PDIP: Haul Bung Karno Perkuat Kaum Soekarnois dan Nahdliyin

0
138

Jakarta, namalonews.com- Ketua Umum PDIP yaitu Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh beberapa tokoh nasional serta kader berziarah ke makam dari Bung Karno yang berada di Blitar Jawa Timur. Kegiatan tersebut adalah salah satu dari bagian Haul ke-48 Bung Karno.

Sekjen dari PDIP yaitu Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa haul Bung Karno merupakan sebuah tradisi lama yang sampai saat ini hidup di masyarakat. Tahun lalu, perayaan yang sama dihadiri oleh megawati dan Agil Siradj yang merupakan Ketua Umum PBNU.

Menurutnya, dari seluruh dokumen sejarah sebuah perjuangan bangsa serta berbagai kelompok nasionalis dan religius  akan selalu berjalan bersama. Bahkan NU yang merupakan salah satu dari titik kekuatan yang menopang NKRI yang ber-Pancasila tersebut.

Hasto mengatakan bahwa di situlah titik temunya dengan para Soekarnois untuk dapat membangun sebuah persahabatan serta gotong royong dalam membangun bangsa serta negara. Maka dari itu mereka akan merayakan secara bersama-sama.

Hasto menambahkan bahwa selama ini kekeluargaan Soekarnois serta Nahdliyin telah terbangun secara baik. Dia akan menjalankan berbagai hal tersebut terlihat juga pada keterpaduan keduanya yang mengusung Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di Pilihan Gubernur Jawa Timur ini.

Hasto mengatakan bagi PDIP bergotong royong dengan para kaum Nahdliyin telah ditanamkan pada awal. Hal tersebut bahkan diajarkan dalam sebuah sekolah dari partai PDIP, dimana yang selalu diingatkan mengenai kerja sama dengan Nahdliyin untuk membangung bangsa dan negara ini.

Kombinasi mengenai kelompok nasionalis serta religius tersebut menjadi sebuah kekuatan dari bangsa ini dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di zaman. Hal tersebut ditegaskan oleh Mahfud MD sebelum menghadiri acara Haul Bung Karno tersebut.

Menurutnya perayaan ini sangat penting karena arus utama bagi kekuatan bangsa saat ini tidak dapat dipungkiri yaitu nasionalis dan arus agama. Mengombinasikan hijau serta merah membuat negara ini akan menjadi lebih kuat.

Haul Bung Karno digelar di Blitar serta dihadiri oleh berbagai tokoh. Mahmud MD mengatakan jika kekuatan hijau serta merah tersebut telah bertemu pada titik hidup bangsa serta negara dengan sebuah ikatan Indonesia berdasarkan Pancasila.

Ia mengatakan bahwa ia mengira jasa terbesar dari Bung Karno adalah sebuah Pancasila. Dimana hijau akan maju terus dan ikut mengurus negara ini. Begitupun juga nasionalisme yang akan semakin kuat gerakannya tersebut.

Oleh sebab itu, Mahfud mengatakan bahwa kombinasi tersebut menjadi salah satu hal yang penting disemua level Indonesia. Baik dalam tingkat birokrasi, tingkat praktis dan pemikiran ideologi. Sehingga keluarnya sebuah produk nasional Indonesia secara agamis.

Ia juga menjelaskan bahwa pidato Bung Karno tersebut bukanlah negara agama dan bukan negara yang sekuler. Disitulah bertemunya sebuah efektivitas sehingga munculah kebersamaan yaitu sebuah hukum Nasional.

Menurur Mahfud hingga saat ini sudah terdapat beberapa unsur dari luar yang ingin memisahkan kebersatuan merah dan hijau. Kekuatan tersebut ingin memecah belah Indonesia. Mahfud mengatakan bahwa terdapat ideologi baru yang dibawa tersebut tidak mengerti mengenai sejarah perjuangan dari bangsa Indonesia ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa mereka ingin mendirikan sebuah negara dengan model baru, mereka sering muncul sebenarnya membawa beberapa ide dari luar. Dan mereka merupakan anak Indonesia yang telah lahir sesuah tahun 50 an tersebut sesudah tahun 60 an belajar ke sana. Mereka tidak memahami mengenai pesan dari sejarah bangsanya jika sebenarnya umat islam tersebut sudah membicarakan mengenai hal ini dan sudah sampai final dalam mendirikan negara yang bernama Darul Haditz.

