Sudirman Said Jelaskan Perihal Gadai Rumah untuk Biaya Saksi Pilkada

0
182

Jakarta, namalonews.com- Salah seorang calon Gubernur Jawa Tengah, yakni Sudirman Said turut menjelaskan perihal langkahnya dalam pilkada serempak tahun 2018 ini dengan menggadaikan rumahnya sebagai biaya konsumsi para saksi yang berjaga di Tempat Pemungutan Suara atau TPS yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 208 nanti.

Sebelumnya, langkah yang diambil oleh Sudirman Said yang kontroversional ini telah diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela orasinya di depan para kader di Semarang, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 kemarin.

Dalam kesempatan itu, Sudirman Said membenarkan apa yang telah Prabowo sampaikan perihal tindakannya menggadaikan rumah untuk biaya saksi di pilkada. Ia menjelaskan bahwa dalam pilkada harus menggunakan sumber-sumber dana yang tidak mengikat, sehingga dirinya memutuskan untuk menggadaikan rumah yang dimilikinya.

“Kami berupaya menghindari politik transaksional, sehingga kami harus menggunakan sumber dana yang tidak mengikat,” jelas calon gubernur yang kerap disapa Pak Dirman.

Sudirman juga menjelaskan bahwa langkahnya tersebut adalah salah satu bukti untuk menunjukkan kesungguhan dirinya dalam bersaing dengan lawan-lawannya di pilkada serempak di Jawa Tengah pada tahun 2018 ini. Ia menyadari bahwa untuk masuk dalam proses Pilkada pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sudirman turut menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dirinya beserta pasangan (Sudirman – Ida) dengan menjadi donatur dan meringankan biaya yang dibutuhkan dalam proses pilkada.

“Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh relawan beserta donatur yang telah memberikan dukungan, tanpa pamrih,” tambah Sudirman.

Namun demikian, Sudirman mengatakan bahwa dukungan dari teman dan sahabat yang telah menjadi donatur untuk proses pilkada tersebut masih sangat terbatas. Kemudian akhrinya, Sudirman memutuskan untuk menggadaikan rumah yang dimilikinya.

Pada kesempatan itu, Sudirman juga menyampaikan bahwa dirinya ingin memastikan bahwa sumber dana kampanye yang ia dan pihaknya gunakan adalah benar-benar berasal dari mereka yang telah membantu tanpa pamrih sebagai donatur atau sumber dana.

“Pemerintahan ke depan, tentunya akan berjalan tanpa beban, akan lebih leluasa, serta fokus pada program untuk memakmurkan rakyat,” jelas Sudirman Said.

Prabowo Merasa Iba dengan Sudirman Said atas Perjuangannya Hingga Gadaikan Rumah

Ketua Umum Partai Gerindra, yakni Prabowo Subianto, sebelumnya menyampaikan dalam orasinya bahwa dirinya turut merasa iba atas perjuangan yang telah dilakukan oleh Sudirman Said dalam mengikuti proses pilkada, yakni dengan menggadaikan rumahnya. Uang hasil gadaiannya tersebut kemudian digunakan sebagai uang makan para saksi dalam proses pilkada tahun 2018.

“Mereka ini ya paket hemat banget. Saya turut merasa iba, agak repot juga memang. Saya dengar, Pak Sudirman ini sampai gadaikan rumah untuk membantu makan bagi para saksi,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan keseriusan dari Sudirman Said dalam berkompetisi di pilkada 2018. Sudirman berupaya untuk mengamankan dan mengawal suara rakyat pada pilkada nanti.

Lantaran perjuangan dari Sudirman Said tersebut, Prabowo mengaku turut merasa terharu. Prabowo juga mengatakan bahwa perjuangan seperti yang dilakukan oleh Sudirman patut menjadi perhatian bersama. Ia pun turut menegaskan kepada para kader agar melanjutkan perjuangannya tanpa terpengaruh oleh masalah uang. Prabowo mengajak kepada segenap masyarakat Indonesia untuk bisa menjadi donatur atau penyandang dana bagi perubahan Indonesia.

“Kalau kita inginkan perubahan, harus mau berjuang untuk memperbaiki keadaan yang adil”, jelas Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo meminta kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua, yakni Sudirman Said dan Ida Fauziyah untuk melaksanakan revolusi putih apabila pada pilkada kelak terpilih sebagai gubernur dan memimpin Jawa Tengah.

