Demokrat Membantah, Sandiaga Uno Jelaskan Soal Pesan SBY

0
66

Jakarta, namalonews.com- Sandiaga Uno yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra enggan untuk berpolemik mengenai pernyataannya yang menyebut bahwa pesan dari Ketum Partai Demokrat yaitu SBY yang telah dititipkan kepada  Agus Harimurti Yudhoyono.

Sandiaga mengatakan bahwa tentunya ia tidak mau masuk ke dalam polemik tersebut. Apa yang telah disampaikan oleh SBY tersebut sebagai seorang negarawan, sebagai bapak dari bangsa kita, tentunya memiliki keinginan untuk semua pihak tersebut berbicara di atas kepentingan politik.

Dia menyebut bahwa pesan dari mantan Presiden RI tersebut hanya ingin membangun sebuah bangsa ini dengan bersama-sama. Sehingga ia menangkap bahwa hal tersebut merupakan sebuah ajakan yang sangat positif.

Ia juga mengajak anak muda untuk memikirkan kemajuan dari bangsa ini dengan bersama-sama. Dan hal tersebut ia tangkapnya merupakan sebuah ajakan yang sangat simpatik. Bahwa bapak bangsa ini yaitu SBY telah memikirkan di atas politik.

Hal tersebut, Sandiaga juga menghimbau bahwa tidak akan membesar-besarkan pernyataan tersebut. Apalagi dengan situasi politik semua hal tersebut dapat terjadi. Dan bagian dari proses sebelum pendaftaran capres serta cawapes tersebut pada bulan Agustus 2018 mendatang.

Sandiaga menjelaskan bahwa mereka sebagai politik cair dan baginya tentu merupakan sebuah harapan apa saja yang dapat terjadi dalam politik. Namun semuanya, nilai luhurnya untuk dapat membangun bangsa yang lebih maju ke depan.

Sebelumnya Sandiaga Uno juga mengaku bahwa ia sudah bertemu degan AHY. Bahkan, ia juga menyebut bahwa SBY juga sempat menitipkan sebuah pesan. Pesan tersebut isinya yaitu bahwa akan bersama untuk membangun sebuah koalisi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Ia mengatakan bahwa telah bertemu dengan AHY selama tiga kali, namun SBY bertitip pesan bahwa isnyaallah mereka akan bersama-sama dalam 2019 tersebut.

Namun, pesan dari SBY yang telah disampaikan oleh Sandiaga tersebut dibantah oleh Humas Kogasma dan Deputi Media yang merupakan Wasekjen Demokrat Putu Supadma Rudana tersebut.

Putu mengatakan jika tidak benar adanya sebuah titipan pesan dari SBY yang telah disampaikan melalui AHY dalam sebuah pertemuan tiga hari yang lalu. AHY bertemu dengan Sandiaga Uni di sebuah acara halalbihalal Idul Fitri silam, bukan merupakan sebuah pertemuan politik.

Di dalam berbagai kesempatan, AHY dengan terbuka menyatakan jika situasi politik tersebut sangat dinamis, dan berbagai peluang dalam koalisi akan masih terbuka dengan berbagai parpol dari mana saja.

Menurut Sandi berdasarkan pribadi atau Gerindra, Demokrat adalah sahabat yang lama. Apalagi SBY yang telah berpengalaman dalam memimpin bangsa ini selama 10 tahun.

Ia mengatakan jika SBY merupakan seorang tokoh yang sangat dihormati oleh Prabowo. Mereka juga melihat bahwa SBY merupakan tokoh bangsa yang dapat menggaetnya dalam 55 hari kedepan tersebut.

Di dalam sebuah pesan tersebut bahwa AHY menyayangkan berbagai pernyataan dari Sandiaga Uno tersebut. AHY menghimbau agar semua pihak dapat mencegah adanya berbagai pernyataan publik yang tidak fakta atau yang keluar dari dalam konteks, baik sengaja maupun tidak. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya sebuah kebingingan di dalam tengah-tengah para masyarakat Indonesia.

Partai Gerindra tidak ingin untuk memperpanjang polemik mengenai ucapan dari Wakil Ketua Dewan Pembinanya tersebut, Sandiaga Uno mengenai pesan dari SBY. Partai Gerindra mengatakan bahwa Demokrat memiliki hak untuk membantah apa yang telah disampaikan oleh Sandi tersebut.

