Dukungan kepada Ridwan Kamil dari Awal Hingga Menangkan Pilkada Jabar

0
181

Jakarta, namalonews.com- Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang merupakan Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ini sudah terlihat unggul dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai Nasdem ini mengakui bahwa dari awal sampai pesimistis Ridwan Kamil atau Kang Emil yakni dapat memenangi pertarungan. Partainya merupakan salah satu pengusung Emil.

Surya Paloh di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Rabu petang (27/6/2018) menyatakan bahwa “Kita mensyukuri ya. Tadinya saya berpikir kalah nih Emil. Kalau ini kalah, maka yang paling kalah Nasdem sebenarnya,” jelasnya menerangkan.

Surya menyataka bahwa partanya merupakan parpol pertama yang menyatakan dukungan terhadap Wali Kota Bandung itu. Padahal dari partainya ini tidak bisa mengusung sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lainnya.

Nasdem ikut mendukung Emil tanpa syarat dan tanpa mahar politik lainnya, seperti yang di katakan “Tapi ya hasil hari ini patut kita syukuri, ya Emil terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat,” ungkapnya.

Surya mengingatkan kepada Emil apabila tugas utamanya adalah menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila. Pasca-kemenangan yang berdasarkan hitung cepat ini, beliau juga mengatakan bahwa tidak memaksa Emil menjadi kader Partai Nasdem.

Emil, kata beliau yang harus menjadi gubernur yang mewakili seluruh partai. Surya menegaskan kembali bahwa “Dia boleh membebaskan yang ada pada dirinya untuk menjadi, katakanlah, gubernur untuk seluruh partai-partai politik lainnya,” ujarnya.

Selain tersebut, maka Surya juga berpesan agar Emil bekerja efektif dan efisien setelah nanti resmi diputuskan sebagai Gubernur Jabar.

Kemudian setelah Ridwan Kamil sudah diyatakan menang versi quick count melarang para pendukungnya menggelar perayaan kemenangan secara berlebihan. Oleh sebab ini beliau meminta supaya dari pendukungnya tersebut tidak menggelar pawai sampai ada pengumuman resmi dari KPU di Jabar.

Ridwan Kamil dalam orasi politik di Hotel Papandayan, pada hari Kamis (27/6/2018) berkata bahwa “Kepada pendukung saya, saya melarang eforia berlebihan. Hari ini memang tidak ada pawai dan hari ini kita menerima berita baik yang disampaikan oleh quick count namun belum resmi. Kalau sudah  resmi maka barulah merencakan untuk membuat acara syukuran kemenangan,” katanya.

Wali Kota Bandung tersebut mengungkapkan bahwa perjalanannya dalam kontestasi Pilgub Jabar tahun 2018 sampai dapat mencapai titik sekarang ini tidak mudah dan sangat panjang. Bahkan bisa lebih dari 1,5 tahun, beliau melewati gelombang, drama, dan dinamika yang meluaskan kesabarannya.

Emil menerangkan bahwa “Betapa tantangan dan fitnah dunia beterbaran yang sedemikan rupa namun apabila Allah sudah berketetapan, maka itu tidak ada daya upaya dunia yang bisa melawan ketetapan Allah SWT,” ucapnya.

Terkait dengan adanya kampanye hitam yang ditujukan kepadanya, maka Emil mengingatkan kepada seluruh pendukungnya untuk tidak membalasnya secara lisan atau dengan tindakan yang serupa. Beliau bahkan mengajak untuk lebih baik memperbanyak doa.

Ridwan Kamil menerangkan bahwa “Setelah pesta demokrasi ini sudah usai, lanjut dia..  marilah kita kembali menyatukan barisan, kita bisa berkumpul dengan keluarga besar relawan Rindu. Mereka yang tidak bisa hadir di sini, yaa mari kita akan undang untuk mensyukuri kemenangan ini. Tapi itu dilakukan setelah ada keputusan resmi dari KPU,” ujarnya.

