Gratis! 6000 Penumpang Arus Balik Lebaran Tujuan Jakarta Diberangkatkan

0
105

Jakarta, namalonews.com- PT Jasa Raharja (Persero), telah berhasil memberangkatkan sekitar 6.000 penumpang pada musim arus balik dengan tujuan Jakarta. PT. Jasa Raharja ini memberangkatkan para penumpang melalui dua jalur, yakni kereta api dan bus di Solo, Jawa Tengah.

HM Wahyu Wibowo yang merupakan Direktur Manajemen Resiko dan Teknologi Informasi PT. Jasa Raharja mengatakan bahwa ribuan penumpang yang memilih layanan kereta api, diberangkatkan mulai tanggal 23 sampai dengan 24 Juni 2018.

“Terdapat sekitar 6.000 penumpang yang mengikuti arus balik gratis untuk kembali ke Jakarta. Yang diberangkatkan tidak hanya di sini saja, tetapi besok di Malang dan Surabaya juga akan diberangkatkan ke Jakarta,” terang Wahyu yang didampingi oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Hal tersebut disampaikannya pada saat memberangkatkan penumpang arus balik lebaran tujuan Jakarta di Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 petang.

Terdapat sejumlah 10 rangkaian kereta api yang telah disiapkan untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Adapun pemberangkatan penumpang arus balik lebaran menggunakan kereta api telah dilakukan secara simbolis di Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu petang. Sedangkan untuk pemberangkatan arus balik lebaran yang menggunakan sarana transportasi bus, telah diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Terdapat sejumlah 70 armada bus, dengan total penumpang sebanyak 3.858 orang diberangkatkan pada hari Sabtu pagi.

Para penumpang yang diberangkatkan pada arus balik lebaran secara gratis oleh PT. Jasa Raharja ini merupakan masyarakat yang mudik untuk merayakan hari raya Idul Fitri di wilayah eks Karisadenan Surakarta, Malang, dan juga Surabaya.

Selain mengadakan program arus balik lebaran gratis bagi masyarakat, sebelumnya pemerintah juga telah melaksanakan program mudik bersama yang dapat diikuti oleh masyarakat secara gratis. Program mudik bersama yang diadakan oleh BUMN pada tahun 2018 ini mengambil tema “Mudik Bareng Guyub Rukun”. Program ini merupakan program tahunan yang diadakan dengan tujuan untuk mengurangi resiko angka kecelakaan, serta mengurangi kepadatan arus lalu lintas oleh para pemudik, terutama yang mengendarai sepeda motor.

“Total penumpang pada arus balik lebaran di tahun ini mengalami peningkatan sebesar 20 persen, jika dibandingkan dengan arus balik lebaran tahun lalu,” papar Wahyu.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, turut menjelaskan bahwasanya program mudik dan arus balik lebaran yang diadakan secara gratis pada tahun 2018 ini adalah bentuk pemerataan terhadap masyarakat, sehingga ongkos yang seharusnya untuk mudik lebaran dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

“Ini adalah salah satu bentuk layanan dari pemerintah kepada masyarakat. Karena masyarakat itu harus dijamin keselamatan, keamanan dan kenyamanannya, sehingga mereka dapat merayakan hari raya Idul Fitri tahun ini di kampung halaman mereka masing-masing,” jelas Rudy.

Sementara itu, seorang penumpang arus balik lebaran yang diprogramkan pemerintah ini, Tarjo (53) memberikan keterangan bahwasannya dirinya sudah empat kali mengikuti program mudik dan balik lebaran gratis seperti tahun ini. Ia menerangkan, melalui program yang dilaksanakan oleh pemerintah ini, dirinya bersama keluarganya dapat merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halamannya, Boyolali.

“Kemarin saya juga mengikuti program mudik ke Boyolali bersama istri dan anak. Program ini sangat membantu masyarakat, biaya tiket kereta api pun dapat kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya”, terang Tarjo.