Andre Rosiade mengatakan bahwa hak dari Demokrat untuk membantah semua pernyataan dari Sandi. Namun yang harus diketahui oleh masyarakat yaitu Sandiaga Uno merupakan seorang figur bicara apa adanya. Bukan merupakan seorang tipikal yang suka menambah bumbu atau berbohong dan beretorika. Jika Demokrat membantah seharusnya yang dibantah yaitu AHY yang bertemu dengan Sandi dan SBY.

Andre tidak menjawab dengan lugas apakan pernyataan dari Sandi tersebut merupakan upaya agar Demokrat dapat berkoalisi dengan Gerindra. Namun, dia tidak membantah mengenai Gerindra juga  saat ini sedang membangun sebuah komunikasi dengan Partai Demokrat.

Ia menyatakan bahwa Partai Gerindra tersebut saat ini sedang fokus membangun sebuah koalisi denga PAN dan PKS namun di sisi lain mereka akan terus membuka sebuah komunikasi dengan berbagai partai yang lainnya termasuk Partai Demokrat. Sandi sebagai Ketua dari Tim Pemenangan Partai Gerindra saat ini akan terus melakukan komunikasi dengan beberapa partai lainya termasuk Demokrat.

Sebelumnya, Sandi mengatakan bahwa SBY tersebut sempat menitipkan sebuah pesan melalui AHY bahwa kemungkinan besar Partai Demokrat akan merapat ke Partai Gerindra di Pilpres 2019 mendatang. Sandi juga mengatakan bahwa akan ada sebuah pertemuan lanjutan dengan AHY mendatang.

Klaim dari Sandiaga tersebut dibantah oleh Demokrat. AHY yang menyayangkan berbagai pernyataan dari Sandiaga tersebut. AHY yang sampai saat ini masih menjajaki kesamaan dari visi dan misi dengan berbagai partai politik yang ada.

Dibantah oleh Demokrat, kemudian Sandi memberikan sebuah penjelasan. Dia mengaku bahwa saat ini tidak ingin masuk ke dalam polemik yang berawal dari sebuah klaimnya tersebut. Dia merasa bahwa pesan yang telah disampaikan oleh SBY merupakan sebuah ajakan yang sangat simpatik.

Haknya Demokrat untuk membantah dan harus dipahami para masyarakat Indonesia bahwa Sandiaga Uno merupakan seorang yang berbicara apa adanya. Bukan orang yang menambah bumbu di dalam setiap percakapannya.

Andre juga menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung, Sandiaga bertemu serta berbicara langsung dengan AHY buka dengan Putu seharusnya. Jika Demokrat membantah mengenai hal tersebut, yang menyampaikan bantahan adalah AHY yang terlibat di dalam sebuah pembicaraan langsung bersama dengan Sandiaga.

Ia juga mengatakan bahwa Sandiaga berbicara dengan AHY buka Putu. Jika memang membantah hal tersebut seharusnya yang membantar adalah AHY. Sandi merupakan Ketua Tim Pemenangan yang tidak jauh berengsi dengan ketua Kogasma tersebut. Bahkan Sandi juga menjabat sebagai pejabat negara.

Dia juga menambahkan bahwa jika memang Partai Demokrat ingin membantah apa yang telah diungkapkan oleh Sandiaga, hal tersebut merupakan hak dari Demokrat. Namun ia juga mengatakan bahwa para masyarakat yang akan memberikan sebuah penilaian.

Terkait mengenai koalisi dari Partai Gerindra, Andre juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya hanya fokus untuk mematangkan sebuah rencana koalisi dengan PAN dan PKS. Namun pihaknya akan tetap membuka berbagai peluang bagi partai yang lainnya bergabung untuk membangun sebuah koalisi, termasuk untuk membuka pintu untuk Partai Demokrat tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa mereka dari Gerindra juga akan fokus untuk terus membangun sebuah komunikasi dengan berbagai teman dari PKS dan Sandiaga Uni, Chairul Tanjung dan masih banyak lagi. PAN yang selama ini akan berkomunikasi dengan baik dan tetap membuka diri dengan berbagai partai lainnya yang ingin bergabung bersamanya.

Andre menutup penjelasannya jika Partai Demokrat ingin bergabung akan dipersilahkan, jika tidak juga tidak masalah mereka tidak akan memaksa.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here