Neraca Dagang RI Mengalami Defisit

0
143

Jakarta, namalonews.com- Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit 1,52 miliar dolar AS sepanjang Mei 2018. Pada April 2018, neraca perdagangan kembali mengalami defisit 1,63 miliar dolar AS. Badan Pusat Statistik menyebut secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2018, defisit neraca perdagangan semakin melebar menjadi 2,83 miliar dolar AS.

“Pertumbuhan ekspor sebetulnya bagus tetapi pertumbuhan impornya jauh lebih tinggi,” ujar Kepala BPS-Suhariyanto di Jakarta pada Senin (25/6/2018).

Sepanjang Mei 2018, impor Indonesia tercatat 17,64 miliar dolar AS. Suhariyanto menyebut impor Indonesia melonjak sebesar 9,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan Mei 2017, impor mengalami peningkatan sebesar 28,12 persen.

Selain itu, impor migas melonjak drastis sebesar 20,95 persen menjadi 2,81 miliar dolar AS. Sedangkan, unutk impor nonmigas naik 7,19 persen menjadi 14,89 miliar dolar AS.

Berdasarkan pemakaian barang, peningkatan impor barang konsumsi disebabkan oleh tuntutan kebutuhan ramadan. Impor barang konsumsi sepanjang Mei 2018 mencapai1,73 miliar dolar AS. Nilai impor tersebut meningkat 14,,48 persen dan 34 persen.

Meski demikian, porsi konsumsi dari total impor hanya mencapai 9,79 persen.

Sementara itu, impor bahan baku atau penolong tercatat mencapai 13,11 miliar dolar AS sepanjang Mei 2018. Angka ini meningkat 9,02 persen bulan per bulan dan 24,5 persen.

Selain itu, impor barang modal tercatat mencapai 2,81 miliar dolar AS pada sepanjang Mei 2018. Angka itu naik 6,63 dan 43,4 persen. Sedangkan, nilai ekspor sepanjang Mei 2018 mencapai 16,12 miliar dolar AS atau meningkat 10,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Mei 2017, terjadi peningkatan ekspor sebesar 12,47 persen.

“Mudah-mudahan bulan depan dan ke depannya bisa meningkat karena pertumbuhan ekonomi kuartal kedua sangat bergantung pada neto ekspor,” ujarnya.

Impor Mei 2018 meningkat akibat impor barang konsumsi untuk kebutuhan selama Ramadan. Sementara itu, ekspor mengalami kenaikan terutama didorong kenaikan harga minyak dunia, namun tidak sebesar kenaikan impor.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here