PT BII Dibentuk Untuk Danai Proyek Infrastruktur

0
188

Jakarta, namalonews.com- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk perusahan patungan bernama PT Bandha Investasi Indonesia (BII). Perusahaan tersebut akan mengelola dana investasi beberapa BUMN untuk pembiayaan proyek infrastruktur.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut P BII adalah perusahaan private investment fund yang akan mengelola BUMN Fund dan dapat menjembatani biaya proyek infrastruktur dengan investor dari BUMN maupun perusahaan swasta.

“Kami menilai ini sebagai peluang besar yang dibuat BUMN terutama banyak BUMN perusahaan asuransi, dana pensiun, yang dananya perlu dikelola dengan baik. Sehingga, perusahaan investasi ini diharapkan berstandar global,” kata Rini pada Kamis (28/6/2018).

PT BII terbentuk dari 8 BUMN bidang jasa keuangan di antaranya PT Bahana Pembinaan Usah Indonesia (Persero), PT Danareksa (Persero), PT Asuransi Jasindo (Persero), PT Askrindo (Persero), PT Asuransi Jasa Ragarja (Persero), Perum Jamkrindo, dan PT Taspen.

Rini menyebeut bangga dengan adanya pembentukan peruhsaaan yang mengelola BUMN Fund ini mengingat pembangunan infrastruktur harus terus diperkuat. Ia menjelaskan salah satu tujuan dari upaya pemerintah membangun infrastruktur yakni guna mengurangi biaya losigstik serta menigkatkan konektivitas antarwilayah.

BUMN pun berkomitmen penuh akan mendukung upaya teresebut. Tidak hanya berupa dukungan fisik, BUMN juga didorong untuk turut berpartisipasi dalam pembiayaan.

Rencana jangka pendek 2014-2019nya, pemerintah akan berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 96,6 persen dengan membangun pembangkit sehingga kapasitas listrik nasional bisa mencapai 71 ribu megawatt pada akhir 2019.

Sebelumnya, pemerintah sukses meningkatkan kapasitas listrik melampaui 54 ribu megawatt. Pemerintah juga akan mengembangkan 5 pelabuhan utama, memperbesar 10 bandara serta membangun jalan tol sepanjang 1.800 kilometer.

Untuk bisa membiayai seluruh proyek infrastruktur dengan total kebutuhan mencapai Rp 5.500 triliun, Menteri Rini menilai angka tersebut tidak hanya mengandalkan APBN dan BUMN saja, tetapi juga keterlibatan swasta dan investor lainnya.

“Melalui skema BUMN Fund tersebut, pemerintah berencana percepat pembangunan nasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa,” katanya.

Skema BUMN Fund juga diharapkan menjadi solusi bagi pendanaan infrastruktur yang lebih terorganisisir sekaligus mengoptimalkan pengelolaan dana milik BUMN baik dengan berinvestasi pada proyek maupun portofolio.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here