‘Money Politics’ di Lampung, Kerawanan Peringkat Tiga Nasional

0
131

Jakarta, namalonews.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Lampung memproses desakan yang diajukan oleh pasangan Calon Gubernur lampung. Desakan tersebut diajukan dari tiga pasangan yakni,  M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Atas tuduhan terjadinya politik uang mereka melayangkan dugaannya. Selaku Ketua Tim Pemenangan Herman – Sutono, Mingrum Gumay menjelaskan, bahwa pasangan Arinal Djuanaidi – Chusnunia (Arinal – Nunik) disinyalir melakukan politik uang dalam pelaksanaan Pilgub Lampung tahun 2018.

“Ini bukan masalah menang atau kalah namun ini menyangkut kesakralan kontestasi Pilgub Lampung yang dinodai oleh pelanggaran politik uang. Kami akan mengerahkan segala daya dan upaya agar keadilan dapat ditegakkan di Lampung,” ujarnya pada media di Lampung, Rabu (27/6/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Mustafa – Jajuli, Fauzan Sibron menerangkan hal yang tidak jauh berbeda. Beliau sepakat untuk mendesak Bawaslu maupun Sentra Gakkumdu Kota Lampung untuk segera menindak tegas dugaan adanya politik uang yang telah mengotori kontestasi pesta demokrasi tersebut.

“Tiga hari menjelang pencoblosan suhu politik Lampung memanas disebabkan dugaan politik uang yang sistematis, terstruktur, dan masif oleh pasangan Arinal-Nunik. Karenanya kami mendesak Bawaslu dan Sentra Gakkumdu untuk segera memproses laporan-laporan yang sudah masuk, misalnya yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Kota Bandar Lampung,” papar anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut pasa media, Rabu (27/06/2018).

Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua Tim Pemenangan Ridho – Bachtiar, Fajrun Najah Ahmad. Menurutnya Bawaslu dan Sentra Gakkumdu dibatasi oleh waktu. Sesegera mungkin, dugaan politik uang harus segera diselesaikan secara hukum.

“Bawaslu dan Sentra Gakkumdu jangan mengulur-ulur waktu. Dugaan politik uang ini sudah terjadi menyeluruh di Provinsi Lampung. Selain laporan di Kabupaten Lampung Tengah, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Selatan ternyata tim kami di lapangan juga menemukan dugaan politik uang di Kabupaten Pesisir Barat. Besok rencananya akan kami laporkan ke panwas setempat,” terangnya pada media, memperjelas.

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Arinal-Nunik unggul mengalahkan tiga pasangan lain dalam Pilgub di Lampung.

Berbagai sumber menyebutkan, beberapa hari menjelang pencoblosan pada hari tenang, sejumlah pihak telah melaporkan indikasi politik uang diduga dilakukan untuk pemenangan Arinal-Nunik. Sementara itu Panitia Pengawas wilayah setempat membenarkan laporan tersebut.

Sementara itu, Provinsi Lampung ternyata menduduki peringkat ketiga tingkat nasional dalam potensi kerawanan politik uang (money politics). Tepatnya berada di bawah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan fakta dari Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Iskardo P Panggar pada rapat koordinasi dengan stakeholder pengawas Pilkada 2018 di kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (20/4/2018), “Di Lampung juga ada kabupaten yang memilik persentase sebesar 44% lebih dalam hal money politics.”

Namun demikian, provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini berada di level menengah, tepatnya pada level yang masih aman dalam hal kerawanan politik.

“Indeks tersebut tergolong aman, dibanding dengan Provinsi Papua yang berada di level atas. Kami menyadari potensi konflik begitu tinggi. Sampai-sampai keluarga saja bisa tidak teguran karena berbeda pilihan,” terangnya pada media.

Beliau menegaskan, dalam pencegahan terhadap politik uang yang mungkin terjadi, Bawaslu melarang tim pemenangan maupun pasangan calon dalam berkampanye pada malam hari. Juga Aparatur Sipil Negara(ASN) tidak boleh melakukan pendekatan kepada pasangan calon, dilarang menampilkan foto calon, dan mengikuti kampanye. Sebagaimana dalam regulasi Bawaslu.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here