PPP Minta Lulung Mundur Sebelum Pindah Partai

0
127

Jakarta, namalonews.com- Pimpinan DPRD DKI Jakarta yaitu Haji Lulung yang berkeinginan untuk meninggalkan PPP. Wakil Sekjen yang bernama Achmad Baidowi mengatakan bahwa partainya tersebut akan terus menghormati keingianan dari Lulung untuk berpindah partai.

Baidowi mengatakan bahwa mereka akan menghormati keputusan dari Lulung jika memang harus pindah dari partai tersebut kerena mereka juga sudah berusaha untuk melakukan berbagai pendekatan politik.

Jika memiliki jiwa kesatria, Baidowi mengatakan hendaknya Lulung keluar terlebih dahulu dari Partai PPP baru bicara untuk pindah ke sebuah parpol lain diantaranya yang dilakukan oleh Akbar Faizal yang ketika pindah dari Partai Hanura ke Partai Nasdem dan Titiek Soeharto yang memutuskan untuk mundur dari Partai Golkar sebelum pindah ke Partai Berkarya.

Ia juga menambah agar perlu diingat bahwa Lulung juga menjadi seorang pimpinan dari DPRD lewat PPP. Jika ia memiliki jiwa kesatria maka hendaknya mengundurkan diri terlebih dahulu, tidak berkoar menggunakan berbagai fasilitas dalam pimpinan DPRD yang di dapat berasal dari PPP.

Menurut Baidowi jika Lulung akan pidah ke partai lain, maka sebenarnya hal tersebut bukanlah hal yang baru, karena sebelum ia masuk ke PPP Lulung pernah maju menjadi caleg dari parpol lain dalam Pemilu 2004 silam namun ia tidak terpilih. Baru pada saat masuk PPP, yang bersangkutan terpilih ketika maju menjadi caleg dalam Pemilu 2009 silam.

Mengenai kabar dari hengkangnya Lulung di PPP karena PPP dianggap meninggalkan umat maka menurut Baidowi tersebut hanya diklaim Lulung untuk mencari pembenaran. Terbukti dari hasil survei akan justru PPP yang kini dinilai sangat dekat dengan umat islam, termasuk di dalam bidang program legislagi pada DPR.

Sedangkan terkait posisi pada Lulung yang tidak lagi menjabat sebagai ketua DPW PPP DKI menurut Baidowi karena hal tersebut memang hasil dari Muswil PPP DKI yang akan menetapkan Abdul Aziz menjadi Ketua DPW DKI.

Ia juga mengatakan bahwa Lulung merupakan sebuah loyalitas Djan Faridz. Namun, Lulung juga akan dipecat dari jabatan Ketua DPW mengenai persoalan DKI oleh DPP Djan Faridz tersebut yang memang mendukung Ahok.

Ia juga mengatakan bahwa Sedari awal Lulung merupakan loyalis Djan Faridz yang akan melawan Rommy. Kemudian pada saat Rommy memang secara politik dan hukum, ia akan minta tetap menjadi Ketua DPW tentu para teman PPP yang berjuang di belakang Rommy merasa keberatan, karena Ketua DPW tersebut telah dijabat oleh Abdul Aziz dari hasil Muswil.

Pada saat di bawah pimpinan Rommy banyak mengalah serta menawarkan berbagai kompensasi pada Lulung, termasuk tidak diganti dari jabatannya dan akan dijadikan sebagai salah satu pengurus harian DPP yang telah membidangi pemenangan wilayah dari DKI-Jabar serta Banten.

Sebelumnya Lulung juga membenarkan bahwa adanya kabar dirinya akan bergabung ke dalam PAN. Lulung juga mengatakan bahwa kepindahan tersebut dikarenakan ia akan kecewa terhadap PPP yang tidak akan memberinya sebuah posisi.

Lulung mengatakan bahwa ia tidak ada tempat dalam PPP. Jadi PPP pada waktu itu di dukung Ahok. Ia tidak di dukung oleh Ahok makanya ia di pecat oleh PPP sebagai DPW DKI. Sebenarnya saat ini sudah selesai melakukan Pilkada namun direkonsiliasi.

Lulung kini menyebut jika intrik dari Pilkada DKI yang telah didahului dengan dualisme dalam tubuh PPP seharusnya hal tersebut sudah selesai.

