Rizal Ramli, Calon Presiden Alternatif

0
182

Jakarta, namalonews.com- Rizal Ramli dikenal sebagai salah satu ahli ekonomi Indonesia saat ini. Namanya banyak menjadi perbincangan masyarakat, baik ketika ia menjadi Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dengan berbagai gebrakan dan kontroversinya maupun setelah tidak lagi menjadi menteri di kabinet Jokowi.

Nama Rizal Ramli mencuat ke publik ketika  ia ditunjuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (kabulog) pada tahun 2000. Karena prestasinya bagus sebagai kepala Bulog, ia oleh  Presiden Gus Dur diangkat sebagai  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada bulan Agustus 2000.

Sejak diangkat sebagai Menteri Koordinatr Perekonomian, Rizal Ramli segera mencanangkan kebijakan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi. Terobosan lainnya adalah ia berhasil menyelamatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang ketika itu di ambang kebangkrutan dengan berhasil melakukan revaluasi aset tanpa menyuntikkan modal sehingga modal PLN menjadi surplus 119,4 Triliun rupiah dari yang tadinya minus 9 triliun

Prestasinya itu  membuat Presiden Gus Dur mempercayainya sebagai Menteri Keuangan di bulan Juni 2001 hingga Agustus 2001. Setelah itu,  ia kemudian ditunjuk menjadi komisaris utama di Bank BNI. Belum cukup enam bulan di BNI, Rizal Ramli kemudian ditunjuk oleh presiden Jokowi sebagai Menko Kemaritiman  pada bulan Agustus 2015.

Selama menjabat sebagai Menko Kemaritiman, Rizal Ramli lebih banyak mengritik pedas kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi sehingga menimbulkan kegaduhan dalam Kabinet Kerja yang dibentuk oleh Joko Widodo. Itulah sebabnya, Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Kemaritiman  hanya sampai Juli 2016.

Ada sejumlah alasan yang membuat ekonom senior ini layak menjadi calon presiden  alternatif dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Itulah yang dikatakan oleh  Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, Rabu (20/6/2018) pada media.

“Rizal Ramli sudah berpengalaman dan teruji track record-nya,” sambung Andrianto.

Selanjutnya, Andrianto mengibaratkan  bahwa Indonesia adalah bak pesawat terbang  jumbo. Untuk itu, lanjutnya,  Indonesia benar-benar membutuhkan pilot yang benar-benar teruji.

Sebagai mantan Menko Ekuin pada era pemerintahan mendiang Presiden Abdurrahman Wahid dan sejumlah jabatan lainnya  dengan segudang prestasi yang membanggakan  bangsa,  capaian Rizal Ramli dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak perlu diragukan lagi karena  sudah teruji.

“Rizal Ramli punya karakter yang kuat, integritas yang teruji, serta visi membangkitkan ekonomi bangsa ini,”  jelasnya.

Sementara itu, dari sisi lain, menurut Adrianto, petahana Joko Widodo (Jokowi) sudah banyak mengecewakan rakyat selama hampir empat tahun memimpin Indonesia.

Andrianto  menambahkan dan menekankan bahwa saat ini rakyat Indonesia  juga sudah tak butuh lagi figurnya untuk memimpin bangsa ini.

“Jokowi jelas sudah gagal dalam semua aspek baik politik, ekonomi, kesatuan bangsa,” tekannya.

Sementara itu,  Prabowo Subianto, lanjut Andrianto, terlalu berisiko dengan resistensinya yang tinggi.

“Saat inilah momentum  yang tepat untuk bangsa ini bergeser mendapatkan sosok yang bisa menyatukan dan membangkitkan optimisme, yakni sosok Rizal Ramli,” tandasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here