Kunjungan Pejabat ke Rumah Megawati Meskipun Tidak Ada Open House

0
177

Jakarta, namalonews.com- Ada beberapa pejabat yang ikut serta untuk menyambangi rumah Presiden kelima RI yakni Megawati Soekarnoputri yang berada di kediaman Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Jumat 15 Juni 2018 kemarin. Mereka sengaja datang tidak lain hanya untuk bersilaturahmi dalam rangka untuk merayakan hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.
Beberapa pejabat yang ikut terlihat untuk mendatangi kediaman Megawati diantaranya yakni Ketua DPR Bambang Soesatyo. Sudah terlihat secara nyata bahwa Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang juga ikut datang bersama dengan istri dan beserta dengan anaknya dengan menggunakan mobil yang berpelat RI 20.
Ada beberapa pejabat yang ikut ke rumah Presiden kelima RI yakni Megawati Soekarnoputri ini. Tepatnya yakni terletak di Jalan Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat pada hari Jumat, 15 juni 2018. Mereka kemudian datang untuk bersilaturahmi dalam rangka perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah.
selain itu, Usai Salat Idul Fitri JK pun ikut Berkunjung ke Rumah Megawati. Bahkan JK pun ikut serta silaturahmi usai menunaikan ibadah Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada hari Jumat, pada 15 Juni 2018 kemarin.
Salah satu tempat utama yang dikunjunginya yakni di kediaman Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri yang ada di Jalan Teuku Umar nomor 27A, Jakarta. Jusuf Kalla bahkan sampai sekitar pukul 10.35 WIB.
Hal ini yang membuah Jalan Teuku Umar menuju Taman Menteng harus ditutup sementara. JK berkunjung dengan menggunakan mobil dinas RI 2 kemudian langsung masuk.
Sementara unutk pengawasan ketat terjadi di depan Jalan Teuku Umar. Oleh karena itu maka jalan sementara harus ditutup, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kemudian harus berjalan kaki untuk menuju kediaman Megawati.
Sebelumnya pun JK sempat mengucapkan selamat hari raya melalui akun Twitternya di @Pak_JK. Yakni seperti pada berikut “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, Taqaballahu Minna Wa Minkum. Mohon maaf lahir bathin,” cuit Jusuf Kalla.
selain itu dari Megawati ini sendiri Groundbreaking Masjid At Taufiq. Pasalnya
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ini disampingi putrinya yakni Puan Maharani, meletakkan batu pertama (groundbreaking) pada pembangunan Masjid At Taufiq, yang bearada di seberang Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Nama At Taufiq ini merujuk pada nama suami Megawati, HM Taufiq Kiemas.
Puan Maharani yang juga ikut mewakili keluarga besar almarhum Taufiq Kiemas mengatakan, pembangunan masjid di area Kantor PDIP merupakan inisiatifnya. Beberapa waktu setelah Taufiq Kiemas meninggal, Puan menyampaikan bahwa idenya itu kepada Megawati.
Puan dalam keterangannya, Jumat (8/6/2018) menyatakan bahwa “Saya sampaikan sama Ibu bahwa ini di depan kantor kan biasanya untuk parkir dan bazar. Saya usulkan demikian, kenapa enggak dibangun saja masjid di sini,” katanya.
Melihat usulan tersebut, maka Megawati langsung menyetujuinya. Dirinya menyatakan bahwa dengan dibangun masjid, ke depan selain dapat di gunakan untuk sarana ibadah yang representatif, juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan sosial.
Oleh karena itu maka Puan menyatakan kembali bahwasanya apabila dalam desain pembangunan ini di lantai satu dibangun aula maka bisa memuat hingga 1.000 orang. Kemudian nantinya, aula tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk juga untuk acara resepsi pernikahan. hanya itu tetapi untuk tempat salat ada di lantai dua.
Puan menyatakan bahwa “Karena sekarang ini maka musala tidak cukup menampung. Juga misalnya apabila melakukan Salat Ied, maka saya melihat belum representatif. Maka dari itu maka dengan ini saya sampaikan kepada Ibu Mega. Waktu pun saya sampaikan, Ibu Mega bilang, ya sudah, kamu yang urus,” ungkapnya.
