Upaya Ridwan Kamil Menangkan Pemilu di Jawa Barat

0
161

Jakarta, namalonews.com- Pasangan calon Gubernur Jawa Barat dan calon wakil gubernur dengan nomor urut 1 yakni bernama Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum atau akrab di sapa Rindu ini mendapatkan dukungan dari mantan Gubernur Jawa Barat, Solihin GP pada tahun 1970-1974.
“Saya memang sudah dari dulu sudah berusaha untuk mencari figur pemimpin di Jabar dan saya selalu mengajukan nama Ridwan Kamil, bahkan nggak pernah ganti,” tegas tokoh sesepuh dari Jawa Barat ini di rumahnya di Cisitu Indah, Kota Bandung, pada hari Minggu, 10 Juni 2018.
Menurut pria yang lebih akrab disapa dengan Mang Ihin Ini, Ridwan Kamil memang merupakan sosok figur dengan latar belakang dari keluarga Sunda yang baik dan beragama.
“Emil saat ini sudah bisa menjadi contoh bagi keluarga yang baik. Emil sendiri adalah putra Sunda Jabar. Alasan kesundaannya ini tidak akan saya tinggalkan. Keluarga dari beliau sendiri sudah terbukti terpelajar, saleh, dan beragama,” paparan seorang inisiator organisasi Gerakan Hejo yang dikutip oleh Merdeka.com, pada hari Senin (11/6/2018).
Solihin sendiri pun ikut merasa yakin bahwa dirinya tidak salah dalam memberikan dukungan, karena Ridwan Kamil memang bisa dipercaya dan memiliki profesi, keahlian, dan pengalaman yang bisa dipakai untuk menjalankan roda pemerintahan.
Kang Emil sendiri pun senang karena mendapat dukungan ini. Beliau berharapbahwa dukungan Mang Ihin tersebut dapat didengar oleh warga Jabar.
Baginya peraih Walikota Terbaik Versi 2017 versi Kemendagri ini memeberikan dukungan dari tokoh di Jabar seperti ini memang sangat penting dalam upaya untuk memenangkan Pilgub Jabar tahun 2018.
“Saya merasa mendapat suntikan moril yang luar bisa. Semangat ini yang akan saya sampaikan kepada relawan dan warga Jabar nantinya. Insya Allah dengan adanya restu dari para orangtua di Jabar, maka kami dapat memenangkan pilgub dengan maksimal,” ungkap Ridwan Kamil penuh harap.
sedangkan dari Ketua tim pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Saan Mustopa ini menyebut pesaingnya adalah dari pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sehingga memang butuh keajaiban untuk bisa menyaingi Ridwan Kamil dalam perebutan jabatan pada Pilkada Jabar 2018 ini.
“Bukan maksud untuk mengecilkan, namun dengan adanya waktu yang tersisa ini bisa dugunakan untuk mendekati (elektabilitas Ridwan Kamil) apa saja yang sepertinya berat,” ungkap Saan di Bandung, pada hari Minggu 10 Juni 2018.
Kendati demikian, maka lanjut beliau memberikan persaingan di Pilkada Jabar bahwa hanya akan terjadi dengan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Sedangkan dari beliau mengatakan bahwa ada dua pasangan lain yang hanya akan jadi penonton saja.
“Indikatornya adalah apabila dari pasangan Deddy Mizwar ini sebagai incumbent, dan juga yang didasarkan pada hasil survei menyatakan bahwa yang presentasenya ini akan selalu berkejaran dengan Ridwan Kamil. Walaupun demikian Saya tetap yakin bahwa yang bertarung itu hanya pasangan nomor urut satu dengan empat saja,” ungkapnya menerangkan.
Saan memperjelas bahwasanya ada prediksi dalam persaingan yang sengit tersebut maka Ridwan Kamil dengan Deddy Mizwar yang akan berlangsung di beberapa wilayah yang strategis seperti di Kabupaten Bogor yang memiliki DPT serta paling besar dan Karawang.
Menurutnya, bahwa perolehan elektabilitas antara Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar ini masih imbang. Sedangkan yang di Karawang, kata Saan, paslon yang diusungnya sudah diklaim menang tipis dari Deddy Mizwar.
“Di Kabupaten Bogor sendiri pada posisinya ini imbang antara Rindu dengan Deddy-Dedi. apabila di Karawang, Purwakarta dan Bekasi, walaupun Rindu ini unggul, namun masih splitnya yakni 5 persen, sehingga belum yang lebih signifikan,” ungkap Saan.
Sedangkan di kota Bandung Raya Saan sendiri mengklaim bahwa sudah terkunci sebagai basis kemenangan yakni dari Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul pada Pilkada Jabar.
