AHY: Kabutnya Masih Tebal, Koalisi Akan Terjadi di Last Minutes

0
142

Jakarta, namalonews.com- Komandan Kogasma Partai Demokrat yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY telah menduga bahwa peta dari sebuah koalisi akan terlihat di detik akhir. Hal teresebut karena hingga mendekati waktu pendaftaran capres Agustus yang akan datang, arah dari sebuah koalisi tersebut masih belum terlihat, termasuk dari Partai Demokrat sendiri.

AHY mengatakan bahwa ia menduga akan menjadi last minutes bagi semuanya dalam berkoalisi. Ia juga mengatakan bahwa kabutnya tebal.

AHY juga menuturkan bahwa pada awalnya ia mengira jika arah koalisi Partai Demokrat tersebut akan kelihatan mendekati pada bulan Agustus mendatang. Saat ini mereka  berharap semakin mendekati bulan Agustus akan semakin terang, tapi ternyata tidak.

Dia juga menjelaskan hingga saat ini parpol lainnya memiliki calonnya masing-masing. Setiap parpol akan menghitung untung dan rugi dalam sebuah pencalonan. Sebab, untuk terjadinya sebuah koalisi dari poros ketiga ia pesimis dapat terwujud.

Sedangkan untuk menghasilkan para calon alternatif saat ini dinilai cukup sulit karena telah ambang batas 20 persen. Partai Demokrat sendiri kini bersikap lebih realistis dengan berbagai kondisi tersebut, meskipun diambang batah tengah digugat.

AHY juga mengatakan bahwa karena sekali lagi kompleks, pada saat parpol memiliki jagoannya. Jika berkoalisi antara 3 partai politik lainnya, atau cuma 2 parpol akan lebih mudah, 1 dan 2 juga begitu demikian. Jika tiga dan sebagainya, itu merupakan salam kontreks politik praktis.

Dengan demikian, Partai Demokrat masih dapat mengusahakan untuk membentuk sebuah koalisi alternatif. AHY menyebutkan bahwa terus mengintensifkan berbagai komunikasi dengan elite dari partai lainnya yang sudah terjalin kesamaan visi dan misinya.

AHY mengatakan bahwa ia mempunyai optimisme serta semangat untuk terus membangun sebuah koalisi yang berdasarkan kesamaan visi, misi serta berbagai jenis program pro-rakyat. Dan ia tentunya terus membangun berbagai bentuk chemistry dengan para tokoh lainnya serta berbagai parpol.

AHY mengatakan bahwa Partai Demokrat akan terus membangun sebuah koalisi dalam Pilpres 2019 yang akan datang. Namun, ia juga mengaku bahwa belum saatnya Partai Demokrat menentukan sebuah sikap.

AHY menjealaskan jika kemanapun ia berkunjung, ia pasti ditanya mengenai Pilpres, hal tersebut sangat wajar bahwa itu merupakan pusat perhatian publik. Namun saat ini kabutnya masih cukup tebal. Jadi jika ditanya mengenai AHY memiliki sebuah gambaran, maka secara pasti ia sulit untuk menyatakan hal tersebut.

AHY juga menuturkan jika parpol hingga saat ini masih masing-masing masih memegang kartu kuning meskipun Pilpres 2019 tidak lama lagi. Namun, ia mengatakan bahwa dalam politik semua dapat terjadi. AHY memberikan sebuah contoh saat ia menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

AHY mengatakan bahwa contohnya pilkada di Jakarta yang ia alami sendiri, waktu yang akan datang, ia masih di Australia untuk memimpin sebuah pasukan untuk latihan bersama pada tanggal 23 September mendatang yang merupakan batas akhir bacalon dalam menyerahkan administrasinya pada KPU Jakarta. Ia kemudian terbang ke Jakarta pada saat malam tersebut dan baru akan menyerahkan berbagai berkas pencalonan. Dapat dibayangkan juga hal tersebut mungkin bisa terjadi hal seperti itu.

AHY juga mengungkapkan bahwa setiap parpol mempunyai kepentingan serta harapan masing-masing. Semua akan merasa memiliki kader terbaik yang dapat dicalonkan untuk menjadi capres dan cawapres. Namun semua itu begitu mengunci. Hal tersebut membuatnya merasa membingungkan.