Menurut beiau, maka semenjak niat untuk membangun masjid yang kemudian diberi nama Masjin At Taufiq, terdapat beberapa kendala sehingga groundbreaking baru bisa dilakukan kali ini, bertepatan dengan peringatan lima tahun wafatnya yakni Alm Taufiq Kiemas.
Puan menambahkan kembali “Tahun ini kita mulai, 2019 sudah berdiri di masjid ini,” tukasnya.
Sedangkan terkait dengan Ahmad Basarah yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid At Taufiq menyampaikan, ide awal pembangunan Masjid At Taufiq memang dari keluarga besar Megawati. Untuk berikutnya maka atas berbagai masukan, namanya yakni At Taufiq.
Selain itu untuk mengenang nama Taufiq Kiemas, maka itu juga punya makna limpahan Allah.
Basarah menyatakan bahwa “Masjid tersebut yang nantinya akan menjadi sarana agar mendapatkan petunjuk, bimbingan, dalam menjalankan perintaj Sang Khaliq, dalam perjuangan mewujudkan Indonesia Raya dalam wadah NKRI,” katanya.
sedangkan di lain kesempatan Jokowi Bertemu Megawati di Istana Batu Tulis yang kemudian membahas terkait Cawapres
Di tengah-tengah kesibukan dalam memantau arus mudik Lebaran, Presiden Jokowi ini menyempatkan bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Selasa sore, 12 Juni 2018.
Pertemuan tersebut berlangsug di Istana Batu Tulis, Bogor tersebut dimulai pada pukul 17.10 WIB hingga 19.20 WIB.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, pada hari Rabu (13/6/2018) menyatakan bahwa “Pertemuan dalam suasana ini sangat akrab dan berulang kali kedua pemimpin tersebut tertawa lepas menggambarkan hangatnya pertemuan di Batu Tulis. Pertemuan tersebut diselingi dengan buka puasa bersama, dan seperti kebiasaan sebelumnya, Ibu Megawati memang secara khusus menyiapkan sajadah untuk Pak Jokowi menjalankan ibadah salat magrib,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut memang merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dan secara khusus membahas narasi kemajuan Indonesia Raya.
Hasto menyatakan dengan tegas bahwa “Ibu Megawati sendiri yang memberikan apresiasi kepada Bapak Jokowi bahwa mudik Lebaran berjalan lancar. Kerja, kerja, dan kerja terbukti menjadi jawaban paling tepat di tengah berbagai kritikan. Hasilnya pun sudah terbukti secara nyata bahwa infrastruktur untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi ke depan telah dibangun dengan baik,” jelasnya.
Adapun menu buka puasa yang disajikan beberapa diantaranya yakni ada tumis bunga pepaya, udang saus padang, ikan sukang bakar, sayur asem, dan asem-asem iga. Tidak lupa, Megawati pun menyediakan es kelapa muda sebagai santapan pembuka yang lengkap dengan sirup merahnya.
“Ini adalah kelapa muda merah putih, biar semangat merah putih terus bergelora dalam diri Pak Jokowi, apa pun tantangan yang dihadapi,” ungkap Megawati sambil menegaskan bahwa merah putih telah menjadi lambang bendera Majapahit itu, Sang Saka Getih-Getah Samudra, atau Sang Saka Gula Kelapa.
Pertemuan yang terjadi di Istana Batu Tulis tersebut sekaligus membahas sejumlah hal strategis. Berkaitan dengan hal tersebut maka siapa cawapres yang akan mendampingi Jokowi, Megawati pun memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi dari rakyat Indonesia, sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Megawati menyatakan bahwa “Presiden dan wakil presiden itu pun merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan baik dan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih pula. Maka, siapa pun yang ditetapkan sebagai cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat,” katanya. Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama yang berlatar belakang lukisan Bung Karno.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here