PDIP Belum Siap Kelola Negara!

0
148

Jakarta, namalonews.com- Jansen Sitindaon, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menilai, tanggapan yang dilontarkan oleh Komarudin Watubun terkait komentar Susilo Bambang Yudhoyono mengenai ketidaknetralan aparat dalam pilkada keluar dari ranahnya.

“Tidak siap jadi partai yang ngelola negara memang PDIP ini. Menjelaskan persoalan netralitas saja jawabannya lari ke mana-mana,” kata Jansen saat dihubungi media di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Lebih lanjut, keterlibatan alat negara, kata Jansen, di Pilkada merupakan sebuah fakta di lapangan. Susilo Bambang Yudhoyono merupakan sosok figur, yang terukur dan hati-hati dalam segala hal. Dengan demikian sehingga beliau tidak asal bicara dalam menanggapi maupun merespon hal yang diterimanya.

“Yang disampaikan Pak SBY itu sepenuhnya fakta yang didengar dan disampaikan langsung ke beliau. Dan publik juga sudah paham kok, DNA politik Pak SBY ini selalu bicara terukur dan hati-hati,” tegasnya pada media.

Beliau itu sebagai mantan Presiden Republik Indonesia. Beliau pernah memiliki jabatan yang tinggi di dalam pemerintahan. Pastinya juga beliau juga mempunyai data base yang lumayan akurat sebelum menyampaikan sesuatunya ke masyarakat umum.

“Tidak pernah tanpa data berbicara ke publik. Sebagai mantan Presiden dan 30 tahun jadi tentara sampai Menkopolhukam, dan lain-lain, pasti semua ada data dan informasinya. Bukan ujug-ujug bicara ke publik,” ujar Jansen belum lama ini.

Lebih lanjut dalam keterangannya, Jansen memberi gambaran kalau mantan Presiden Republik Indonesia keenam tersebut pernah mengingatkan soal dugaan ketidaknetralan aparat.

Seperti yang pernah terjadi di Madiun, Jawa Timur pada (18/6/2018) lalu. Hingga waktu tidak lama berselang muncullah berita soal mutasi Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin lantaran diduga mendukung mantan Dankor Brimob yang kini Calon Gubernur Maluku Murad Ismail.

“Apa yang kemudian terjadi? Dalam hitungan hari saja terbongkar ke publik Wakapolda Maluku terlibat dan berpihak ke salah satu calon Gubernur, yang kemudian membuatnya dicopot oleh Kapolri,” jelasnya ke publik belum lama ini.

“Apa coba namanya itu kalau bukan aparat negara tidak netral dalam Pilkada kali ini. Itu yang harusnya dijawab Komarudin dan PDIP,” tambahnya memperjelas topik.

Juga, jauh hari sebelumnya, Komaruddin Watubun, selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP mengatakan kritikannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal aparat tidak netral bermuatan politis demi kepentingan Demokrat di Pilkada.

“Dengan melihat makin tajamnya serangan Pak SBY ke Pak Jokowi, Saya yakin bahwa apa yang dipikirkan Pak SBY dalam pilkada, bukanlah kepentingan bangsa dan negara, namun lebih kepentingan Partai dan keluarganya,” kerangan tertulis Komarudin di Jakarta, Minggu (24/06/2018) pada media.

“Lebih pada persoalan bagaimana AHY dan Ibas yang diklaimnya sebagai keturunan Majapahit, lalu begitu jago yang diusung di pilkada elektabilitas rendah, tiba-tiba salahkan penggunaan alat-alat negara,” tutupnya kemudian.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here