Pujian Jokowi Jawab Tantangan Amien Rais yang Siap Nyapres

0
169

Jakarta, namalonews.com – Anggota DPR dari Fraksi-PDIP Maruarar Sirait pernah menyampaikan mengenai momen lebaran yang cocok dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara Amien Rais dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Amien Rais sendiri sempat mendengar saran tersebut. Hanya saja, Amien mempunyai syarat, yakni Jokowi yang harus datang ke kediamannya yang ada di Yogyakarta, bukan malah sebaliknya.
Rabu (30/5/2018), Amien Rais mengatakan bahwa Jokowi disarankan untuk datang Jogja, namun bukan semata-mata ingin bertemu dengan Amien, akan tetapi mungkin mau ke Universitas Gadjah Mada, Gunungkidul, Sleman, lalu bisa mampir ke rumah Amien Rais.
Amien Rais juga mengaku akan menyampaikan segala kritiknya pada Presiden Jokowi selama ini secara santun. Menurut Amien, syarat yang ia ajukan tidak salah sebab hal yang sama menurutnya pernah dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Kalau saya yang diundang, jelas saya tidak mau. Karena suasana lagi kayak gini. Terus saya dijungkirbalikkan,” kata Amien.
Waktu berlalu dan rencana pertemuan antarkedua tokoh politik tersebut belum juga terwujud. Di lain sisi, nama Amien Rais tiba-tiba muncul sebagai salah satu kandidat calon presiden (capres) di pilpres 2019 mendatang.
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay, Minggu (10/6/2018), mengatakan bahwa malamnya Amien Rais berpidato di rumah Pak Zulkifli. Dari pidatonya tersebut telah disebutkan bahwa PAN mengajukan 4 nama, yakni Zulkifli, Soetrisno Bachir, Hatta Rajasa, dan Amien Rais sendiri.
Menurut Saleh, semenjak Mahathir menjadi Perdana Menteri Malaysia, Amien Rais jadi merasa remaja dikarenakan 20 tahun lebih muda. Walau begitu, nama capres dari PAN akan diputuskan ketika rakernas. Rakernas ini akan digelar pada pertengahan tahun ini.
Kabar mengenai nama Amien Rais yang menjadi sebagai salah satu kandidat capres 2019 sampai juga di telinga Presiden Jokowi. Menurut Jokowi, usulan tersebut sangatlah baik. Jokowi menilai Amien Rais sebagai sosok yang mempunyai kapabilitas untuk diusung menjadi calon presiden. Pengalaman Amien Rais dalam kancah politik juga tak perlu diragukan lagi.
Ketika berada di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018), Jokowi mengatakan bahwa usulan Amien nyapres sangat bagus. Sebab Amien dikenal sebagai tokoh politik berpengalaman. Jokowi juga menyebut bahwa senioritas Amien dalam kancah politik nasional tak bisa diragukan.
Tak hanya itu, Jokowi juga menambahkan bahwa rekam jejak Amien Rais tidak ada yang diragukan. Bahkan Jokowi menyebutkan kalau hadirnya Amien Rais bisa menambahkan alternatif opsi pada pilpres 2019 mendatang.
Di lain sisi, Jokowi ikut angkat bicara mengenai saran pertemuannya dengan Amien Rais. Jokowi mengaku tengah mengatur waktu. Tidak ada kata-kata lain dari Presiden Jokowi, pun mengenai apakah akan berkunjung ke kediaman Amien atau mengundang Amien ke Istana.
“Kita masih mengatur waktunya,” kata Jokowi.
Modal Politik Amien Rais Nyapres
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sudah menyatakan siap untuk maju menjadi Capres 2019 mendatang. Amien maju dalam Pilpres karena tidak ingin Joko Widodo kembali menjadi presiden pada periode selanjutnya.
