Pemerintah Pantau Harga Bahan Pokok Di Sulut

0
130

Jakarta, namalonews.com- Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan perkembangan harga kebutuhan bahan pokok di pasar. Hal ini bertujuan agar harga kebutuhan tersebut masih berada pada kondisi wajar setelah libur lebaran 2018.

“Pasar tetap dipantau dan diawasi agar barang-barang di Pasar masih wajar usai libur lebaran. Jika pergerakannya sudah tidak wajar, akan secepatnya dilakukan langkah antisipasi,” demikian Hanny Wajong-Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara pada Jumat (22/6/2018) di Manado.

Hanny mencontohkan harga minyak goreng di pusat perdaganan Kota Manado-Sulawesi Utara mengalami penurunan setelah libur lebaran 2018. Penurunan harga ini harus dipantau agar sesuai kondisi yang wajar.

“Harga minyak goreng curah turun dari sebelumnya Rp 12 ribu per kilogramn menjadi Rp 11.750 per kilogram,” lanjut Hanny.

Hanny melanjutkan pergerakan harga tersebut mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena stok pangan cukup banyak di tangan pedagang. Ia mengakui bahwa memang hukum pasar pasti terjadi jika banyak harga akan turun, maupun sebaliknya jika stok berkurang otomatis harga akan naik.

Sejauh ini, Hanny menyebut pergerakan harga bahan pokok tidak naik signifikan dan masih dapat dijangkau oleh masyarakat. Yang terpenting, menurut Hanny, adalah bagaimana sejumlah kebutuhan pokok tersebut selalu tersedia baik di pasar tradisional maupun swalayan.

“Yang paling dikhawatirkan jika ada sebagian atau salah satu kebutuhan pokok mengalami kelangkaan. Itu berpeluang besar akan mengalami lonjakan harga dan sulit dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here