Jokowi dan Amien Rais Bertemu, Elite Politik Rukun ?

0
231

Jakarta, namalonews.com- Walaupun lahir dan dibesarkan oleh latar belakang dan kultur yang sama, yakni  di pusat budaya Jawa, Solo, Jawa Tengah, namun antara Jokowi dan Amien Rais memiliki garis nasib dan karakter yang berbeda.

Apa jadinya jika kedua tokoh tersebut, Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, yang menyatakan mencalonkan diri sebagai calon presiden 2019 dan Amien Rais, mantan ketua MPR, yang berniat maju sebagai calon presiden Indonesia pada pilpres 2019 mendatang bertemu.

Sebagaimana diketahui bahwa selama ini Amien sering mengkritik kebijaksanaan Presiden Jokowi. Tentu akan lebih baik sekiranya Amien bisa bertemu langsung dengan Jokowi, bukan sekadar mengkritik. Sudah barang tentu akan menarik jika kedua tokoh tersebut bisa bertemu.

Amien yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan PAN itu mengaku bahwa ia tetap ingin membuka komunikasi dengan Presiden Jokowi meskipun selama ini kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Ia yakin pertemuan dengan Jokowi bisa mencairkan situasi.

“Di dalam ilmu politik [yang] benar, tokoh-tokoh enggak boleh tidak ada komunikasi, penting sekali. Bahwa nanti ada komitmen atau tidak, saya perlu open communication,” ucap Amien, saat ditanya soal keinginannya untuk berkomunikasi dengan Jokowi, di Jakarta, Kamis (19/4/2018)

Pertemuan antara mantan ketua MPR dan Jokowi tersebut juga diharapkan bisa berlangsung, terutama setelah lebaran. Itulah harapan Sekjen PAN, Eddy Soeparno. Eddy Soeparno berharap pertemuan Presiden Jokowi dan Amien Rais dapat segera terlaksana setelah Idul Fitri. Selanjutnya, Eddy berharap, melalui pertemian itu, kedua tokoh bangsa tersebut dapat menjalin komunikasi secara mendalam.

“Dalam bulan Syawal, bulan baik ini, suasana halal bihalal kami berharap pertemuan itu (Jokowi-Amien) bisa terealisasi. Jadi, di antara kedua tokoh bangsa bisa saling melakukan komunikasi dan diskusi,” ujar Eddy di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).

Dengan terwujudnya pertemuan, akan terjadi komunikasi. Karena keduanya adalah tokoh politik, maka komunikasi yang dihasilkan adalah komunikasi politik.

Menurut Eddy, komunikasi politik yang akan dibangun oleh Jokowi-Amien, akan bisa  menjadi langkah awal untuk menciptakan politik yang teduh, meminimalisasi kegaduhan, serta mengurangi saling curiga demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan demikian, Eddy berharap bahwa keduanya dapat saling memahami antara kritik dan program pemerintah. Dengan kritik, pemerintah bisa membuat perencanaan yang lebih baik untuk penyusunan kebijaksanan yang lebih membela atau prorakyat.

“Saya kira ini adalah komunikasi politik yang diawali oleh itikad baik kedua belah pihak untuk saling tabayun (mencari kejelasan tentang sesuatu masalah hingga jelas benar keadaannya-ed) antara yang satu dengan yang lain, sehingga itu, siapkan langkah awal untuk kita melihat suatu politik yang teduh di negeri ini,” tambah Eddy.

“Pak Amien tentu dengan pendapatnya, kemudian ia bisa menjelaskan latar belakang pendapat beliau dan mungkin Pak Presiden bisa menjelaskan kebijakan pemerintah secara lebih komprehensif,” lanjutnya

Untuk itu, Eddy berharap pertemuan kedua tokoh bangsa itu dapat segera terwujud. Pertemuan itu, sekaligus juga untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa elite politik hidup rukun meskipun menjelang pemilu 2019.

“Intinya pertemuan tersebut akan sangat baik jika terjadi, karena manfaatnya kita ingin di tahun politik menjadi politik yang rukun teduh yang mengutamakan masyarakat sehingga masyarakat lihat elitenya rukun,” pungkas Eddy.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here