Doa para anak yatim piatu yang mengiringi acara Haul Bung Karno. Kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 1 Juni lalu dan berlangsung hingga akhir bulan ini.

Doa yang terus dipanjatkan oleh para anak yatim piatu tersebut sekitar 100 anak yang menaiki bus dengan para peziarah dewasa lainnya. Sampai dimakam, mereka terus mendiakan sebelum acara Haul Bung Karno tersebut dimulai.

Tito Pradopo yang merupakan pemimpin rombongan tersebut menohon doa para anak yatim piatu untuk arwah dari Bung Karno agar mendapatkan kemuliaan yang ditinggikan oleh Allah SWT.

Selaim itu juga terdapat beberapa rombongan anak yatim piatu dari Mojokerto yang dipimpin oleh Henky Kurniadi yang merupakan anggota dari DPR RI.

Ia bersama dengan para anak yatim puatu selesai berdoa dari Makam Bung Karno. Di lokasi tersebut, ia berjalan dengan para peziarah anak-anak dan dewasa lainnya. Selain itu, di lokasi tersebut juga telah diadakan sebuah kegiatan doa dari para umat beragama. Mereka saling bergantian untuk melakukan sebuah ritual doa yang ada di pelataran tersebut.

Menurut jadwalnya, acara Haul Bung Karno tersebut akan didahului oleh sebuah pembacaan Surat Yassin dan Tahlil untuk mendoakan arwah dari Bung Karno tersebut. Kegiatan tersebut bersamaan dengan doa oleh para anak yatim serta para masyarakat yang berziarah ke makam tersebut.

Ahmad Basarah mengatakan jika moment acara di tahun ini sangat menbahagiakan. Karena juga dihadiri oleh beberapa dari keluarga Bung Karno dan para tokoh bangsa lainnya. Moment tersebut juga sangat menegaskan bahwa hubungan kultural serta kebersamaan para ulama NU dan para kaum nasionalis yang sangat erat hingga saat ini.

Gus Ipul mengatakan bahwa Haul Bung Karni tersebut menjadi salah satu moment yang dapat memperkuat semangat kebangsaan terutama para Soekarnois dan Nahdliyin.

Ia menyampaikan bahwa peringatan Haul Bung Karno menjadi Juni Bulan Bung Karno. Hal tersebut menjadi sebuah momet yang sangat tepat untuk mereflekso dan memperkuat kedekatan para Soekarnois dan NU untuk menjaga bangsa dan negara ini.

KH Bisri Syansuri yang merupakan seorang pendiri NU menjelaskan mengenai sejarah membuktikan peran yang sangat penting bagi para NU, kaum nasionalis serta para elemen dari bangsa lainnya dalam menjaga dan mempertahankan NKRI ini.

Para kaum nasionalis serta nahdliyin ini sangat konsisten dalam menjaga negara tersebut dari berbagai gelombang. Keduanya sangat berperan penting dalam menetapkan sebuah Pancasila untuk menjadi dasar negara.

Gus Ipul juga mengatakan bahwa tugas generasi saat ini yaitu menjaga NKRI agar tetap tegak serta mengayomi semua.

Puti Guntur Soekarno juga mengatakan pada masa lalu persahabatan antara Bung Karno sangat dekat dengan para ulama NU. Dalam banya pengambilan sebuah keputuasan, Bung Karno selalu meminta sebuah nasehat dari para ulama NU.

Di Jawa Timur, saat ini Puti mendapatkan sebuah tugas dari ketum Megawati Soekarnoputri untuk merajut merah putih, serta merawat di Jatim. Tugas tersebut selalu berkaitan dengan kaum NU serta nasionalis yang merupakan bagian besar dari kota Jawa Timur.

Itu sebabnya dalam setiap kunjungan di berbagai daerah di dalam sosialisasi Pilkada Jatim 2018, Puti berupaya untuk menyempatkan diri sowan ke para ulama salah satunya yaitu ibu-ibu nyai.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here