Prabowo: Suap Jelang Pilkada, Mustahil Uang Halal!

0
151

Jakarta, namalonews.com- Dalam penilaian yang dilakukan oleh Fahri Hamzah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terhadap Ketum Gerindra, Prabowo Subianto bahwa tidak berniat untuk menyarankan dalam penerimaan suap yang diterima masyarakat dalam menghadapi tahun menjelang pemungutan suara.

Disinyalir ungkapan tersebut hanyalah merupakan ungkapan spontanitas yang merupakan kekesalan Prabowo Subianto dalam menyaksikan kegiatan masih maraknya kegiatan suap barang-barang sembako kepada masyarakat kecil menjelang pemiihan umum.

“Namanya juga orang jengkel kan, sudah terima saja sembakonya tapi jangan dicoblos. Namanya itu statement orang jengkel,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/6/2018) pada media.

Fahri Hamzah bertolak belakang dengan pendapat Prabowo Subianto terkait statemennya yang menyatakan bahwa masyarakat boleh meneriam suap sembako. Diakuinya, hal tersbut pun juga bertentangan dengan peraturan yang ada di Komisi Pemilihan Umum maupun Badan Pengawas Pemilu.

Fahri menuturkan tidak sepakat dengan pernyataan Prabowo soal masyarakat boleh menerima suap. Namun, hal itu tidak bisa terelakkan lantaran KPU dan Bawaslu kurang ketat dalam melakukan pengawasan.

“Yang kalah bagi-bagi sembako untuk introspeksi mengapa kalah, karena kurang dekat dengan orang miskin. Yang menang, bagi-bagi sembako untuk bersyukur didukung oleh rakyat,” terangnya pada media belum lama ini.

Lebih lanjut lagi, masalah pembagian sembako yang dinilai mengontaminasi pesta demokrasi yang sering dilakukan oleh Presiden, Fahri Hamzah memohon agar tindakan tersebut juga diberhentikan oleh pihak istana. Karena hal ini sudah masuk dalam kurun tahun pilpres 2019.

Seperti yang pernah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, misalnya. Ini jelas akan menyuburkan kecurangan di dalam bermasyarakat.

“Jadi Presiden tolong jugalah hentikan bagi-bagi itu, apalagi pakai gambar burung garuda. Itu kan tidak bagus,” mohonnya kepada kepala negara.

Informasi sebelumnya, Prabowo Subianto pernah menyarankan kepada semua lapisan masyarakat agar mau menerima suap yang diberikan menjelang pemungutan suara. Seperti besok pagi misalnya, karena pas hari pilkada serentak biasanya ada semacam kampanye hitam terhadap salah satiu paslon yang ingin berkontestasi.

Sebaiknya masyarakat mengambil suap tersebut saja.Disinyalir, suap tersebut berasal dari uang rakyat sendiri.

“Tidak mungkin uang itu uang halal, tidak mungkin, mustahil. Itu pasti berasal dari uang bangsa Indonesia. Karena itu saya anjurkan kalau rakyat dibagi sembako, diberi uang, terima saja karena itu hak rakyat,” kata Prabowo pada media, menutup.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here