SBY Lebih Baik Introspeksi Diri

0
144

Jakarta, namalonews.com- Bambang D.H, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Pemenangan Pemilu, menanggapi keluhan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terhadap netralitas aparat negara dalam pilkada serentak.

Keluhan Ketum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono soal netralitas aparat keamanan dalam Pemilu ditanggapi keras oleh PDI Perjuangan dengan serius.

Dalam keterangannya tersebut, beliau menegaskan bahwa tuduhan itu selain merendahkan hak rakyat yang berdaulat, juga cermin kepanikan SBY. Sehingga tuduhan tersebut seyogianya tidak perlu dilontarkan.

“Pak Jokowi tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan. Berbeda dengan yang sebelumnya. Siapa yang di belakang tim alpha, bravo dan delta? Siapa yang menggunakan KPU yang seharusnya netral dan dijadikan pengurus partainya?” Kata Bambang melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 Juni 2018 yang terekspos pada media tersebut.

Bahkan bukan itu saja. Bambang juga mengungkit soal siapa pihak yang memanipulasi IT. Dengan ungkitan tersebut maka Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipenjara.

Selain itu, Bambang juga menanyakan  siapa yang memanipulasi data pemilih tetap (DPT) sehingga kursi di Pacitan pada pemilu 2014 berubah drastis. Pada pemilu ini dirasa suaranya berkurang secara signifikan jika dibandingkan dengan pemilu tahun 2009. “Juga siapa yang menjadi pelopor penggunaan dana Bansos?” ujarnya pada media.

Disinyalir  pilkada di Jawa Timur dikotori oleh praktik penyalahgunaan program keluarga harapan (PKH) yang diklaim secara sepihak sebagai program unggulan dari Khofifah Indar Parawangsa.

“Itu sama saja penggunaan dana rakyat untuk kepentingan pribadi. Banyak bukti di lapangan terkait penyalahgunaan PKH tersebut. Ini yang seharusnya dikritik Pak SBY.”

Sebagaimana yang ditulis mantan presiden Indonesia keenam dalam twitternya, @SBYudhoyono menyebut ada penguasa yang melampaui batas dan mencederai keadilan.

“Saya perhatikan banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi ada tidak takut kepada Tuhan. Allah SWT? *SBY*.”

Lebih lanjut Bambang berharap Susilo Bambang Yudhoyono lebih introspeksi diri saja ketimbang menyalahkan orang lain. Karena hal tersebut, menurut Bambang itu sepihak yang tidak perlu dilakukan seorang pejabat. Yaitu menyampaikan tuduhan sepihak tanpa bukti yang nyata.

“PDI Perjuangan bahkan punya pengalaman buruk di Pilkada Bali 5 tahun lalu, saat itu alat negara diterjunkan hanya karena ambisi kekuasaan. Jadi, siapa yang punya sejarah gelap menggunakan kekuasaan? Pak SBY jangan lempar batu sembunyi tangan,” ujarnya pada media belum lama ini.

Bambang ingin mengharapkan adanya pembangunan suasana yang kondusif. Dengan demikian rakyat menjadi hakim tertinggi dalam menentukan pimpinan mereka. “Rakyat mencari pemimpin yang kuat secara kultural, berpengalaman serta tidak ambisius di dalam mengejar jabatan,” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here