Upaya Khofifah Jelang Pilgub Jawa Timur

0
143

Jakarta, namalonews.com- Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur Jawa Timur menyatakan diri bahwa ikut dalam intervensi teknologi juga diperlukan untuk membangun atau mengembangkan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) supaya bisa untuk lebih maju lagi.

Khofifah saat berkunjung ke pelaku UKM kemoceng di Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Rabu 25/4/2018 menyatakan bahwa “Jadi siapkan beberapa format terkait dengan hal tersebut supaya bisa lebih efisien bekerja, efektif, jadi penting, supaya mereka bisa kompetitif masuk ke pasar baik tradisional dan modern,” ujarnya.

Khofifah Indar Parawansa mengatakanbahwa terkait dengan intervensi teknologi cukup penting dilakukan.

Beliau pun melihat secara langsung dari para pelaku UKM kemoceng yang dalam proses pengerjaan barangnya dengan menggunakan alat yang sangat sederhana.

Mereka menyatakan bahwa kata Khofifah, iini menggunakan tali rafia yang dipotong-potong dan dibuat dengan cara sederhana sehingga dapat menjadi kemoceng yang siap jual.

“Selain intervensi teknologi maka dari mereka juga harus dibantu secara akses agar bisa tepat sasaran,” ungkapannya.

Khofifah dengan tergas ikut berperan dalam pemerintahan yang sangat penting, termasuk untuk menyiapkan mediasi.

Beliau pun juga mengatakan bahwa ke depannya akan bisa dianjurkan agar ada penanda daerah setempat. Hal tersebut merupakan sebuah langkah sekaligus memudahkan bagi warga lain yang hendak mencari barang agar bisa lebih cepat untuk mendapatkannya.

Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa “Ada beberapa penanda bahwa orang yang masuk dengan suasana tentunya punya persepsi bayangan dan ini bisa jadi bagian dari destinasi wisata edukasi. Contohnya yakni dari anak-anak SMK terinspirasi, mereka ke depan dapat menciptakan industri kreatif di perumahan,” paparnya.

Sedangkan terkait degan pengrajin kemoceng di Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri mengaku selama ini maka kerajinan yang mereka buat memang yang masih manual. Usahanya tersebut tergolong kecil, dengan kapasitas dan harga jual yang lebih masih sangat murah.

Salah satu dari seorang perajin Nadifah mengaku sudah membuat usaha ini sejak tahun 2009. Selama itu dari beberapa produksinya pun juga tidak tentu.

Dalam satu bulan kedepan ini hanya bisa mengirim hingga 600 kemoceng jika pasar lesu. Padahal terdapat beda lagi bahwa barang sejumlah itu biasanya hanya dua pekan.

Nadifah menyatakan diri bahwa “apabila sepi 600 kemoceng maka dalam satu bulan, jika ramai 600 itu bisa dua pekan. Ini maka dari wilayah jualnya Kediri dan sekitar. Namun, terkait dengan hal itu maka harganya sangat murah di bawah standar. Saya pun jual seharga Rp 2.700 per unit, itu upah pekerja hanya Rp 500 per kemoceng,” tuturnya.

Beliau berharap bahwa untuk ke depan usahanya ini bisa semakin maju maka sehingga pendapatan juga bisa semakin banyak. Harga jual kemoceng juga bisa lebih baik lagi, sehingga bisa seimbang antara tenaga dan barang.

bukan hanya itu, Calon Gubernur Jawa Timur  ini mengatakan akan membuat pusat informasi super koridor untuk mempertemukan penjual dan pembeli terutama untuk meningkatkan usaha kecil dan mikro (UKM) yang ada di Jatim.

Khofifah Indarparawansa seperti dikutip dari Antara, pada Jumat (20/4/2018) menyatakan bahwa “Di samping itu pula terdapat sebauh transaksi dengan kuantitas yang cukup besar, tetapi untuk usaha mikro tidak akan nututi (mengejar), oleh karena itu maka ada pelaku UKM harus tergabung dalam koperasi,” ujarnya.

Kemudaian beliau menegaskan bahwa  setelah itu terbentuk nantinya akan ada komunal branding sehingga produk yang dihasilkan oleh para pelaku UKM ini dapat bersaing secara luas.

