PKB Membantah PPP Soal Rommy Ajak Cak Imin Dukung Jokowi

0
177

Jakarta, namalonews.com – Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy mengajak Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau yang dikenal dengan nama Cak Imin guna bergabung secara resmi dengan koalisi Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikan Rommy usai menghadiri acara halal bihalal keluarga besar KH Hasbullah Said yang bertempat di Jombang, Jawa Timur, Minggu (17/6/2018).

“Sebagai anggota koalisi yang saat ini secara resmi sudah mengusung kembali Pak Jokowi, saya mengajak Cak Imin (Muhaimin Iskandar) untuk bisa semakin memperkuat (koalisi 2019),” kata Rommy.

Tak hanya itu, Rommy juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, mereka sempat membahas mengenai kesiapan Pilpres 2019.

Menurut Rommy, akan terasa lebih mudah bagi PKB untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Hal ini dikarenakan PKB saat ini sudah berada dalam posisi mendukung zaman pemerintahan Jokowi.

Menurut Rommy, hal itu dibuktikan dengan empat kader PKB yang telah menduduki kursi menteri dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Rommy menuturkan bahwa dikarenakan PKB telah berada dalam pemerintahan Jokowi, maka jika memberi kepastian lebih awal guna kembali mengusung Pak Jokowi tentunya akan lebih bagus.

PPP sendiri telah berusaha mempersiapkan semua kader terbaiknya agar Jokowi menang.

PPP mulai menjaring kalangan milenial dengan usia 40 tahun ke bawah dalam rangka Pemilu 2019 mendatang. Tak hanya itu, PPP juga membuka pintu selebar-lebarnya untuk kader eksternal guna bergabung dengan partai yang memiliki lambang ka’bah itu.

Perlu diketahui, Rommy mengatakan bahwa sebanyak 45 persen pemilih dalam Pemilu 2019 ialah berusia 40 tahun ke bawah. Dijelaskan juga bahwa mereka memerlukan partai politik yang bisa mengembangkan inovasi dalam menghadapi disrupsi ekonomi.

“Karena 45 persen pemilih pada Pemilu 2019 adalah 40 tahun ke bawah, dan mereka membutuhkan partai politik yang mampu mengembangkan inovasi menghadapi disrupsi ekonomi,” kata Rommy.

Tak hanya fokus pada Pilpres 2019 saja, partai politik PPP ini juga fokus dalam pencalegan sekaligus menargetkan tiga besar pemenang Pemilu 2019 mendatang.

Rommy juga menjelaskan bahwa posisi PPP sudah ada di atas beberapa partai politik yang lainnya. Hal ini dibuktikan dari banyak survey yang dilakukan.

“Berdasarkan banyak survei, PPP sudah berada di atas beberapa partai politik yang lain,” ujar Rommy.

Mengenai hal tersebut, pihak PKB membantah PPP mengenai Rommy mengajak Cak Imin untuk mendukung Jokowi. Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan bahwa pertemuan antara Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) tidak membahas mengenai dukungan partainya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendatang.

Daniel hanya mengatakan bahwa pembahasan sesuai dengan isi cuitan Cak Imin yang ada di Twitter.

“Yang saya paham, Rommy saat itu tidak membahas agar PKB mendukung Jokowi. Yang dibahas seperti yang di tweet Cak Imin,” ujar Daniel, Selasa (19/6/2018) malam.

Menurut Daniel, pertemuan antara kedua pihak tersebut dilakukan pada minggu lalu. Daniel mengatakan bahwa selama Ramadan serta Idul Fitri, Cak Imin sepenuhnya ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Jawa Barat.

“Yang saya tahu belum lama ya, mungkin minggu lalu. Karena selama puasa dan Idul Fitri Cak Imin full di Jateng, Jatim, Jabar,” ucap Daniel.

Sebelumnya, Cak Imin memprotes keras mengenai pernyataan Rommy terkait ajakan bergabung ke koalisi pendukung Jokowi. Tak hanya itu, Cak Imin juga menyebut Rommy menanyakan peluang bersama Gatot Nurmantyo dalam Pilpres 2019 mendatang.