Ia juga merasa bahwa seharusnya posisinya menjadi pimpinan di DPD DKI Jakarta akan dikembalikan. Ia juga masih ingin bahwa tetap dalam DPD demi menjaga suara oleh PPP dan di dalam DPRD.

Lulung kini sering tampil dengan mengenakan baju biru. Pemandangan tersebut terlihat pada saat dia dengan Zulkifli Hasan untuk melepas pemudik asal Solok.

Zulkifli Hasan berterimakasih kepada Lulung untuk undangannya bersilaturahmi tersebut dengan Warga Solok di Jakarta, ia akan merasa lebih senang jika Lulung setiap acara mengenakan baju biru.

Namun, Zulkifli tetap enggan untuk memberikan penjelasan yang lebih lanjut mengenai baju biru yang dikenakan tersebut. Sekali lagi semua pihak diminta untuk sabar menunggu.

Lulung berpindah ke PAN dari PPP. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PPP DKI yaitu Abdul Aziz mengaku bahwa akan menghormati keputusan Lulung tersebut. Ia juga mengatakan bahwa ia menghormati Lulung jika memang harus pindah partai karena mereka juga sudah berusaha untuk melakukan pendekatan politik. Perlu diingan apabila Lulung saat ini dapat menjadi seorang pimpinan DPRD lewat PPP maka jika berjiwa kesatria ia akan mengundurkan diri tidak hanya berkoar-koar saja.

Menurutnya bahwa DPP PPP yang sah saat ini sudah sering mengalah dan menawarkan berbagai kompensasi terhadap Lulung, termasuk salah satunya yaitu tidak diganti dari jabatannya dan dijadikan pengurus harian DPP.

Ia juga mengatakan bahwa akan terus terang jika saat ini jabatannya tidak dapat dipenuhi karena tidak mungin baik secara etika maupun politik. Sedangkan menurut klaim Lulung juga di pecat jabatannya. Dari hasil muktamar Pondok Gede tidak akan pernah mengeluarkan keputusan secara resmi untuk terus mendukung Ahok di Jakarta.

Lulung buka suara mengenai kepindahannya ke PAN. Ia juga mengaku jika sudah tidak mendapatkan tempat lagi di PPP.

Lulung mengatakan bahwa ia tidak ada tempat di PPP, hal tersebut karena dulu PPP dukung Ahik dan ia tidak mendukungnya, makannya ia di pecar oleh PPP. Seharusnya saat ini sudah melakukan rekonsiliasi karena ia adalah korban mereka, korban elite yang saat ini SK tidak diberikan kembali yaitu SK Jakarta. Namun ia juga disuruh pindah ke DPP untuk menjadi salah satu wakil dari Ketum atau Wakil Ketua yang terus jika selesan akan dimana prosesnya sangat sulit.

Lulung enggan untuk dipindahkan ke DPP karena ia ingin menjaga suara dari umat Jakarta. Karena hal tersebut Lulung tidak terpenuhi maka ia mencari jalan lain yang dikaitkan dengan Partai PAN.

Lulung mengatakan bahwa dirinya juga sempat diminta untuk istiqomah di PPP. Namun ia berkeras untuk tetap berkarya lebih banyak lagi dalam kancah politik.

Meskipun demikian, Lulung masih belum menegaskan bahwa ia akan maju pada Pileg 2019 mendatang bersama dengan PAN. Namun ia menegaskan bahwa sampai saat ini memiliki kedekatan dengan partai yang berwarna biru tersebut.

Lulung mengatakan apa pertimbangannya karena perjuangannya sama serta basisnya sama, Jadi perjuangannya pun akan sama, PAN merupakan sebuah partai yang Istiqomah.

Meskipun demikian, Lulung tidak dapat menutup kemungkinan bahwa akan tetap bertahan dalam PPP. Syaratnya yaitu harus menjadi ketua DPW DKI terlebih dahulu.

Lulung menambahakan bahwa syaratnya akan dikembalikan kepadanya ke DPW DKI bahwa ia tidak dukung Ahok karena itu ia di pecar. Mengenai pilkada sudah selesai, hal tersebut dikembalikan kepadanya pada DKI Jakarta. Jika dilihat Lulung masih memiliki 10 kursi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here