Pelantikan Iriawan dari Kemendagri, Yang Salah Selalu Orang Lain

0
161

Jakarta, namalonews.com- Pelantikan Komjen Mochammad Iriawan sebagai pejabat gubernur Jawa Barat oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (18/6/2018) mendapat tanggapan yang beraneka macam. Kali ini tanggapan berasal dari Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut Dahnil, dia tidak paham dengan logika presiden. Ia merasa heran lantaran jika ada kesalahan, kesalahan itu ada pada orang lain.

“Saya tidak paham dengan logika Presiden. He is The BOSS, kok ngomong ngono.  Seolah kalau ada yang salah, selalu orang lain, bukan Pak Presiden,” tulis Dahnil dalam akun Twitternya.

Perihal pengangkatan Iriawan, selama ini Jokowi menyatakan bahwa hal itu sesuai dengan prosedur.

“Mendagri tentu saja sudah melalui tahapan-tahapan pengkajian, juga pemikiran-pemikiran, serta pertimbangan-pertimbangan. Semuanya sudah (dilakukan) dalam pengusulan PJ Gubernur Jabar,” kata Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi menyatakan bahwa usulan Iriawan menjabat sebagai PJ Gubernur Jabar datang dari Kementerian Dalam Negeri. Dirinya pun mengakui setuju atas usulan tersebut.

“Usulannya dari bawah. Dari Kemendagri baru ke kita,” kata Jokowi.

Namun demikian, kata Jokowi, dia tidak merinci alasannya menyetujui Iriawan yang pada saat itu masih merupakan jenderal aktif. Pengakuan Presiden Jokowi  yang menyatakan bahwa dirinya tidak mengusulkan penunjukan Komjen Pol M Iriawan sebagai penjabat (Pj) gubernur Jawa Barat, mengisyaratkan bahwa pengangkatan mantan Kapolda Metro Jaya itu bermasalah sedari awal.

Setidaknya begitulah kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay.

Walaupun begitu, Saleh mengakui bahwa prosedur pengusulan dan pengangkatan seorang menjadi bupati, wali kota, atau gubernur adalah wewenang Kemendagri.

“Karena itu, tanggung jawab terhadap semua proses yang ada adalah di tangan Kemendagri,” tegasnya.

“Semestinya, Kemendagri sudah mengetahui hal itu sejak awal. Jika pelantikan tetap dilaksanakan, berarti kritik yang disampaikan berbagai pihak tidak didengar dan tidak dijadikan bahan pertimbangan,” sesalnya.

Sebagian pihak menilai bahwa pernyataan Jokowi tersebut menandakan,ndia menandatangani pengangkatan Iriawan tanpa membaca terlebih dahulu Surat Keputusan (SK) penunjukan Iriawan. Terkait itu, Saleh menjelaskan bahwa Jokowi sebatas mendengar masukan Kemendagri.

“Dia (Jokowi) tidak melakukan uji keabsahan penunjukan Iriawan. Mungkin itu sebabnya SK-nya bisa langsung terbit. Kalau presiden tahu dan menilai ada sesuatu yang salah, maka tentu dia tidak akan tanda tangan. Masalahnya, ini ditandatangani,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku bahwa penunjukan Iriawan sebagai penjabat gubernur Jawa Barat bukan merupakan usulannya.

“Saya kira lebih detail silahkan tanya ke Mendagri ya,” kata Jokowi

Diketahui, masa jabatan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jabar berakhir pada Rabu (13/6/2018).

Kemendagri kemudian menunjuk Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur hingga dilantiknya Penjabat Gubernur.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here