Sekarang Bikin SIM Harus Ikut Tes Psikologi

0
261
Foto : OTOmart

Jakarta, namalonews.com – Polda Metro Jaya merencanakan akan menerapkan tes psikologi dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru dan perpanjangan SIM, mulai 25 Juni 2018. Demikian menurut Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar dalam pernyataannya, Selasa (19/6/2018).

Fahri mengatakan, rencananya polisi akan mensimulasikan tata cara tes psikologi pada tanggal 21 sampai 23 Juni. Namun tak dijelaskan di mana simulasi itu akan dilakukan.

Menurut Fahri, penerapan tes psikologi bagi penertiban SIM merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan sebagainya yang dituangkan dalam pasal 36 peraturan Kapolri No 9 tahun 2012 tentang surat izin mengemudi.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Untuk kesehatan rohani dilakukan pemeriksaan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek antara lain kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja.

Sebenarnya, lanjut Fahri, saat ini tes psikologi sudah dilakukan dalam penerbitan SIM, namun hanya diberlakukan untuk pembuatan SIM umum saja. Sedangkan untuk golongan SIM lainnya hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani, meliputi pendengaran, penglihatan dan perawakan.

“Tes psikologi tersebut akan dilaksanakan oleh lembaga psikologi yang telah mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari bagian psikologi Polda Metro Jaya,” ujar Fahri.

Sementara itu untuk biaya tes psikologi sendiri Fahri belum mengetahuinya. Menurutnya, polisi hanya menerapkan persyaratan itu. Nantinya pihak dari psikologi yang akan merilis terkait biaya tes psikologi tersebut.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here