Kapasitas Skytrain Akan Ditingkatkan

0
184

Jakarta, namalonews.com- Skytrain adalah salah satu fasilitas berupa kereta tanpa awak yang disediakan di Bandara Soekarno Hatta. Dalam waktu dekat ini, dikarenakan tingginya peminat skytrain atau kereta tanpa awak menyebabkan PT. Angkasa Pura II (Persero) berencana untuk menambah unit skytrain di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Mayoritas pengguna fasilitas skytrain Bandara Soetta adalah calon penumpang pesawat yang akan terbang, maupun penumpang yang baru mendarat di Bandara Soetta.

“Beberapa hal yang akan dikembangkan dari fasilitas skytrain adalah rencana penambahan tiga  trainset lagi pada bulan September. Dengan ini, totalnya nanti ada 6 trainset,” jelas Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin pada hari Selasa, 19 Juni 2018.

Awaluddin mengatakan bahwa layanan fasilitas skytrain di Bandara Soetta yang telah dijalankan mulai sejak 17 September 2017 lalu, hingga saat ini menggunakan 3 trainset. Sampai saat ini, 3 trainset ini masing-masing terdiri dari dua kereta tanpa awak. Sedangkan, setiap trainsetnya mampu menampung penumpang maksimal hingga 176 orang untuk satu kali perjalanannya. Oleh karena itu, dengan adanya tambahan 3 trainset lagi, telah diperkirakan skytrain dapat menampung maksimal hingga 352 orang untuk satu kali perjalanan. Selain itu, menurut Awaluddin, direncanakan kecepatan skytrain juga akan ditambah. Sebelumnya, headway kurang lebih sekitar 13 menit, sedangkan direncanakan akan dipercepat, sehingga hanya jadi 6 menit saja.

Awaluddin juga menjelaskan bahwa PT. Angkasa Pura II juga akan mengaktifkan skytrain serta memperpanjang rutenya. Rencana, rute skytrain akan diperpanjang menuju area pembangunan terminal 4 kawasan Soewarna Golf, serya menuju area komersial Sky City.

  1. Angkasa Pura II juga berencana untuk meningkatkan fasilitas pendukung lainnya yang ditujukan untuk menopang pengembangan layanan skytrain. Fasilitas pendukung yang akan dikembangkan di antaranya adalah sky bridge, shelter, lintasan, serta sistem persinyalan otomatis. Dari fasilitas pendukung ini, pengembangan sistem persinyalan otomatis telah berjalan dan hampir 100 % terselesaikan, sehingga kedepannya waktu berpindah antar terminal akan lebih efisien dibandingkan dengan sebelumnya.

PT Angkasa Pura II Pastikan Layanan Skytrain di Bandara Soetta Gratis

Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin memastikan bahwa layanan kereta tanpa awak atau skytrain yang disediakan di Bandara Soetta akan dioperasikan tanpa biaya bagi penggunanya alias gratis. Layanan skytrain di Bandara Soetta terletak di area publik di masing-masing terminal.

Skytrain adalah salah satu jenis transportasi berupa kereta ringan yang dimanfaatkan untuk memudahkan perpindahan pengguna jasa bandara dari satu terminal ke terminal yang lain, sehingga perpindahan dapat lebih efisien. Dalam hal ini, Awaluddin selaku Direktur Utama PT. Angkasa Pura II menegaskan bahwa layanan skytrain di Bandara Soetta dapat digunakan oleh penumpang pesawat maupun pengunjung bandara secara gratis tanpa adanya tambahan biaya apa pun.

Kritik dan Saran dari Para Penumpang

Dari banyaknya pengguna fasilitas skytrain, pastinya mereka memiliki anggapan tersendiri terhadap pelayanan skytrain yang merupakan fasilitas baru yang disediakan oleh pihak Bandara Soetta. Salah satu penumpang yang memberikan tanggapannya adalah Dian.

Dian menceritakan sedikit pengalamannya menggunakan fasilitas skytrain. Ia mencereitakan bahwa dirinya menunggu dari gedung terminal, untuk menunggu skytrain. Akan tetapi, pada saat itu belum mengetahui jadwal skytrain, sehingga pada saat membeli tiket secara online ternyata tidak sesuai dengan waktu kedatangan skytrain yang seharusnya akan mengantar sampai ke stasiun yang ada di Bandara Soetta.

