Penguatan Dolar AS Berefek Pada Negara Lain

0
157

Jakarta, namalonews.com- Mata uang dolar AS diperkirakan akan terus menguat hingga akhir tahun. Hal ini akan menimbulkan tekanan terhadap mata uang negara-negara lain termasuk di antaranya nilai tukar rupiah. Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI-Dody B Waluyo pada Jumat (22/6/2018).

Dody menyebut meski tekanan dolar AS akan membayangi nilai mata uang rupiah sepanjang tahun, tapi Indonesia akan tetap akan karena Bank Sentral akan menjaga nilai tukar rupiah tidak melemah ke level yang jauh dari nilai fundamental.

Lebih lanjut, ia menambahkan penyebab tekanan terhadap rupiah dalam beberapa hari ini disebabkan adanya perbaikan data ekonomi AS. Semakin seru perang dagang antaran AS dan Cina, ditambah pula isu stabilitas geopolitik, serta harapan pasar terhadap kenaikan suku bunga the Federal Reserve sebanyak 3-4 tahun ini.

Dody menyebut BI telah menghitung kemungkinan dolar AS tetap menguat terhadap mata uang negara lain hingga akhir 2018.

Sejak pembukaan perdagangan beberapa hari yang lalu, nilai tukar rupiah menunjukkan pelemahan. Nilai tukar rupiah antarbank di Jakarta pada Jumat (22/6/) melemah 0,04 persen menjadi Rp 14.108 per dolar AS dibandingkan sebelumnya yakni Rp 14.102 per dolar AS.

Dody melanjutkan Bank Sentral akan tetap menjaga kepercayaan investor terhadap aset rupiah tetap positif.

Ia pun menjelaskan bahwa Bank Sentral memiliki 4 strategi lanjutan di antaranya menerapkan fokus kebijakan jangka pendek untuk memperkuat stabilitas ekonomi. Kedua, memastikan BI akan menempuh kebijakan lanjutan yang antisipatif dan mendahuluhi dibandingkan tekanan yang akan timbul.

Dalam hubungan itu, kebijakan lanjutan yang dimaksudkan adalah kenaikan suku bunga dan disertai dengan relaksasi kebijakan pelonggaran kebijakan pinjaman untuk mendukung sektor perumahan.

Ketiga adalah memastikan BI akan melanjutkan kebijakan intervensi ganda di pasar, menjaga likuiditas, dan membangun komunikasi baik serta memperkuat koordinasi BI, Pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here