Dia mengingat bahwa pada saat Pilpres 2014 silam, hanya ada dua kekuatan saja yaitu Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun, ia mengatakan jika pendukung Prabowo tersebut tidak lagi bersama hingga saat ini. Tidak ada yang pasti, hal tersebut karena belum diserahkan sebuah rekomendasi tersebut pada KPU. Jadi sekali lagi hingga sampai malam terakhir tersebut masih dapat berubah.

AHY juga memastikan bahwa Partai Demokrat tersebut pasti membangun sebuah koalisi pada saat Pilpres 2019 mendatang. Namun, ia masih menuntup mulut tersebut. Dia meminta bahwa para masyarakat bersabar, Partai Demokrat masih dapat berkomunikasi bersama dengan berbagai parpol serta elite politik lainnya.

Nakah Orasi AHY saat ini menjadi viral diberbagai media sosial serta sudah menyebar lusa di berbagai masyarakat. Hal tersebut diduga karena terjadi dalam sebuah Fans Page Demokrat_TV dalam Facebook.

Sebelumnya AHY telah memberikan sebuah orasi politik yang bertajuk yaitu Dengarkan Suara Rakyat dalam sebuah acara temu para kader Demokrat di JCC.

Menurut Imelda bahwa naskah tersebut dimuat dalam sebuah akun Fans Page Demokrat_TV yang dilihat hamipir 66 ribu orang. Dimana para netizen bayak memberikan komentar dan 172 diantaranya telah membagikan naskah AHY.

Imelda mengatakan bahwa Fans Page Demokrat_TV merupakan sebuah akun kader utama bagi Demokrat yang telah dibuat atas dasar inisiatif sendiri serta dipergunakan dalam kepentingan Demokrat.

Dia menilai bahwa fenomena tersebut menarik karena biasanya berbagai postingan yang viral adalah video atau gambar dan foto. Sedangkan kali ini yang viral merupakan sebuah naskah orasi AHY yang panjang.

Dia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan postingan yang kedua dan menjadi viral.

Dalam setahun terakhir, AHY mengunjungi berbagai kabupaten/kota dari 22 Provinsi yang ada di Indonesia. Selama kunjungan tersebut pula ia mengaku bahwa telah mendengarkan berbagai suara dari para rakyat kecil yang tidak sampai pada pemerintah.

Berbagai suara tersebut menurutnya lebih jujur serta apa adanya karena tidak dibuat-buat dan tidak bermuatan berbagai kepentingan golongan semata.

Nama dari AHY tersebut muncul dalam berbagai hasil survei mengenai capres dan cawapres. Namun, AHY mengaku bahwa dirinya tidak ingin gegabah dalam memutuskan untuk maju atau tidaknya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya bahwa peta koalisi tersebut menjelang Pilpres masih belum dapat terlihat jelas atau masih kabut tebal.

AHY meninggalkan pengabdian di TNI dan saat ini beralih ke politik dengan sebuah perhitungan yang sudah matang. Walau waktunya cukup pendek, keputusaannya tersebut tidak ia sesali, walapun hasil nya tidak sesuai yang diharapkannya.

Jika nanti ada sejarah menentukan bahwa ia harus ikut dalam kompetisi di level lain, ia juga akan mempertimbangkan dengan matang. Ia juga akan hitung semua dengan baik dan tidak gegabah. Baik untuk semua atau hanya diri sendiri, namun juga para masyarakat.

Ia tidak menyampaikan dengan pasti. Hal tersebut masih dalam pengerjaan pada bulan Agustus 2018 pendaftaran Pilpres tersebut. Berarti pada bulan Juli nanti baru dapat mengetahui hasilnya. Hingga saat ini keputusan final tersebut masih banyak dipertimbangkan.

Terus terang bahwa kabutnya masih tebal hingga saat ini. Masih ada sekitar sebulan, maka akan banyak hal yang dapat terjadi.

AHY merasa bersyukur bahwa ada survei yang akan tempatkan secara baik. Ia juga menganggap bawha sebagai penyemangat. Jika ada yang tidak baik dalam menilainya, maka ia menganggap sebagai sebuah cambuk.

Penuli: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here