Menurut Kang Emil bahwa setelah KPUD Jabar menetapkan dirinya sebagai Gubernur Jabar. Maka Kang Emil berjanji untuk menjadi pemimpin bagi semua warga Jabar.

Kang Emil sendiri yang menghimbau bahwa “Saya tidak akan membeda-bedakan suku, agama ras, partai pendukung atau bukan, mencoblos saya tidak, selama dia adalah warga Jabar maka saya wajib melindunginya dan menolong hidupnya,” tegasnya.

Denny JA di Pilgub Jawa Barat dari hasil hitung cepat atau quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyimpulkan bahwa pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menang sebagai pasangan Gubernur pemenang Pilkada. 100 persen data tersebut yang diterima pada hari Rabu (27/6/2018) pukul 18.43 WIB.

Pasangan ini diusung oleh NasDem, Hanura, PPP dan PKB yang mampu mendapatkan suara 32,98 persen. Mereka diikuti pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan suara yakni 27,98 persen. Pasangan yang diusung oleh partai dari Gerindra, PKS, dan PAN ini melampaui ekspektasi survei yang selalu berada di dua terbawah.

Di posisi ketiga pasangan yang sudah ditempati Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi ini diusung oleh partai Demokrat dan Golkar, ternyata Dua DM ini mendapatkan suara final 26,07 persen.

Pasangan yang diusung PDIP Tb Hasanuddin-Anton Charliyan ini akan tetap menempati urutan terbawah dengan total suara yakni 12,98 persen.

Berdasarkan halsil quick count tersebut maka tingkat partisipasi pemilihan berada di angka 69,14 persen. Data tersebut sudah memiliki margin of error 1 persen.

Sedangkan apabila di lihat dari hasil quick count Pilkada Jabar 2018 maka berdasarkan lembaga survei SMRC pada hari Rabu (27/6/2018) pukul 17.50 WIB yakni dengan suara masuk 100 persen, rinciannya yakni sebagai berikut:

  1. Pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum memperoleh 32,26%
  2. Pasangan nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin – Anton Charliyan memperoleh 12,77%
  3. Pasangan nomor urut 3 Sudrajat – Ahmad Syaikhu memperoleh 29,58%
  4. Pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memperoleh 25,38%

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut dua ini yakni TB Hasanuddin mengucapkan selamat kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang menang yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Beliau merujuk hasil hitung cepat bahwa yang memenangkan yakni pasangan itu.

Hasanuddin dalam pernyataannya, pada hari Rabu (27/6/2018) menyatakan bahwa “Kami punya tradisi yang kalah harus bisa untuk menghormati yang menang. Dan harus mendukung untuk membangun Jawa Barat yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” ujarnya menerangkan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar tersebut yang turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejuang partai dari kader militan, dan simpatisan yang telah berjuang keras dengan cara-cara yang terhomat.

“Saya bangga atas militansi kader PDI Perjuangan Jawa Barat, karena tidak ada gading yang tak retak. Sepanjang adanya sebuah kontestasi tentu banyak salah ucap dan perbuatan, untuk itu mohon untuk dibukakan pintu maaf,” ucapnya menerangkan.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa dari beberapa rangkaian puncak dari kontestasi Pilgub Jabar yakni dari beberapa pencoblosan telah rampung digelar. Bahkan dari sebagai kader partai, Hasanuddinlah yang telah menjalankan tugas yang dibebankan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan yakni Megawati Soekarnoputri, sebagai calon Gubernur Jabar bersama dengan calon wakil Gubernur Jabar yakni Anton Charliyan.

Hasanuddin menegaskan bahwa “Sepanjang 6 bulan ini, alhamdulillah dari kami telah mendatangi lebih dari 1.200 titik dari Ujung Genteng di sebelah barat sampai Losari di Ujung Timur,” ungkapnya menerangkan.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here