Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi Masyarakat Jelang Pilkada di Jateng

0
164

Jakarta, namalonews.com- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang berada di Jawa Tengah menyatakan siap untuk bekerja bersama secara intensif untuk mensukseskan pilkada di Jawa Tengah. Dalam hal ini yang di usung yakn dari calon gubernur Ganjar Pranowo, yang ketika sudah terpilih nantinya akan kembali untuk periode yang selanjutnya.

Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Widadi saat berdialog dengan Ganjar Pranowo di Semarang, seperti dilansir oleh Antara pada Selasa (5/6/2018) menyatakan bahwa “PGRI sudah memberikan pengakuan bahwa dari kinerja impresif Gubernur Ganjar pada periode pertama yang berada di dalam dunia pendidikan ini sehingga kami sudah siap ketika  nantinya diajak bicara lagi ke depan,” ujarnya menerangkan.

Dialog yang berlangsung tersebut dalam suasana yang penuh dengan rasa kekeluargaan tersebut juga dihadiri oleh para Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia PGRI Sudharto dan Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, serta ada pula puluhan pengurus dan anggota PGRI dari Jateng.

Rektor UPGRIS Muhdi pun ikut memberikan apresiasi secara inisiatif Ganjar dalam memperjuangkan nasib guru-guru tidak tetap hingga ke Presiden Joko Widodo.

Muhdi menyatakan bahwa “Bahkan berkat perjuangan Ganjar Pranowo bersama PGRI, pemerintah pusat menyatakan akan merekrut 100 ribu guru,” ucapnya menerangkan.

Beliau bahkan ikut mendoakan Ganjar Pranowo supaya dapat terpilih kembali dan memenangkan pilkada untuk menjadi Gubernur Jateng pada periode 2018-2023 sehingga dapat bekerja sama lebih baik lagi dengan PGRI.

Muhdi lebih lanjut menambahkan bahwa “Kami siap untuk membantu Pak Ganjar dalam berbagai berkontribusi untuk memikirkan pendidikan di Jateng,” katanya.

Peserta yang dialog ikut mengusulkan agar pejabat dari jajaran Dinas Pendidikan ditempati oleh orang-orang yang memang sudah di rasa memiliki kompetesi dan ada pula bantuan alat kesenian yang berupa gamelan di sekolah-sekolah.

Ganjar Pranowo sendiri sudah berkata sendiri dan menyebutkan bahwa solusi pendidikan Indonesia bukan dengan meniru sistem pendidikan dari negara Finlandia, akan tetapi perlu dan harus dikembalikan pada substansi mendidik salah satu bentuknya yakni yang menempa moral serta etika manusia.

Ganjar berkata bahwa “Saya sudah pernah pergi ke Finlandia, ke LAN-nya (Lembaga Administrasi Negara), pejabat tingginya orang partai, saya tanya bagaimana ketika Anda memisahkan kepentingan politik dan profesionalisme birokrasi, jawabannya yakni etika,” ungkapannya.

Dia pun bercerita tentang bagaimana menerbitkan Peraturan Gubernur yang terkait dengan  pembatasan emisi kendaraan di lingkungan Pemprov Jateng pada setiap Jumat. Dalam hal ini di mana seluruh pegawai termasuk gubernur dilarang untuk membawa kendaraan pribadi, namun masih di perbolehkan untuk naik sepeda, kendaraan umum, atau bisa pula dengan  jalan kaki.

Ganjar menjelaskan bahwa “Regulasi tersebut sudah saya cabut lagi karena semua curang, bawa mobil diparkir di Taman KB dan ironisnya yang pertama kali melanggar itu petugas dari Satpol Pamong Praja yang seharusnya menegakkan pergub. Sehingga terkait dengan hal ini yakni soal moral dan etika, sistem dan regulasi nanti dulu deh,” tuturnya.

Ganjar sendiri yang sudah mengakui bahwa dirinya sangat sedih ketika mendapati kenyataan masih banyak guru yang menyuap supaya bisa naik pangkat untuk menjadi kepala sekolah.

Suami Siti Atikoh itu pun  juga merasa sangat prihatin ketika ada orang yang mau mendirikan sebuah sekolah, namun mencoba untuk kolusi.

