PDIP Dilematis! Jagonya Banyak yang Tumbang

0
201

Jakarta, namalonews.com- Pilkada serentak 2018 kini telah usai setelah digelar pada Rabu, 27 Juni 2018 kemarin. Pilkada serentak 2018 kemarin berlangsung di 171 daerah. Seratus tujuh puluh satu daerah tersebut  meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Tujuh belas provinsi yang menyelenggarakan pilkada serentak 2018, yaitu (1) pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat (Jabar), (2) pilgub Jawa Timur (Jatim), (3) pilgub Jawa Tengah (Jateng), (4) pilgub Sumatera Utara (Sumut), (5) pilgub Sumatera Selatan (Sumsel), (6) pilgub Riau, (7) pilgub Lampung, (8) pilgub Bali, (9) pilgub Nusa Tenggara Barat (NTB), (10) pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT), (11) pilgub Kalimantan Barat (Kalbar), (12) pilgub  Kalimantan Timur (Kaltim), (13) pilgub Sulawesi Selatan (Sulsel), (14) pilgub Sulawesi Tenggara (Sultra), (15) pilgub Maluku, (16) pilgub Maluku Utara, dan (17) pilgub Papua.

Sejumlah lembaga survei telah mempublikasikan hasil quick count atau hitung cepat Pilkada serentak 2018. Bahkan, beberapa pasangan calon yang dinyatakan menang versi hasil hitung cepat, telah menyampaikan pidato kemenangan.

Bagaimana dengan jago yang diusung oleh PDI Perjuangan? Jago yang diusung oleh PDIP di Pilkada serentak 2018 banyak yang tumbang, sosok Jokowi dinilai tidak ampuh untuk menarik suara.

Dari 13 Pilgub yang hasilnya diketahui berdasarkan quick count lembaga survei, calon yang diusung partai pemenang pemilu 2014, PDI Perjuangan, tenyata keok di 9 provinsi. Calon yang diusung koalisi PDIP hanya menang di empat provinsi, yakni (1) pilgub Jateng,  (2) pilgub Bali, (3) pilgub Sulsel, dan (4) pilgub Maluku.

Berdasarkan fakta hasil pilkada tersebut, menurut Arief Poyuono, Waki Ketua Umum Partai Gerindra, sudah seharusnya PDIP mencari sosok pengganti Megawati Soekarnoputri.

Selanjutnya Arief, mengingatkan, sebaiknya Megawati dan Jokowi menyadari bahwa tahun 2019 pasti ganti presiden.

“Makanya aneh, hasil-hasil survei yang masih terus hasilnya menang Joko Widodo,” lanjut Arief, Rabu, 27/6/2018 pada media.

Selain itu, tambah Arief, melihat fenomena ini, PDIP dilematis lantaran sudah tidak bisa jauh dari Jokowi untuk dicalonkan sebagai capres.

Arief  berpendapat bahwa tumbangnya beberapa jagoan PDI Perjuangan di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Barat akibat Joko Widodo yang sekarang lebih jadi simbol PDI Perjuangan.

“Ini harusnya menjadi evaluasi menyeluruh PDIP,” pungkasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here