencukupi.

“Saya bilang kepada Gus Ipul jika pendidikan salah satu cara memangkas kemiskinan struktural serta beliau menyanggupi,” ungkap Risma.

Oleh karena itu maka Risma meminta warga Surabaya untuk tidak salah memilih pemimpin. Menurut beliau bahwa pemimpin yang baik adalah mau mendengar dan berkomitmen kuat. “Gus Ipul mau mendengar, Mbak Puti mau belajar,” ujarnya melanjutkan.

selain dukungan dari Risma, pasangan ini pun mendapatkan dukungan dari Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berkukuh yag sampai saat ini tetap mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno atau Gus Ipul-Puti Guntur dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Timur 2018. Bahkan, Nur Arifin secara terang-terangan menyatakan dirinya berseberagan dengan koleganya yakni Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak.

Di Pilkada Jawa Timur ini faktanya Emil Dardak berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa. “Pendirian saya tetap yakni akan memperjuangkan Gus Ipul-Mbak Puti agar menang di Trenggalek dan Jawa Timur,” ungkap Nur Arifin melalui siaran pers, di Surabaya, Sabtu, 16 Juni 2018 kemarin.

Melihat sikap politiknya ersebut maka Nur Arifin sempat diadukan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Trenggalek. Beliau dituding untuk bisa menyalahgunakan jabatannya untuk menggalang dukungan terhadap Gus Ipul-Puti. Pada tanggal 31 Mei 2018, Nur Arifin menyelenggarakan dalam acara Rampak Barong di Gedung Olahraga Minak Sopal, Trenggalek.

Acara ini memang dicatat dalam Museum Rekor Indonesia itu juga dihadiri Puti Guntur. Krena itulah, Nur Arifin sendiri sudah dianggap dapat memanfaatkan jabatannya sebagai pelaksana tugas Bupati Trenggalek dengan menggunakan dana anggaran dan pendapatan belanja daerah serta melibatkan anak-anak.

Setelah diproses oleh Panwaslu Trenggalek, Nur Arifin dinyatakan tidak melanggar. “Sebagai warga negara saya taat hukum. Alhamdulillah dari panwaslu menyatakan saya tidak melanggar,” ungkapnya.

Nur Arifin sendri sebagai Ketua Taruna Merah Putih Jawa Timur menuturkan bahwa beliau mendukung Gus Ipul-Puti karena menilai keduanya mendapat restu dari mayoritas kiai di Jawa Timur. Beliau pun berpendapat Puti Guntur merupakan penerus pemikiran-pemikiran kakeknya, Bung Karno. “Kami mengajak warga mendukung Gus Ipul-Mbak Puti dengan cara-cara yang santun maka mereka perpaduan religius dan nasionalis,” ungkapnya menerangkan.

Kedekatan Nur Arifin dengan Gus Ipul ini bukan barang baru, akan tetap sudah dalam berbagai kesempatan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Anom Suroto di Trenggalek yang dihadiri Gus Ipul, Nur Arifin selalu mendampingi. Wakil bupati termuda itu pun sudah menyisipkan pesan-pesan kampanye untuk mendukung Gus Ipul dalam Pilkada Jawa Timur 2018 ini.

terlebih ketika Calon Gubernur Jawa Timur inkumben, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, ini menjanjikan pemerataan pembangunan di Jawa Timur apabila sudah terpilih dalam pilkada Jawa Timur 2018. Ekonomi Jawa Timur timpang antara wilayah Jawa Timur khususnya pada bagian utara dan selatan.

Ia mencontohkan bahwa ketimpangan Surabaya dan sekitarnya dengan Madura yang jaraknya yakni masih berdekatan namun kondisi ekonominya ini yang sangat berbeda. Kontribusi Surabaya dan sekitarnya yakni sebesar 57 persen, sedangkan untuk wilayah Madura hanya 4,21 persen. Gus Ipul di hadapan para pengurus cabang dan ranting Nahdlatul Ulama di kantor PCNU Kabupaten Lumajang, Senin petang, 11 Juni 2018 menyatakan bahwa “Ada ketimpangan dari Surabaya yang terlalu maju sedangkan Madura ketinggalan,” ungkapnya.

Supaya di Madura bisa terangkat dan mengejar ketertinggalan ungkap Gus Ipul, maka pertumbuhan Surabaya tidak perlu turun dan dibiarkan naik terus, namun di Madura diupayakan naik lebih cepat. “Harus ada anggaran secara khusus dan program khusus. Kami pun punya program Satria Madura, yakni sekitar Rp 1 triliun setiap tahun untuk Madura,” ucapnya.

Begitu pula pada daerah tapal kuda. “Diharapkan ada pembangunan secara lebih merata, termasuk di pantai selatan.”

Kontribusi pada daerah pesisir selatan Jawa Timur ini pun mulai dari Banyuwangi terhadap perekonomian provinsi ini hanya 17 persen. “Perlu ada program untuk bisa menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru di pesisir selatan, sehingga selatan maju, Madura maju, dan tengahnya juga maju.”

Pada kesempatan tersebut maka Gus Ipul menjanjikan percepatan pembangunan Jalan Tol dari Probolinggo-Jember melewati Lumajang. Jalan Tol Probolinggo yakni menuju tembusan dari Surabaya sampai Banyuwangi. Jalur Lumajang-Probolinggo ini yang macet harus dicarikan solusi. “Nanti dipotong ke arah Lumajang menuju ke Jember.”

Jalan tol tersebut dapat diharapkan membuat wilayah yang dilaluinya menjadi kota. Gua Ipul menyatakan bahwa “Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan,”.

kemudian ada sebuah usaha untuk mengetahui hasil survei sementara, dari Lembaga survei SAM and Research mencatat pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno unggul dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pulau Madura dalam Pemilihan Kepala Daerah pada tahun 2018.

“Berdasarkan hasil survei yang sudah kami lakukan, di Madura ini yang terdiri dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep perolehan suara keduanya ketat dan Gus Ipul-Puti unggul tipis,” ungkap Direktur Semesta Alam Media (SAM) and Research, L. Riansyah, kepada wartawan di Surabaya pada hari Kamis, 14 Juni 2018.

Berdasarkan catatannya bahwa pasangan Gus Ipul-Puti ini meraih 46,1 persen, sedangkan pasangan Khofifah-Emil mendapat 45,3 persen. Tidak hanya di Madura, kata dia, pasangan Gus Ipul-Puti juga unggul di beberapa daerah, salah satunya yakni di Surabaya dan Sidoarjo. Gus Ipul berhasil memperoleh 50,8 persen suara. Sementara, Khofifah-Emil mendapatkan 41,6 persen suara.

Di daerah Pasuruan dan Probolinggo ini Gus Ipul-Puti juga unggul dengan perolehan suara 48,8 persen, sedangkan pasangan Khofifah-Emil memperoleh 41 persen suara. Begitu pula di Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, yaitu Gus Ipul-Puti mendapatkan 48,2 persen dan Khofifah-Emil mendapatkan 32,4 persen. Di Madiun, Nganjuk, Mojokerto, dan Jombang Gus Ipul dan Puti Guntur pun masih unggul.

Di zona Jember dan Lumajang, Gus Ipul-Puti mendapatkan 43,1 persen dan pasangan  Khofifah-Emil 40,8 persen. Di Blitar, Kediri, dan Tulungagung, Gus Ipul-Puti berhasil memperoleh 43,4 persen sedangkan Khofifah-Emil memperoleh 39,6 persen suara. Di Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi ini masing-masing perolehannya yakni untuk Gus Ipul-Puti 47,3 persen dan Khofifah-Emil 44,2 persen.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here