Bahkan Amien Rais menantang Presiden Jokowi dalam perebutan kursi RI 1 dalam periode mendatang. Kemudian apabila Amien Rais benar maju dalam Pilpres 2019 mendatang, modal apakah yang dimilikinya untuk melawan Jokowi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Pendiri PAN
Amien Rais sangat percaya diri (PD) untuk maju dalam bursa pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal ini dikarenakan Amien Rais memiliki modal politik untuk memuluskan rencananya.
Adapun salah satunya ialah karena Amien Rais adalah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN). Dimana PAN termasuk salah satu partai terbesar yang ada di Indoensia. PAN juga memiliki basis masa lumayan banyak. Maka dari itu, Amien Rais memiliki kendaraan untuk maju nyapres.
2. Pernah Nyapres
Amien Rais memang cukup berpengalaman dalam ajang pilpres. Hal ini dikarenakan Amien Rais bukan kali ini saja maju mencalonkan diri sebagai calon presiden. Pada tahun 2004 lalu, Amien Rais juga pernah mencalonkan diri sebagai presiden RI.
Maka dari itu, Amien Rais telah memiliki massa sendiri yang akan memilihnya dalam pilpres 2019 mendatang. Saat itu, Amien Rais berpasangan dengan Siswono Yudhohusodo, yang melawan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi serta Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Akan tetapi, Amien Rais gagal dan pilpres diraih oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
3. Mantan PP Muhamadiyah
Semua anggota PAN begitu mendukung Amien Rais untuk maju dalam Pilpres 2019. Amien Rais dinilai mempunyai kapasitas kepemimpinan dalam membawa perjuangan bangsa Indonesia. Apalagi Amien Rais pernah menjadi ketua umum pimpinan pusat Muhamadiyah. Dengan begitu, Amien Rais memiliki basis massa yang cukup dalam memilihnya sebagai presiden.
PDIP: Amien Rais Bukan Ancaman Jokowi
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto sangat meyakini bahwa rencana Amien Rais untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang, tak akan mengancam elektabilitas ataupun potensi keterpilihan Jokowi.
Menurut Hasto, Amien Rais sudah terbukti tak berhasil pada Pilpres 2004.
Setelah melepas pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018, Hasto mengatakan bahwa Amien tidak menjadi ancaman sebab Amien pernah maju di masa lalu.
Hasto mengemukakan bahwa maju di Pilpres adalah hak konstitusi dari tiap rakyat Indonesia. Walau demikian, rakyat juga yang akan menentukan presiden serta wakil presiden terpilih.
Rakyat diyakini bisa menilai kandidat yang mumpuni, terlebih jika melihat sikap Amien Rais belakangan ini. Amien Rais sering mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak baik oleh sebagian kalangan.
“Kita ini kan berkebudayaan timur, apalagi sedang puasa. Rakyat akan melihat calon pemimpin mana yang baik. yang menyatukan, calon pemimpin yang tersenyum ketika dikritik, dihujat, atau calon pemimpin yang memecah belah,” kata Hasto.
Dalam kesempatan yang sama, Hasto yang melepas sebanyak 725 pemudik via kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat mengaku bahwa hal tersebut sudah menjadi tradisi PDI Perjuangan secara konsisten untuk menyelenggarakan mudik bersama Lebaran dengan semangat gotong royong kekeluargaan.
Menurut Hasto, pelepasan pemudik sekaligus dukungan atas program pemerintahan Jokowi-JK agar masyarakat lebih memilih memanfaatkan moda transportasi umum untuk mudik. Ada juga sebanyak 8.000 pemudik yang menggunakan bus dan dilepas dari Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
“Ini juga dukungan dari PDIP terhadap upaya dari Jokowi agar dapat mengembangkan moda transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau,” kata Hasto.
Hasto juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi terbukti sudah berhasil meningkatkan keselamatan masyarakat dalam program pelepasan pemudik tahun ini. Jumlah korban jiwa dan korban luka terbukti mengalami penurunan yang cukup signifikan karena infrastruktur transportasi yang memang semakin aman.
“Kami beri apresiasi terhadap Pak Jokowi dan kementerian-kementerian yang telah bekerja keras menyiapkan mudik ini dengan sebaik-baiknya,” kata Hasto.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here