Daerah Terbesar Pemilih Pilkada 2018

0
151

Jakarta, namalonews.com- KPU baru saja mengumumkan daftar pemilih tetap yang akan berhak ikut menyuarakan haknya dalam kontestasi komisi pemilihan umum dalam pesta demokrasi Indonesia serentak tahun 2018. Dari total ada 171 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, Jawa Barat menduduki daerah yang mayoritas penyelenggara pilkada serentak dengan jumalah pemilih paling besar.

Di propinsi Jawa Barat jumlah pemilih mencapai 31.730.042 orang. Hal ini berdasarkan dari data DPT milik KPU. Yakni, jumlah tersebut terdiri atas 15.945.499 pria dan 15.784.543 wanita. Mereka itu  tersebar di 27 kabupaten/kota, yang terdiri dari 627 kecamatan, dan 5.957 kelurahan/desa.

Sementara itu, jumlah terbanyak urutan kedua yakni Jawa Timur. Daerah Jawa Timur memiliki jumlah pemilih mencapai 30.155.719 orang. Yang terdiri atas  14.840.353 pemilih pria dan 15.315.366 pemilih wanita. Jumlah  pemilih di Jawa Timur tersebar di 38 kabupaten/kota, yang terdiri dari 666 kecamatan, dan 8.497 kelurahan/desa.

Urutan terbanyak ketiga yakni, propinsi Jawa Tengah. Daerah yang masih dikepalai oleh Ganjar Pranowo tersebut mencapai total  27.068.500 orang pemilih. Yang terdiri dari atas 13.479.004 pemilih pria dan 13.589.496 pemilih wanita. Mereka itu semuanya tersebar di 35 kabupaten/kota, yang terdiri dari 573 kecamatan, serta 8.559 kelurahan/desa.

Sedangkan untuk Propinsi Kalimantan Utara merupakan daerah yang paling sedikit jumlah pemilihnya. Hanya memiliki pemilih sebanyak 133.345 orang. Lalu disusul oleh Kepulauan Riau dengan jumlah pemilih sebanyak yaitu 141.777 orang.

Hasil mutlak resmi miliki KPU menyatakan bahwa jumlah total pemilih Pilkada serentak 2018 yang dilaksanakan di 171 daerah sebanyak 152.067.680 orang. Yang terdiri atas 75.981.053 pemilih pria dan 76.088.777 pemilih wanita.

Pada hari ini, rangkaian pelaksanaan Pilkada serentak 2018 memasuki masa tenang. Yaitu terhitung dari tanggal 24-26 Juni. Pada hari ini semjua pihak tidak diperbolehkan  melakukan kampanye  kandidat. Karena merupakan masa tenang.

Tanggal 27 Juni 2018 (besok) pelaksanaan pilkada, yaitu pemungutan suara. KPU telah siap melakukan serangkaian persiapan dengan baik, “Sampai sejauh ini report yang masuk ke kita tidak ada kendala apa pun. Ya persiapan (pilkada) mencapai 100 persen, saya sudah konfirmasi ke beberapa provinsi,” kata Ketua KPU Arief Budiman, di Kantor KPU, Jakarta, pada media belum lama ini.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memastikan pemerintah sudah pasti akan menetapkan 27 Juni besok sebagai hari libur nasional.

“Diusulkan agar hari pilkada serentak diliburkan. Dan ini sudah disetujui pemerintah dikeluarkan dan tinggal diluarkan Keppres hari libur nasional,” kata Wiranto di Mabes Polri Jakarta, Senin (25/6).

Pemerintah meliburkan tanggal 27 Juni karena menghindari tindakan kecurangan. Bisa jadi ada pengerahan massa yang disalahgunakan untuk kepentingan politik dan sebagainya.

“Ternyata ada pengaruh mobilisasi massa yang tidak domisili di daerah itu. Artinya tidak mungkin hanya 171 daerah libur yang lain enggak libur,” ungkap Tjahjo Kumolo pada media. Juga sebagai pertimbangan para pekerja yang memiliki hak pilih dalam berpartisipasi menyukseskan demokrasi.

“Misal DKI tidak pilkada tapi mayoritas pekerja dari swasta pegawai negeri tinggalnya di Depok, Bogor, Tangsel dan Bekasi. Itu bagaimana?,” tambah Mendagri.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here