“Beberapa kali saya pun ikut mengunjungi sentra-sentra yang ada di industri salah satu yang dipesan adalah penguatan koperasi, sehingga keberadaan koperasi ini bisa terus ditingkatkan,” ungkapannya.

Khofifah menilai bahwa untuk  saat ini UKM harus mendapatkan prioritas tersendiri karena merupakan salah satu penguatan ekonomi di daerah baik itu yang berada di gunung sampai pada pesisir.

Khofifah Indarparawansa yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan bahwa “Sehingga dari pemerataan ini perlu dilakukan untuk bisa penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Khofifah sendiri ikut hadir dan menjadi pembicara kegiatan bertajuk Temu Bisnis Koperasi dan UKM Jatim, demi adanya sebuah Eksistensi dan Kebangkitan Ekonomi Rakyat sangat mendukung kegiatan pertemuan ini.

Karena hal yersebut maka menurutnya hal ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan rencana konkret, seperti pada masalah marketing permodalan dan juga persoalan lainnya.

“Koperasi UKM tersebut bisa menjadi langkah awal, termasuk bagaimana mendapatkan dukungan seperti permodalan,” tandas Khofifah.

Sumber berita :

Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN ikut melanjutkan dalam safari politiknya di Jawa Timur dengan menggelar Temu kader PAN di Kota Kediri. Kehadiran Zulkifli tersebut disambut langsung Calon Gubernur yang diusung PAN Khofifah Indar Parawansa.

Hadir pula untuk melakukan sambutan dari Zulkifli Hasan Calon Wali Kota Kediri Abubakar dan ribuan kader yang memadati Gedung Simpang Lima Gumul, Kediri pada hari Senin (23/4/2018).

Kehadiran dari Zulkifli ini disambut kader PAN dengan salawat bersama Khofifah. Zulkifli Hasan pun ikut larut dalam selawat Badar

Zulkifli Hasan menyatakan bahwa “Salatullah Salamullah Ala Toha Rasulillah, Insyaallah untuk Jawa Timur PAN pilih Calon Gubernur yang amanah. Namanya Ibu Khofifah,” katanya menerangkan.

Sehingga dari itu kepada seluruh kader PAN Zulkifli Hasan meminta untuk tetap kerja keras dan kerja cerdas memenangkan Khofifah

“Kalau yang lain maka sudah dapat bekerja keras. Kader dari PAN harus kerja lebih keras. Saya kok optimis kali ini Bu Khofifah bisa menang. Wis wayahe sekarang Bu Khofifah menang,” lanjutnya.

Dalam sambutannya demikian maka Khofifah menyampaikan terima kasih atas dukungan Partai Amanat Nasional yang dibuktikan dengan kesungguhan dan kerja keras yang benar-benar harus dijaga.

“PAN apabila sudah di dukung secara langsung kerja keras luar biasa secara Konkret dan apa adanya,” ungkap Khofifah.

Secara khusus maka beliau juga menyampaikan terima kasih pada sosok Zulkifli Hasan.

Khofifah menyatakan bahwa “Pak Zul yang sangat luar biasa bisa keliling Jawa Timur demi PAN dan pemenangan Khofifah-Emil. Sebagai sahabat, saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Khofifah Indar Parawansa lebih lanjut meneruskan safari politiknya di Kediri dengan blusukan ke pasar tradisional hal ini tidak lain untuk untuk menyerap aspirasi warga.

Seperti yang ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, pada Selasa (24/4/2018) bahwa selain menyapa pedagang dan pembeli, Menteri Sosial non-aktif ini pun ikut dalam memborong jajanan tradisional seperti Cenil, Tempe sampai pada sayur-sayuran. Barang yang akan dibeli kemudian dibagikan kepada pengunjung di pasar.

Dari sejumlah pedagang pasar tradisional yang sudah didatangi, Khofifah menilai bahwa secara umum mengalami kerusakan infrastruktur.

Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa emnyatakan bahwa “Masyarakat dari kelas menengah apabila sudah musim hujan maka sudah pasti menghindari pasar tradisional kecuali yang punya asisten. Suasana itulah yang menjadi PR se-Jawa Timur,” ujarnya.

Usai blusukan di pasar tradisional maka ibu Khofifah melanjutkan agenda kampanyenya ke sentra kerajinan kemoceng yang berada di Desa Turus, Kecamatan Gurah, yang dikerjakan oleh para ibu rumah tangga.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here