Ganjar menegaskan kembali bahwa “Orang itu menyatakan akan mendukung Ganjar pada Pilgub Jateng jika atas izin pendirian sekolah diterbitkan, kemudian saya bilang silakan mendaftar nanti diverifikasi, eh ternyata dia menjawab wong mau didukung kok enggak mau bantu, terus saya balas lagi kalau mendukung silakan, kalau pakai syarat tidak usah,” tegasnya.

Ganjar Pranowo sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah ini melakukan berbagai tindakan salah satunya yakni dengan menyebarkan virus kerukunan dan kreativitas kepada berbagai komunitas masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan yang ada di Kabupaten Cilacap.

Taj Yasin Maimoen selaku Pasangan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah ini pun sudah  menyempatkan bahwa dirinya berkunjung ke Komunitas Penghayat Kepercayaan, Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung yang memiliki rumah bersama di Jalan Pepaya RT 1 RW 4 Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan.

Sekitar 50 orang yang menjadi penghayat kepercayaan dan ikut dalam menyambut Ganjar Pranowo di pasemuan selain itu, ada dialog yang berlangsung dengan santai dan penuh dengan rasa kekeluargaan meskipun tidak menggunkana pengeras suara.

Beliau pun memberikan apresiasi kepada masyarakat Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung yang konsisten dalam menjaga ajaran dan budaya leluhur.

Selain laku urip yang menjadi pegangan hidup, Ganjar pun menekankan bahwa sangat penting untuk tetap menjaga kerukunan dan saling tolong menolong untuk dijadikan sebuah  budaya yang harus terus disemai terus.

Ganjar memberikan penjelasan terkait dengan arti kerukunan seperti dikutip dari Antara, Kamis (7/6/2018) bahwa “Kerukunan itu pangkal kemajuan, apabila dari kita tidak rukun, maka berkelahi terus ya tidak akan bisa maju, maka dari itu tidak ada satu persoalan pun yang bisa jadi alasan untuk tidak rukun, termasuk dalam pemilihan kepala daerah,” ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut di Kabupaten Cilacap, Ganjar pun tidak lupa mengunjungi PT Wahana Kasih Mulia yang mengajar ibu-ibu rumah tangga.

Yang diajarkan terkait dengan keterampilan menjahit dan keterampilan untuk membuat barang kebutuhan bayi, mulai dari bantal, selimut, boneka, matras, gendongan, hingga baju bayi dengan pasar yang sudah merambah di seluruh Indonesia.

Ganjar juga sempat berdialog dengan manajemen dan karyawan pabrik yang menekankan pentingnya kreativitas dalam membuat sebuah produk.

Ganjar Pranowo menerangkan kembali bahwa “Ada kesan kreatif di sini bahwa orang yang kreatif itu pasti adaptif, sehingga dari karyawan tidak cukup hanya kerja keras, namun harus kreatif dan inovatif,” tuturnya.

Bukan hanya itu saja, Ganjar pun memunculkan kreativitas warga dengan cara dibahas ketika  datang ke Pondok Pesantren Rubat Mbalong El Firdaus di Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja.

Di pondok pesantren tersebut tentunya ada banyak para santri, kemudian dari mereka ikut  dilibatkan dalam berbagai unit usaha, beberapa diantaranya yakni mulai dari pertanian sampai pada produksi sandal unik dengan merek Kentir.

Ganjar merupakan salah satu dari konsumen sandal merek Kentir bahkan beliau sendiri sudah memiliki dua pasang yang dibeli ketika berkunjung padatahun lalu.

Mantan anggota DPR RI itu mengakui, dirinya sangat senang dengan ponpes inovatif yang diasuh Kiai Haji Muhammad Ahmad Hasan Mas’ud atau Gus Hasan ini.

Ganjar menyatakan bahwa “Dengan model suatu  pendidikan yang seperti di sini, maka besok ketika sudah lulus santri datang ke saya bukan hanya membawa proposal untuk minta duit, akan tetapi proposal tersebut membawa ide. Syukur apabila sudah mencoba jadi fondasi sebuah bisnis yang sudah ada dan tinggal dikembangkan saja, maka dengan senang hati saya ada bantu dari sisi permodalan,” jelasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here