KM Sinar Bangun Ditemukan di Kedalaman 450 Meter

0
70

Jakarta, namalonews.com- Tim gabungan pencari kapal dan korban Kapal Motor Sinar Bangun yang dikoordinir oleh Basarnas, telah berhasil menemukan dan mengidentifikasi Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Sumatera Utara pada tanggal 18 Juni 2018 kemarin.

Arie Prasetyo selaku Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) menjelaskan bahwa Basarnas bersama dengan “Mahakarya Geo Survey”, Ikatan Alumni ITB telah menyediakan peralatan tambahan yang dapat membantu untuk menemukan bangkai KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba.

Pada hari Minggu siang, 24 Juni 2018, lebih tepatnya pada pukul 11.12 WIB, tim gabungan pencari berhasil menemukan dan mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba. Keberhasilan tim gabungan pencari dalam menemukan bangkai kapal, disaksikan langsung oleh Menteri Sosial, Idrus Marham.

Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh tim gabungan pencari, dapat diketahui bahwa posisi KM Sinar Bangun terletak pada koordinat 2,47 derajat lintang utara (LU) dan 98,6 derajat bujur timur (BT). Sedangkan, untuk kedalaman bangkai KM Sinar Bangun, diperkirkan berada pada kedalaman 450 meter di bawah permukaan air Danau Toba.

Setelah tim gabungan berhasil menemukan koordinat dan posisi KM Sinar Bangun, langkah selanjutnya untuk melakukan penyelamatan diserahkan kepada pihak yang berwenang di bawah kendali Basarnas. Mengingat kedalaman posisi KM Sinar Bangun yang mencapai 450 meter, Ikatan Alumni ITB yang turut berpartisipasi dalam menemukan kapal ini memberikan usul untuk memobilisasi ROV ECA H1000 semi work class untuk membantu pengangkatan bangkai kapal dari dasar Danau Toba. Terlebih lagi, diperkirakan masih banyak korban kapal yang terperangkap di dalam badan kapal motor ini.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun ini melakukan pelayaran dari Pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun menuju Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir pada hari Senin, 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam pelayaran tersebut, KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang. Akan tetapi, baru sekitar 500 meter setelah melakukan pelayaran menuju pulau tujuan, kapal motor ini dilaporkan tenggelam di wilayah perairan Danau Toba. Akibat musibah yang menimpa KM Sinar Bangun ini, sekitar 94 orang dinyatakan hilang, 3 meninggal dunia, dan 18 penumpang selamat dengan mengalami luka-luka dan trauma.

Fakta-Fakta Terkait Tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun

Terkait dengan musibah yang menimpa KM Sinar Bangun dan segenap warga Indonesia, informasi yang beredar di masyarakat masih simpang siur, termasuk kronologi dan jumlah penumpang yang menaiki kapal ketika melakukan pelayaran menuju Pulau Samosir.

Berikut beberapa fakta terkait dengan peristiwa di Danau Toba yang dirilis oleh Divisi Humas Mabes Polri, yang disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB:

  1. Waktu dan Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Kapal Motor Sinar Bangun mengalami musibah, di mana kapal ini tenggelam dalam melakukan pelayaran dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun pada hari Senin, 18 Juni 2018 pada sekitar pukul 17.15 WIB.

Kapal motor ini tenggelam di perairan Danau Toba setelah berlayar sejauh satu mil dari Pelabuhan Tigaras. Kapal ini biasa beroperasi di perairan Danau Toba untuk mengangkut penumpang dan kendaraan roda dua. Biasanya, penumpang membayar ongkos penyeberangan dengan kapal motor ini setelah kapal sudah berlayar.

  1. Korban Selamat

Dari penumpang Kapal Motor Sinar Bangun, telah ditemukan 18 penumpang yang selamat dari perisitwa tenggelamnya KM Sinar Bangun. Korban yang selamat ini mengalami beberapa luka dan trauma, kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Simarmata, Samosir serta Puskesmas Tigaras.

