Survei: Jokowi Menang Jika Head to Head dengan Prabowo di 4 Provinsi Ini

0
217

Jakarta, namalonews.com- Lembaga survei indo Barometer telah merilis sebuah hasil survei kepuasan terhadap cara kinerja dari Jokowi. Survei tersebut telah digelar Indo Barometer di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Direktur Eksekutif Indo Barometer yaitu M Qodari mengatakan bahwa secara umum, tingkat kepuasan terhadap para masyarakat dari Provinsi Jawa Barat terhadap cara kinerja dari Jokowi tersebut sebagai presiden sebesar 60.2 persen.

Sedangkan di Jawa Tengah tingkat kepuasan para masyarakat mengenai cara kinerja Jokowi hingga 87 persen. Sementara di Sulawesi Utara hingga 78.8 persen dan di Sulawesi Selatan mencapai 50.6 persen.

Menurur Qodari pada sisi lain para masyarakat lebih tidak puas terhadap Ketum Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto. Bahkan dalam sebuah simulasi Pilpres daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat, Jokowi masih tetap unggul diatas Prabowo Subianto.

Di Jawa Barat, jika Jokowi head to head dengan Prabowo maka ia akan lebih unggul mencapai 41.4 persen. Sedangkan, Prabowo hanya mengantongi suara hingga 31.9 persen.

Sementara di Jawa Tengah, Jokowi masih unggul dengan perolehan hingga 78.4 persen serta Prabowo 13.1 persen. Kemudian di Sumatera Utara, Jokowi juga berhasil di urutan pertama dengan 56.6 persen sedangkan Prabowo 21.2 persen. Nah di Sulawesi Selatan Jokowi berhasil unggul dengan suara hingga 29.1 persen dan Prabowo 21.9 persen.

Survei Indo Barometer ini dilaksanakan pada kurun waktu bulan Mei dan Juni 2018. Di Jawa Barat hasil survei akan dilakukan dengan 1.200 responden dengan sebuah kesalahan penelitian sebesar hingga 2.83 persen dengan sebuah tingkat kepercayaan hingga 95 persen suara.

Sementara untuk Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara terdapat jumlah responden hingga 800 orang dengan sebuah margin of error penelitian sebesar hingga 3.46 persen suara dengan sebuah tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

Kesempatan Jokowi untuk tetap mempertahankan jabatannya dalam Pilpres 2019 mendatang cukup tinggi menurut hasil survei saat ini.

Hal tersebut karena ditandai dengan tingkat keterpilihan atau elektabilitas Jokowi yang masih tinggi hingga saat ini. Selain itu juga berbagai tingkat kepuasan para masyarakat terhadap cara kinerja Jokowi yang terhitung juga sangat tinggi.

Dengan melalui sebuah pertanyaan terbuka 41.5 persen dari responden menyebut nama Jokowi. Dibelakangnya juga terdapart 18.2 persen nama yang disebut merupakan Prabowo Subianto.

Nama wakil presiden yaitu Jusuf Kalla berada pada urutan ketiga dengan sebuah elektabilitas 0.9 persen dan kemudian diikuti oleh Gatot Nurmantyo yang memiliki elektabilitas 0.8 persen serta Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas sama dengan Gatot Nurmantyo.

Setelah AHY ada Gubernur DKI Jakarta yaitu Anies Baswedan dengan elektabilitas 0.5 persen.

Melalui sebuah survei tersebut dengan 30 kandidat yang telah di sodorkan ke dalam responden dan nama Jokowi berada pada urutan teratas dengan elektabilitas 47.9 persen dan diikuti oleh Prabowo dengan 2.2 persen.

Dalam posisi ketiga yaitu Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas 2.1 perse, sedangkan Anies Baswedan 1.6 persen dan Ahok 1.3 persen.

Dalam survei terbuka terdapat 20 nama, Jokowi berada dalam urutan teratas dengan elektabilitas 48.6 persen dan Prabowo hanya memiliki 25.1 persen.

Sedangkan pada survei lima nama, Jokowi berada pada urutan teratas dengan elektabilitas 51.8 persen dan Prabowo hanya dengan elektabilitas 27.0 persen.

Pada simulasi dua nama atau head to head yaitu Jokowi dan Prabowo mendapat 53.2 persen sedangkan Prabowo hanya mendapat 33.0 persen. Sisanya yaitu 13.8 persen mengaku bahwa ia tidak tahu dan tidak menjawabnya.