“Kalau pasangan Sudirman dan Ida menang, maka laksanakan revolusi putih. Anak bisa minum susu, daging, atau makan siang di sekolah,” jelas Prabowo.

Mantan Panglima Kostrad, Prabowo, menyampaikan bahwa revolusi putih itu sangat penting untuk dilaksanakan, sehingga anak-anak bisa tumbuh secara sempurna, melalui makanan yang bergizi dan otak yang berkembang. Begitu juga dengan perkembangan tulang dan otot.

Debat Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman – Said dan Ganjar – Yasin

Pada beberapa hari kemarin, lebih tepatnya pada hari Kamis, 21 Juni 2018, telah dilaksanakan debat oleh kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Provinsi Jawa Tengah.

Debat pasangan calon di Pilgub Jawa Tengah dimulai tepat pada pukul 19.30 WIB pada Kamis malam. Pada acara debat yang ditampilkan bagi publik itu, pasangan nomor urut 2, Sudirman Said langsung ‘menyerang’, Ganjar-Yasin yang merupakan calon petahana terkait dengan capaiannya selama 5 tahun terakhir menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Setelah diberikan waktu untuk memberikan pertanyaan kepada pasangan Ganjar-Yasing, Sudirman segera memberikan pertanyaan kepada Ganjar.

“Saya terbiasa untuk memperbaiki suatu kekurangan. Saya ingin menanyakan, pada 5 tahun memerintah, kira-kira apa yang kurang, dan apa yang gagal, untuk kami pelajari ketika nantinya kami menggantikan Bapak di Jawa Tengah,” tanya Sudirman ketika diberi kesempatan untuk bertanya.

Sebelum dilanjutkan pada sesi tanya jawab, terdapat sesi acara di mana Ganjar menjelaskan hasil kinerja dirinya dan pasangannya, Yusri, ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama 5 tahun terakhir. Ganjar menjelaskan bahwa 5 tahun itulah yang akan dijadikannya modal utama untuk memimpin dan membawa Provinsi Jawa Tengah selama 5 tahun berikutnya. Indikator capaian keberhasilan pada masa jabatannya bertumpu pada pemerataan pembangunan dan pembangunan inklusif. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah berupaya untuk transparan dalam urusan data dari berbagai sektor.

“Pemerintahan Jateng sangatlah transparan, terbuka karena data memang terbuka. Data itu bisa dibaca tanpa ngapusi (bohong), siapa saja bisa buka,” jelas Ganjar.

Dalam pemaparannya itu, Ganjar membanggakan keberhasilannya dalam mengelola keuangan Provinsi Jawa Tengah, hingga Jawa Tengah berhasil mendapatkan predikat opini wajar tanpa pengecualian atau WTP yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pengelolaan keuangan negara (di Provinsi Jawa tengah) sebanyak 6 kali WTP. Kalau untuk semua indikator, silahkan dibaca mana yang telah tercapai dan mana yang tidak tercapai,” tambah Ganjar.

Sementara itu, pada sesi tanggapan dan tanya jawab, calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said lebih memfokuskan pada banyaknya masalah yang muncul pada saat Ganjar dan Yasin membawa Jawa Tengah. Sudirman pun menyampaikan bahwa dirinya bersama Ida, mempunyai solusi atas permasalahan tersebut yang ia sampaikan dengan 22 janji kerjanya.

“Bagi kami, demokrasi itu bukanlah suatu tujuan, melainkan alat untuk menciptakan keadilan sosial serta menumbuhkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

“4,3 juta petani kita telah bertarung sendirian. Nelayan berjuang untuk memperoleh haknya. Serta 200.000 honorer harus dibiarkan menderita. Demokrasi harus ada pada program konkret, untuk menyejahterakan rakyat, itu adalah 22 janji kerja kami,” terang Sudirman yang juga merupakan mantan menteri ESDM.

Sudirman juga menyayangkan banyak kepala daerah di Jawa Tengah yang ditangkap KPK karena kasus korupsi. Padahal kepala daerah ini baru saja dipilih oleh masyarakat Jateng.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here