Paranormal Dilibatkan Untuk Mencari Korban Kapal KM Sinar Bangun

0
350

Jakarta, namalonews.com- Masyarakat yang bermukim di sekitar Danau Toba masih mempercayai kekuatan mistis. Termasuk meyakini tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun yang masih memiliki kaitan dengan hal mistis berujud sosok gaib yang ‘mendiami’ Danau Toba.

Oleh karena itu, selain peralatan modern yang canggih, pencarian kapal kayu dan korban penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, juga melibatkan para normal (datu) untuk mengetahui di mana posisi penumpang kapal yang tenggelam tersebut.

Setelah tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban hingga hari ke-5, belum ada tanda-tanda ditemukannya penumpang kapal, maka masyarakat mengundang datu untuk meminta bantuan kepada leluhur.

Orang Pintar (datu) yang diundang tersebut yakni Ida Halanita Damanik, yang bekerja mengumandangkan suara musik Gondang Parmalim, di Perairan Danau Toba, sejak Sabtu (23/6/2018) hingga Minggu (24/6/2018).

Penggunaan paranormal itu karena mereka dianggap mampu berkomunikasi dengan mahluk halus dan penghuni alam gaib yang berada di Danau Toba. Melalui meditasi gaib yang dilakukan paranormal diharapkan mampu menangani musibah kapal.

Selain itu, penggunaan jasa paranormal ini juga dilatarbelakangi dengan seringnya musibah yang terjadi di kawasan Danau Toba itu, namun tidak ada yang pernah tuntas. Seperti tenggelamnya KM Peldatari I tahun 1987 dan jatuhnya pesawat helikopter tahun 2015 akibat kabut.

Hingga saat ini bangkai kapal angkutan di Danau Toba dan pesawat helikopter tersebut tidak ditemukan dan peristiwa tersebut penuh mesteri, serta menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Sementara itu, tim SAR Gabungan telah menemukan tanda-tanda keberadaaan KM Sinar Bangun pada kedalaman 490 meter Danau Toba. Lokasinya sekitar 3 KM dari Pelabuhan Tigaras, Minggu (24/6/2018).  Penemuan ini diperoleh setelah tim Basarnas menggunakan teknologi modern  Side Scan Sonar dan Multibeam Echosounder.

Alat ini bukan untuk melihat KM Sinar Bangun, tapi untuk melihat ada objek yang membedakan dengan dasar danau. Setelah ada indikasi selanjutnya akan diturunkan alat yang lebih canggih namanya ROV.

Benda ini kelebihannya adalah bisa mendekati objek layaknya robot. Bisa ambil video atau foto dari berbagai arah. Juga bisa digerakkan secara fleksibel. Selain itu alat ini juga dilengkapi arm (lengan) untuk melakukan pekerjaan misalnya kami mau mengikatkan tali.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here