Di Jabar PDIP Tumbang, Prabowo Kian Melambung

0
418

Jakarta, namalonews.com- Keunggulan suara atas hitung cepat yang diraih oleh pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik), pada pemilihan daerah di Jawa Barat pada beberapa lembaga survei bisa dipastikan. Sementara itu pasangan yang diusung oleh PartaiDemokrasi Indonesia Perjuangan, TB Hasanudin – Anton Charliyan (Hasanah) disinyalir tumbang dalam kontestasi yang digelar serentak kemarin, Rabu (27/06/2018).

“Kita ketahui hanya ada dua pasangan yang sudah menyatakan siap untuk maju dalam Pilpres 2019 dan didukung oleh partai politik yaitu Prabowo dan Jokowi. Jika melihat PDIP tumbang di Jabar, semakin jelas jika peluang Prabowo di 2019 terbuka lebar,” tutur pemerhati politik Panji Nugraha kepada media, Rabu (27/6/2018).

Dalam keterangannya lebih rinci lagi, persaingan pemilihan gubernur di Jawa Barat disinyalir sebagai tolak ukur kekuatan politik petahana Jokowi dan Prabowo Subianto di pilpres tahun 2019 nanti. Karena dalam pilpres terlihat berapa besar dukungan dari perbagai daerah terhadap calon yang mereka usung oleh pihak Partai pendukungnya seperti Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Pilkada seperti Jawa Barat menjadi penting untuk bertarung di pilpres terkhusus Jawa Barat adalah salah satu lumbung suara tertinggi secara nasional. Jika PDIP tumbang otomatis peluang menang Jokowi di pilpres sangat kecil. Berbeda dengan Prabowo, mungkin bisa dikatakan jika Sudrajat-Syaikhu menang ini awal kebangkitan Prabowo,” papar Panji yang juga direktur eksekutif Bimata Politica Indonesia pada media Rabu, (27/06/2018).

Bahkan bukan itu saja, juga berdasarkan hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) beberapa bulan lalu tepatnya Rabu (24/0102018), Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto punya peluang besar untuk mengalahkan Joko Widodo di Pilpres tahun mendatang.

Igor Dirgantara, Director Survey dan Polling Indonesia (SPIN) dalam keterangannya, meski saat ini Jokowi masih unggul dalam hasil survei, kemungkinan pergantian kepemimpinan nasional bukanlah hal yang mustahil. Bahkan bisa jadi duel antara Jokowi versus Prabowo akan kembali terulang. Dan di pihak Prabowo-lah yang akan memenangkannya.

Di antara faktor tersebut seperti berikut;

  1. Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen

Sesuai dengan hasil survei yang dilakukan mengungkapkan, elektabilitas Jokowi berada di angka 38,5 persen. Sedangkan Prabowo Subianto sebesar 27,1 persen. Hanya terpaut 11,4 persen. Artinya, duel El Clasico antara Jokowi dan Prabowo tetap terbuka lebar.

  1. Ingat Megawati

Dalam ingatannya, PDIP punya sejarah hanya mampu memimpin satu periode saat menjadi Presiden. Yakni saat Megawati kemudian dikalahkan figur dari militer, yakni SBY, yang saat itu adalah Menkopolkam. Padahal Megawati saat itu juga punya elektabilitas di atas 50 persen.

  1. Prabowo Punya Anies-Sandi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto citranya akan terus meningkat. Hal ini akan terlihat jika publik melihat kinerja Anies Baswedan dan Sandiaga Uno baik dan menepati janji-janji kampanyenya di DKI Jakarta. Karena hingga kini Anies-Sandi pun bekerja cenderung untuk menepati janji-janjinya kepada masyarakat DKI Jakarta.

  1. Jokowi Dinilai Tak Selaras Antara Janji dan Realitas

Lebih lanjut lagi saat ini masyarakat sudah bisa membandingkan, dan merasakan kinerja kepemimpinan yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo, antara janji -janji dan realitas dalam melaksanakan kepemerintahan.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here