“Mau naik shuttle bus tetapi ga ada bus yang menuju ke sana, ya udah, hangus tiket kereta bandara seharga 30.000,” tutur Dian menceritakan pengalamannya.

Pengalaman yang berbeda dialami oleh salah seorang penumpang lain, Sukma. Sukma adalah penumpang kereta bandara yang akan melanjutkan  perjalanan menuju terminal tujuan untuk menaiki pesawat ke Surabaya. Sebenarnya pada waktu itu Sukma telah selesai mengurus check in melalui counter self check in dan sudah bisa langsung boarding. Akan tetapi Sukma terkendala oleh jadwal skytrain yang keberangkatannya terlalu lama. Sukma bercerita bahwa dirinya sudah mencoba mencari alternatif lain, akan tetapi tidak ada yang bisa membantu dirinya.

Kedua pengguna layanan skytrain Bandara Soetta ini mengeluhkan waktu layanan kereta bandara dengan skytrain yang masih belum terkoneksi satu sama lain. Mereka mengatakan apabila waktunya dapat disesuaikan, maka penumpang kereta bandara dapat langsung menaiki skytrain untuk berpindah ke terminal yang akan dituju.

Menanggapi masukan dan kritikan dari para pengguna layanan skytrain di Bandara Soetta, Vice President Corporate Communication AP II, Yado Yarismano menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan yang dberikan dalam fasilitas skytrain yang ada di Bandara Soetta masih kurang optimal. Yado Yarismano juga mengatakan bahwa pihak PT. Angkasa Pura II menyampaikan terimakasih dan sangat mengharapkan masukan dan kritikan dari para pengguna layanan skytrain di Bandara Soetta untuk perbaikan bersama.

Pada awal tahun sebelumnya, layanan skytrain di Bandara Soetta sempat mogok dan sempat berhenti memberikan pelayanan kepada pengguna skytrain maupun penumpang pesawat di Bandara Soetta. Karena hal ini, PT. Angkasa Pura II (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna layanan karena telah memberikan pelayanan yang kurang memuaskan dan mengganggu kenyamanan.

Selain itu, PT. Angkasa Pura II juga memberikan penjelasan terkait dengan kejadian skytrain yang “mogok” tersebut. VCPP Angkasa Pura II, Yado Yarismano menjelaskan bahwa penyebab terjadinya skytrain yang mogok tersebut adalah adanya gangguan pada jaringan listrik. Setelah ada pemindaian dan gangguan listrik tersebut terdeteksi, maka sistem perlindungan otomatis yang sudah diterapkan sejak awal akan menghentikan laju kereta layang, sehingga kereta layang tersebut “mogok”.

“Telah terjadi gangguan operasional, dan penumpang langsung diarahkan ke terminal terdekat menggunakan emergency walkway, sesuai dengan prosedur keselamatan yang sudah ada,” jelas Yado ketika memberikan keterangan resmi kepada publik.

Pada saat itu, pihak PT. Angkasa Pura II langsung menyiapkan shuttle bus untuk menggantkan sementara layanan skytrain yang terhenti akibat adanya gangguan operasional. Shuttle bus tersebut disiapkan untuk tetap melancarkan layanan meskipun skytrain terhenti.

“Kemudian langsung kami siapkan sejumlah shuttle bus untuk menggantikan sementara layanan skytrain yang sempat terhenti,” tambah Yado.

Yado juga menjelaskan bahwa perbaikan gangguan jaringan listrik yang menyebabkan layanan ksytrain terhenti tidak memakan waktu yang lama. Perbaikan ganguuan listrik terebut hanya sekitar 60 menit. Setelah selesai diperbaiki, selanjurtnya skytrain mulai dioperasikan kembali pada pukul 11.15 di hari yang sama.

“Standar Operasional Prosedur telah dilaksanakan dengan baik. Kemudian saat ini sesudah melalui pengecekan, skytrain dapat beroperasi kembali dengan normal”, tambah Yado ketika memberikan penjelasan.

Skytrain atau kereta bandara Soekarno-Hatta ini telah diresmikan oleh Kementrian Perhubungan. Para penumpang dapat menggunakan layanan fasilitas kereta bandara ini  dari Stasiun BNI City (Sudirman Baru), kemudian turun di Stasiun Bandara Soetta.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here