Kotak Kosong Menang Pilkada! Tamparan Keras atau Sejarah Baru?

0
160

Jakarta, namalonews.com- Setelah mengambil kesimpulan dari hasil perhitungan cepat atau quick count dari pelbagai lembaga survei pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi yang merupakan calon tunggal belum bisa mengungguli kotak kosong.

Jaringan Suara Indonesia (JSI), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), maupun Celebes Research Centre (CRC) yang berkompeten melakukan rilis atas penghitungan cepatnya.

Yang mendasari lembaga survei tersebut yakni CRC. Dari data yang masuk 53 % dan kotak kosong mendapat suara 53,31%. Sedangkan sisanya 46,69 % diperoleh oleh pasangan Appi-Cicu.

Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar yang juga batal di kala maju menjadi kandidat di kota tersebut, mensinyalir kotak kosongnyalah yang bakal unggul.

“Alhamdulillah sejumlah quick count, baik CRC maupun TV nasional, telah menyatakan suara kolom kosong 53 persen. Di real count internal juga 53 persen. Artinya, insya Allah kolom kosong akan memenangkan Pilkada Makassar,” kata Mohammad Radhani pada media di Makassar, Rabu (27/062018).

Bukan itu saja. Ternyata Danny, begitu panggilan akrbanya, juga melakukan perhitungan suara secara real count. Dari hasil tersebut beliau juga menyimpulkan bahwa perhitungannya yang meliputi semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyatakan kotak kosonglah yang unggul.

Real count yang saya lakukan, karena semua TPS sudah ada hasilnya. Semua TPS sudah ada hasil perhitungan suaranya. Baik real count yang saya lakukan, dan quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei, sama menyebutkan bahwa kotak kosong unggul dengan angka 53 persen dan 46 persen untuk calon tunggal,” terangnya [ada media.

Lebih lanjut, fenomena unggulnya kotak kosong di kota yang dipimpinnya itu merupakan sejarah baru di Indonesia. Di kota besar, baru kali ini ada calon tunggal bisa diungguli dengan kotak kosong.

“Kota Makassar cetak sejarah baru di Indonesia: calon tunggal kalah dari kotak kosong. Untuk skala kabupaten, pernah ada kotak kosong kalahkan calon tunggal di Maluku,” imbuhnya.

Sementara itu, kemenangan kotak kosong di Makassar juga menuai berbagai kritik. Kemenangan kotak kosong tersebut, menurut Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, merupakan tamparan keras bagi pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi.

“Ada kaca besar yang bisa kita lihat wajah kita, bertanya pada diri kita, kepantasan kepatutan kalau kita mau menawarkan diri kita jadi pemimpin, sudah pantas atau kurang?” kata Surya Paloh di Jakarta Rabu (27/6/2018).

Surya Paloh tetap mengimbau dengan adanya kejadian ini pasangan calon bisa instrospeksi apa yang menjadi muasal penyebabnya. “Saya pikir itu tamparan ya. Bagaimana kita lawan kotak kosong dan kotak kosong yang lagi menang. Ya tetapi disinilah sebenarnya hikmahnya bahwa suatu proses pembelajaran politik yang baik sesuai menurut kita,” terangnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here