“Di daerah yang kaya seperti Bandung raya, maka kami pun ikut menangnya yang bisa dibilang cukup jauh, rasanya memang sudah cukup emosionalnya, tidak mungkin lagi bisa kegerus oleh pasangan lainnya. Maka kami pun ingin bertarung demikian apabila ada tiga wilayah yaitu Cianjur, Kota Bogor, Sukabumi, Kota Sukabumi ini kemudian ditambah dengan Utara, Subang, Majalengka, Sumedang,” tuturnya menerangkan.
Saan menilai bahwa dalam Pilkada Jabar yang kali ini tidak akan ada kuda hitam atau kejutan yang di menit akhir ketika dalam pemungutan suara. Apabila terdapat tim lain yang mengklaim demikian maka itu menurutnya sudah di luar akal sehat.
“intinya yang jelas kita ingin pasangan Rindu bisa di posisi menang. Bukan maksud dari kita untuk underestimate, akan tetapi rasanya dengan waktu yang tersisa ini kita hanya butuh ada keajaiban lah yang bisa mengimbangi pasangan nomor satu dan empat,” ungkap Saan.
Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini melakukan berbagai upaya salah satunya yakni berkomitmen untuk menjadikan Jabar sebagai provinsi yang blebih maju dengan adanya teknologi dan inovasi. Salah satunya,yakni terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam.
“Teknologi tenaga surya yang dapat kita kembangkan. Maka ini bisa mengurangi beban energi yang kita butuhkan yang selama ini fokus pada penambangan, seperti halnya batu bara dan lain sebagainya,” ujar Ridwan Kamil ketika berkunjung ke PT Sky Energi Indonesia di kota Bandung, seperti dilansir oleh Antara, pada Jumat (8/6/2018).
Pria yang lebih akrab disapa dengan Emil ini mencontohkan, bahwa teknologi tenaga surya produksi PT Sky Energy Indonesia ini merupakan produk yang saat ini tengah dicari oleh dunia dan memang sudah diekspor hingga ke 60 negara.
Dengan demikian, apabila terpilih menjadi Jabar 1, maka dia akan menerapkan konsep yang serupa di Jawa Barat untuk memberikan sumber energi alternatif dibandingkan penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan.
“Perusahaan tersebut juga dalam proses produksi motor listrik yang akan menjadi perusahaan kebanggaan Jawa Barat dan sesuai dengan visi Rindu (Ridwan Kamil-Uu) untuk menjadikan Jabar sebagai provinsi inovasi,” ungkap Ridwan Kamil yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yakni Uu Ruhzanul Ulum.
Emil sendiri tidak mau untuk memungkiri apabila inovasi teknologi tenaga surya tersebut masih terbilang baru di masyarakat.
Meskipun demikian, beliau pun masih optimistis melakukan sosialisasi untuk ke depannya dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang masih asing dengan teknologi surya.
“Perubahan ini hanya masalah waktu, pasti nantinya sedikit demi sedikit masyarakat akan bergeser dan sadar sendiri bahwa anugerah Tuhan, cahaya matahari bisa bermanfaat besar dan jangan disia-siakan dan bisa untuk dikonversi,” jelasnya.
Indikator Politik Indonesia yang sudah merilis hasil survei Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat dalam Pilkada Jabar. Maka hasilnya, terdapat empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur, salah satunya yakni pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang bisa mengungguli ketiga pesaingnya.
“Survei telah menunjukkan ada 40,9 persen pemilih yang memilih pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum), ditempelkan bahwa pasangan Dedy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Duo DM) yakni dengan perolehan 35,6 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin dalam pemaparan di Pilkada Jabar pada kantornya di Cikini, Jakarta Pusat, hari Rabu (6/6/2018).
Menurut Burhan, kedigdayaan dari pasangan Rindu ini belum dapat dikatakan aman. Alasannya yakni ada paslon tersebut ini masih ditempel ketat Duo DM yang terpaut 5 persen.
“Keunggulan ini tipis, kendati demikian maka ingin memastikan kemenangan, mau dari itu tidak mau ada suara untuk militansi pemilih jadi penentu kemenangan,” ungkapannya menerangkan.
Burhan memberikan penjelasan bahwa ada dua calon lain yakni dari pasangan PDI Perjuangan dan PKS-Gerindra, yang menempati posisi ketiga dan keempat. Hasilnya, dari pasangan calon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu yang menempati urutan ketiga dengan meraih 5,3 persen. Sedangkan, untuk pasangan calon TB Hasanuddin dan Anton Charliyan hanya meraih 2,7 persen, dengan 15,4 persen yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here