Dari keterangan ini dapat menunjukkan bahwa program layanan mudik dan arus balik lebaran yang diberikan oleh pemerintah secara gratis bagi masyarakat umum dapat memberikan bantuan kepada masyarakat. Dari banyaknya masyarakat yang mengikuti program ini pun juga dapat menunjukkan besarnya minat masyarakat dalam menyambut program yang diadakan pemerintah ini.

Diperkirakan, Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada Hari Sabtu – Minggu ini

Marga Mandalasakti yang merupakan pengelola Tol Tangerang – Merak, menyampaikan bahwa perkiraan arus balik lebaran yang akan melintasi ruas tol tersebut akan terjadi pada H+ 7 dan H+ 8, lebih tepatnya yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, 23 – 24 Juni 2018.

Mayoritas, para pemudik yang akan kembali melalui tol Tangerang – Merak berasal dari Pulau Sumatera dan objek wisata di wilayah Anyer – Carita – Tanjung Lesung, dan mengendarai transportasi roda empat.

“Puncak arus balik lebaran diprediksikan akan jatuh pada H+ 7 dan H+ 8, atau pada hari Sabtu dan Minggu pada pekan ini. Kami memperkirakan, puncak arus balik lebaran akan diikuti dengan padatnya penyeberangan di Pelabuhan Merak yang akan terjadi pada taggal 23 sampai dengan 24 Juni 2018 nanti,” terang Kepala Divisi Hukum dan Humas PT. Marga Mandalasakti, Indah Permanasari ketika memberikan pernyataan resmi, pada hari Rabu, 20 Juni 2018 kemarin.

Indah juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memprediksikan, peningkatan arus balik lebaran pada tahun ini adalah kurang lebih sebesar 18 persen, bila dibandingkan dengan rerata harian normal, yaitu sebanyak 165.475 kendaraan.

Apabila dibandingkan dengan arus balik lebaran pada tahun 2017, prediksi peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol itu sebesar 5,67 persen untuk rentang waktu yang sama. Selain itu, peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol pada arus balik lebaran pada tahun ini juga ditambah dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Anyer dan Carita yang terhitung terdapat sejumlah 51.199 kendaraan.

Indah menyampaikan bahwa dalam rangka menghadapi arus balik lebaran pada tahun ini, pihaknya akan membuka 89 gardu di 10 gerbang tol yang terdiri dari 7 gardu dua arah, serta 5 gardu tandem. Terdapat sejumlah 23 gardu yang terdiri dari 12 gardu masuk, 9 gardu keluar, serta 2 gardu ramp. Semua gardu gerbang tol ini telah menerapkan sistem transaksi non-tunai dengan menggunakan kartu tol elektronik. Oleh karena itu, Indah menjelaskan, disarankan bagi para pengguna layanan jalan tol untuk memastikan kecukupan saldo kartunya pada saat sebelum melewati gerbang tol, sehingga prosesnya tidak mengalami kendala.

Indah Permanasari juga menambahkan, bahwa pihaknya akan membatasi jumlah kendaraan berat saat arus balik lebaran untuk melalui jalan tol Tangerang – Merak. Kendaraan berat yang dimaksudkan yaitu kendaraan yang merupakan mobil barang dengan berat total lebih dari 14.000 kg, baik sumbu 3 atau lebih. Selain itu, kendaraan berat ini juga termasuk mobil barang dengan kereta tempelan dan gandengan. Selain itu, pembatasan kendaraan berat juga dilakukan pada hari Jumat, 22 Juni 2018 pada pukul 00.00 WIB, sampai dengan hari Minggu, 24 Juni 2018 pada pukul 24.00 WIB.

Dengan terlaksananya program mudik bersama dan program arus balik lebaran tahun ini, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan layanan ini, sehingga dapat lebih menampung masyarakat yang ingin menggunakan layanan gratis ini, serta dapat menurunkan resiko kepadatan dan kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here