  1. Jumlah Korban Tewas

Berdasarkan laporan resmi dari kepolisian satu orang ditemukan tewas atas nama Tri Suci Hadayani yang merupakan warga Aceh Tamiang. Jenazah perempuan ini selanjutnya ditangani oleh tenaga medis di Puskesmas Tigaras.

Setelah beberapa hari dilakukan penemuan, tim gabungan pencari korban KM Sinar Bangun menemukan tiga korban meninggal dunia, sehingga total sementara korban meninggal dunia adalah sejumlah 4 orang.

  1. Jumlah Korban Hilang

Sementara, penumpang KM Sinar Bangun yang dinyatakan hilang berjumlah 94 orang. Data ini didasarkan pada daftar kehilangan yang ditulis oleh anggota-anggota keluarga di Posko Tigaras yang kehilangan anggota keluarga lainnya setelah peristiwa tenggelamnya kapal motor tersebut.

Sebelumnya banyak beredar di kalangan masyarakat bahwa terdapat sejumlah 166 penumpang yang dinyatakan hilang. Selain itu, terdapat informasi yang juga beredar di masyarakat bahwa ada sejumlah 189 korban hilang di Posko Simanindo. Polri menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang sudah pasti masih belum dapat dipastikan. Hal ini desebabkan oleh tidak adanya manifes yang turut menyertakan jumlah penumpang KM Sinar Bangun pada saat melakukan pelayaran. Hal ini menjadi kendala dalam menentukan jumlah penumpang KM Sinar Bangun. Selain manifes penumpang, KM Sinar Bangun juga tidak memiliki surat izin berlayar atau SIB.

  1. Benda yang Ditemukan di Sekitar Lokasi

Benda yang ditemukan di sekitar lokasi oleh Polres Samosir beserta tim dari Satpol PP Polres Samosir adalah tas warna hitam yang berisi 1 buah ponsel dan kartu tanda penduduk (KTP) yang beratas namakan Maya Oktaviani dari Binjai. Diduga, tas beserta isinya ini merupakan milik salah satu penumpang KM Sinar Bangun.

Selain itu, juga dilaporkan bahwa pihak kepolisian juga menemukan beberapa benda diantaranya tiga buah tas, satu helm warna coklat, dua buah jaket, seutas tali dengan panjang 10 meter, dua jerigen minyak, satu buah topi, satu buah tempat sampah, serta satu buah ember berwarna biru beserta potongan jerigen oli. Barang-barang yang ditemukan oleh pihak kepolisian ini diduga berasak dari KM Sinar Bangun yang tenggelam.

  1. Posko yang Dibangun

Beberapa posko yang dibangun oleh pihak berwajib sebagai pusat aduan dan informasi bagi masyarakat diantaranya didirikan di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir yang dipimpin oleh Kombes dr. Sahat Harianja dari Polda Sumatera Utara dan dr. A Nyoman Purnama Wirawan dari Karumkit Bhayangkara tingkat II Medan. Selain itu, juga didirikan dapur umum darurat di Pelabuhan Simanindo yang digunakan untuk menerima donasi dari berbagai pihak dalam bentuk barang, bahan makanan, dan uang, serta posko untuk kesehatan.

  1. Kondisi Cuaca dan Perairan Danau Ketika Peristiwa Terjadi

Berdasarkan laporan resmi, di wilayah perairan Danau Toba, kondisi wilayah perairan danau yaitu sedang diterpa angin kencang dan ombak yang tinggi. Kondisi cuaca seperti ini sangat menyulitkan para petugas dan tim gabungan dalam melakukan pencarian para korban yang hilang.

Marsdya M Syaugi selaku Kepala Basarnas Republik Indonesia turut menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim elite beserta peralatan canggih untuk membantu menemukan korban yang masih belum diketemukan.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here