Sedangkan terkait kepuasan para masyarakat untuk kinerja Jokowi dan Jusuf Kalla memiliki elektabilitas hingga 57.1 persen responden yang mengaku puas, sementara 10.8 persen responden mengaku bahwa sangat puas dengan kinerjanya.

Sementara pada survei tersebut terdapat 19.7 persen yang mengaku bahwa tidak puas dan 2.6 persen mengaku bahwa sangat tidak puas dengan kinerja Jokowi. Sedangkan sisanya yaitu 9.8 persen mengaku bahwa tidak tahu dan tidak menjawab mengenai kinerja Jokowi tersebut.

Dalam sebuah acara hasil survei tersebut mengaku bahwa elektabilitas dari Jokowi memang masih tinggi. Hal tersebut antara lain karena Jokowi dapat mengeluarkan berbagai macam kebijakan yang dapat mendongkrak elektabilitasnya tersebut.

Ahmad Muzani mengatakan bahwa akan dilihat dalam struktur APBN lebih dari seratus triliun dari anggaran yang digunakan sebagai dana desa. Ia mengira bahwa anggran tersebut sangat besar, dapat dikampanyekan oleh Jokowi sehingga nilai positif dari Jokowi di desa dapat naik.

Sekjen dari DPP Demokrasi Indonesia PDIP yaitu Hasto Kristiyanto mengaku bahwa sangat yakin kadernya tersebut dapat mempertahankan jabatannya dalam periode mendatang. Keputusan dari PDIP tersebut untuk mendukung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2019 mendatang akan dibahas dalam Rakernas.

Jokowi dan Prabowo pernah bertanding dalam Pilpres 2014 silam. Pada saat itu pemenangnya yaitu Jokowi yang menjadi Presiden RI hingga saat ini.

Pilpres 2019 mendatang diprediksi akan menghadapkan Jokowi dan Prabowo kembali. Namun bukan tidak mungkin muncul poros lainnya yang juga ikut berlaga. Memang saat ini selain nama Jokowi dan Prabowo belum muncul nama lain pada sebuah survei.

Terkait dengan hasil survei tersebut, Ketua DPP Gerindra yaitu Sodik Mujahid telah menyatakan bahwa hasil tersebut bukanlah hasil final dari sebuah kenyataan yang ada. Sebab, hasil dari survei tersebut tidak dapat diyakini kebenarannya karena tidak ada sebuah survei pembanding.

Menurutnya hasil survei tersebut tidak dapat dijadikan untuk sebuah pedoman kerja. Begitu pun juga hasil survei di Lampung, Jawa Timur dan Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa Gerindra juga sudah melakukan beberapa survei dan mendapatkan sebuah hasil sebagai pedoman kerjanya.

Sodik mengatakan bahwa Prabowo menjadi seorang yang smart, panglima Kopassus tahu mengenai strategi dan pola pertempuran, sehingga dapat menetapkan mana yang dapat diekpose dan mana yang harus disembunyikan.

Diberbagai daerah memang Jokowi unggul besar diatas Prabowo. Begitupun juga saat head to head Jokowi memperoleh hingg 67.3 persen sedangkan Prabowo hanya 11.2 persen.

Berdasarkan hasil survei, Prabowo unggul di Provinsi Banten. Elektabilitas dari Prabowo tersebut dapat mengungguli perolehan hingga 28.5 persen sedangkan Jokowi 26.9 persen. Begitu saat head to head keduanya, Prabowo tetap unggul dengan 44.1 persen dan Jokowi 36.9 persen saja.

Beberapa survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuisioner terstruktur. Sampelnya yaitu di Banten terdapat 800 responden, Jawa Tengah 1.200 responden, Jawa Barat 1.200 responden dan Jawa Timur 1.200 responden. Maka tingkat kepercayaan para masyarakat hingga 95 persen dengan sebuah metode acak bertingkat.

Menurut Yunarto bahwa Jawa Tengah merupakan sebuah daerah yang tingkat konflik dalam Pilpres mendatang akan cenderung rendah yang sudah dapat terbaca. Karena tingkat persaingan dari Jokowi dan Prabowo di daerah tersebut tidak seketat di daerah lainnya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here