Aneh bin Ajaib: Mendagri ber-KTP DKI Jakarta, Tetapi Masuk DPT Jawa Tengah?

0
118

Jakarta, namalonews.com- Ada kabar aneh bin ajaib. Seseorang warga ber-KTP Jakarta, tetapi terdaftar sebagai pemilih pada pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah 2018 kemarin. Itu dia Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Atas terdaftarnya Tjahjo tersebut, Menteri Dalam Negeri Kabinet Kerja itu kemudian  mendatangi TPS 10 Mlatiharjo, Semarang. Tjahjo mendatangi TPS tersebut karena  menerima surat panggilan mencoblos di TPS tersebut. Padahal, dia sudah tidak lagi menjadi warga Semarang dan sudah resmi ber-KTP Jakarta.

Bersama dengan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, Mendagri memastikan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bahwa surat C-6 miliknya tidak disalahgunakan.

“Pak Tjahjo ini proaktif, memastikan tidak disalahgunakan. Jadi, yang penting hari ini Surat C-6 harus ditarik lagi,” kata Abhan.

Memang, nama Tjahjo Kumolo tercantum di TPS tersebut. Namanya tertulis di nomor urut 253 daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 10 Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

“Saya dan beberapa keluarga saya masih terdaftar di sini. Padahal, sudah ber-KTP Jakarta semua. Pilkada kemarin saya nyoblos di Jakarta, enggak di sini,”  kata Tjahjo di Semarang, Rabu (27/6/2018).

“Saya sudah pindah ke Jakarta dan saya sudah tiga tahun ber- KTP Jakarta. Ini sepertinya KPU tidak pakai data DP4 Kemendagri yang telah diserahkan ke KPU sebagai referensi dalam memutakhirkan data pemilih, meski memang tak ada keharusan pakai DP4,” tambahnya.

Sebenarnya bagaimana hal itu bisa terjadi? Bagaimana syarat untuk menjadi pemilih pada suatu gelaran pilkada?

Berikut syarat untuk menjadi pemilih pada pemiihan kepala daerah menurut peraturan  KPU Nomor 2 Tahun 2017.

  1. Genap berusia 17 tahun atau lebih pada hari pemungutan suara atau sudah pernah kawin;
  2. Tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya;
  3. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  4. Berdomisili di daerah pemilihan yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP);
  5. Jika pemilih belum punya e-KTP, dapat menggunakan surat keterangan yang diterbitkan dinas kependudukan setempat;
  6. Bukan TNI atau Polri.

Tercatatnya nama Tjahjo Kumolo di TPS 10 Mlatiharo Semarang dijelaskan oleh ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono.

Henry Wahyono menjelaskan bahwa nama Tjahjo ternyata masih tercantum di kartu keluarga Semarang. KPU hari ini, bahkan telah langsung mengecek rumah keluarga dan kantor kelurahan tempat tinggal Mendagri di Muktiharjo. Hasilnya, tidak ditemukan dokumen pindah politisi PDI Perjuangan itu.

“Di kelurahan juga seperti itu. Dari pegawai kelurahan, juga mengaku tidak menemukan dokumen surat pindah Pak Tjahjo ke Jakarta. Jadi, dari petugas pemungutan suara pun tak berani mencoret namanya dari DPT,” kata Henry, saat memantau pencoblosan di TPS Gunung Brintik, Kelurahan Randusari, Kota Semarang, Rabu, 27 Juni 2018.

Atas hal itu, Henry menyebutkan, nama Tjahjo masih terdaftar di DPT Semarang. Meski, kini Tjahjo sudah resmi menjadi warga DKI Jakarta. Tak heran bahwa Mendagri mendapatkan surat undangan untuk memilih atau formulir C-6 dari panitia pemungutan suara.

Kalau seperti itu faktanya, maka sebenarnya salah siapa? Kata penyanyi Ebiet Gafar Ade: Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here