Protes yang dilontarkan Cak Imin ini disampaikan melalui Twitter pada Senin (18/6). Cak Imin juga mengaku jadi malas berkaitan dengan PPP dikarenakan Rommy mengaku mengajaknya untuk bergabung bersama koalisi pendukung Jokowi.

Cak Imin menuliskan bahwa judul berita plintiran Rommy membuatnya malas berhubungan dengan P3. Bahkan Cak Imin juga mengungkapkan bahwa dalam acara itu, Rommy justru mengatakan bahwa kalau ada peluang bergandengan dengan Gatot.

Kemudian PPP menjelaskan mengenai isi obrolan yang diprotes itu. Sekjen PPP Arsul Sani pun menjelaskan bahwa Cak Imin dan Rommy bertemu dengan tujuan silaturahmi keluarga sekaligus berbincang secara informal mengenai koalisi serta Pilpres 2019 mendatang. Perbincangan tersebut pun disebutkan juga diselingi canda dan tawa.

Dalam perbincangan tersebut, Arsul menjelaskan bahwa Rommy sempat bertanya mengenai wacana memasangkan Gatot Nurmantyo dan Cak Imin. Hal itu membuat suasana perbincangan menjadi lebih hidup.

“Rommy bertanya tentang wacana yang berkembang soal poros ketiga dengan memasangkan Gatot Nurmantyo-Cak Imin.” Arsul mengatakan bahwa seperti halnya budaya warga NU, pembicaraan dalam forum silaturahmi itu banyak canda tawanya.

Tak hanya itu, Arsul juga menjelaskan maksud Rommy yang memastikan bahwa koalisi pendukung Jokowi. Hal itu merupakan hasil perbincangan antara Rommy dengan Jokowi, yakni supaya partai politik yang sudah mendukung Jokowi bisa memastikan ke 3 parpol, yaitu PAN, PD, dan PKB, apa akan bergabung dengan koalisi.

Arsul menjelaskan bahwa kata-kata yang diungkapkan Rommy pada Cak Imin dalam hal itu supaya PKB memantapkan dukungannya kepada Jokowi segera via forum permusyawaratan partai di PKB tentunya. Mengenai soal cawapres, nantinya akan dimusyawarahkan bersama dengan Pak Jokowi dan juga parpol-parpol lainnya.

Di lain sisi, anggota Komisi XI DPR-RI, Rommy mengungkapkan bahwa PKB akan berhitung banyak apabila tidak mengusung Jokowi. Hal ini dikarenakan ada empat menteri dari PKB yang masuk dalam kabinet.

“Kalau tidak mendukung, Agustus mereka akan kehilangan empat menteri. Rasanya agak berat untuk PKB menghadapi Pilpres 2019 tanpa empat kementerian di dalamnya,” kata Rommy.

Rommy juga menambahkan bahwa tak hanya PKB, ada dua partai politik lainnya yang kemungkinan bergabung ke dalam gerbong. Adapun kedua partai politik tersebut ialah Demokrat dan PAN.

Pihak tersebut nantinya bisa bergabung dengan lima partai (PDI-P, Hanura, Golkar, PPP, dan Nasdem) yang sudah lebih dulu mendeklarasikan dukungan jikalau koalisi tersebut benar-benar terwujud.

Dalam kesempatan yang sama, Rommy juga mengungkapkan bahwa nantinya akan ada delapan partai politik yang ada di parlemen secara keseluruhan. Hal itu berarti akan menyisakan Gerindra dan PKS. Hal tersebutlah yang diharapkan oleh Rommy selama ini.

“Sehingga total delapan partai politik yang ada di parlemen. Mungkin hanya menyisakan Gerindra dan PKS. Itu harapan kami,” kata Rommy.

Dalam kesempatan yang sama, Rommy juga menyebut bahwa hanya tinggal menunggu waktu sampai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi masuk ke dalam koalisi pengusung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Walaupun dalam perkembangannya, PKB memberikan syarat digandengnya Cak Imin sebagai wakil presiden.

Saat ada di Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (4/5/2018), Rommy mengungkapkan bahwa PKB hanya perlu tunggu waktu. Mereka sudah mendeklarasi JOIN (Jokowi-Imin). Apalagi PKB kini ada di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here