Ini Alasan PAN Tak Paksakan Kadernya Jadi Cawapres Prabowo

0
106

Jakarta, namalonews.com- Ketua Umum PAN yaitu Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pihaknya tersebut tidak akan memaksakan kadernya tersebut untuk menjadi cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto. Dalam membangun sebuah koalisi tersebut, menurutnya bahwa setiap partai tidak dapat memaksakan kehendaknya.

Anda Partai PAN bergabung untuk mendukung Prabowo Subianto, maka parpol lainnya juga akan ikut menawarkan para kadernya untuk menjadi Cawapres Prabowo. Karena itu, Partai PAN akan menunggu berbagai perkembangan yang ada saat ini.

Zulkifli mengatakan jika dalam koalisi tersebut, terdapat kesepakatan kesepahaman yang tidak dapat di harga mati. Harga mati tersebut jika PAN dapat mengusung sendiri, harga matinya tersebut. Namun jika tidak dapat tentu kesepakatannya. Akan tetapi sangat tergantung koalisinya tersebut.

Dia menuturkan bahwa pada tiap partai akan mempunyai ego serta agenda masing-masing dengan menawarkan para kadernya tersbeut menjadi salah satu pendamping dari Jokowi atau Prabowo Subianto. Untuk itu, harus ada sebuah kesepakatan antar partai yang terkait dengan cawapresnya.

Namun, Zulkifli juga memahami mengenai cara tersebut dilakukan oleh para tidap partai untuk menjaga perolehan kursinya dalam DPR. Partai PAN sendiri hingga saat ini hanya mendapatkan 8,6 persen kursi dari DPR atau 7,59 persen suara sah nasional saja.

Zulkifli mengatakan bahwa para partai tersebut masih memiliki ego. Jika koalisi besar, misalnya yaitu koalisi dari sebelah sana Jokowi sendiri apa semua sudah oke atau belum.

Pada saat ini Partai PAN juga telah mengamati bahwa kemungkinan besar dari parpol pendukung Jokowi tersebut akan berpindah haluan karena para kadernya tersebut tidak dipilih untuk menjadi cawapresnya. Jika hal tersebut dapat terjadi, Partai PAN akan membuka sebuah komunikasi dalam membentuk sebuah poros alternatif pada Pilpres 2019 mendatang.

PKS telah mengisyaratkan supaya PAN ikhals untuk memberikan jatah kursi cawapres kepada Prabowo Subianto ke partainya tersebut. Alasannya yaitu bahwa kader PAN, yaitu Hatta Rajasa yang telah didampingi oleh Prabowo pada Pilpres 2014 silam.

Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa tahun 2014 silam PKS memiliki suara hingga 57 persen serta PAN memiliki 43 persen. PKS legowo juka PAN menjadi cawapres. Padahal suaranya tersebut jauh lebih tinggi dari PKS.

Hidayat mengatakan jika saat itu ikhlas untuk memberikan kusri cawapres kepada Partai PAN walau perolehan suara dari PKS tersebut lebih unggul. Hidayat berharap bahwa PAN dapat bersikap lebih sama dengan Partai PKS dalam Pilpres 2019 mendatang, meskipun perolehan suara tersebut PAN lebih tinggi.

Pada Pemilu 2014 silam, PAN telah berhasil dalam meraup suara 48 persen, sementara PKS mendapatkan 40 persen.

Namun ia mengatakan jika tidak ingin mendahului keputusannya partai tersebut. Akan ada musyawarah mengenai cawapres Prabowo agar menemukan titik mufakatnya.

Hidayat mengatakan namun apapun pada akhirnya akan membicarakan bersama dengan para calon presiden. Capres serta cawapres juga akan menjadi bagian dari akhir yang akan menentukan.

Diberitakan bahwa PKS tersebut akan mendorong 9 nama kadernya sebagai cawapres Prabowo Subianto. Mereka yaitu Hidayat Nur Wahid, Ahmad Heryawan, Anis Matta, Sohibul Iman, Irwan Prayitno, Salim Segaf al-Jufri, Muzammil Yusuf, Tifatul Sembiring dan Mardani Ali Sera.

Sedangkan, Partai PAN saat ini berencana untuk menduetkan Zulkifli Hasan sebagai cawapres dari Prabowo Subianto.

Ketua DPP dari Partai Gerindra yaitu Ahmad Riza Patria yakin bahwa partainya tersebut dengan PAN, PKS, Demokrat, PBB dan PKB akan mengadakan koalisi untuk mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang. Sebab menurut hasil survei para calon potensial pada saat mengalahkan sebuah petahana dari Jokowi hanya Prabowo.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil sebuah survei hanya Prabowo yang dapat berpeluang, berpotensi serta ia yakin dapat menggantikan serta mengalahkan Jokowi. Jadi ia sangat yakin bahwa PKS dan PAN bukan merupakan partai sekutu lagi, namun sengaja untuk bersaudara dalam suka serta duka untuk kebersamaan dengan Partai Gerindra. Ia yakin bahwa PAN, PBB, PKS bersama dengan Partai Gerindra.

Gerindra tidak ingin mencampuri sebuah mekanisme yang internal dari partai lain. Namun Riza juga mengatakan bahwa partainya tersebut belum menentukan sebuah arah mempunyai berbagai misi yang sama dalam kepentingan rakyat serta negara.

Ia berharap agar PAN, PBB, PKS akan bersama dengan Gerindra. Ia tidak ingin mencampuri berbagai kewenangan serta mekanisme internal dari masing-masing partai, namun mempunyai berbagai misi yang sama dengan parpol dengan kepentingan partai serta negara.

Menurut Riza, mengenai cawapres Prabowo tersebut tidak perlu terburu-buru serta lebih cermat dalam menentukan. Intinya, Prabowo mempunyai tekat yang bulat untuk maju menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Prabowo sendiri pasti akan menjadi capres. Bahkan ia juga menyakini bahwa Prabowo dapat menang. Terkait mengenai cawapres akan masih dilakukan dengan penelitian yang cermat serta hati-hati. Ia masih ingin bahwa lebih dulu untuk memastikan koalisinya tersebut. Ia meyakini bahwa Gerindra merupakan teman dalam koalisi.

Ketua PKS yaitu Mardani Ali Sera mengatakan bahwa partainya akan lebih senang jika PAN tersebut memutuskan untuk bergabung dalam koalisi bersama dengan Gerindra. Mardani meyakini bahwa PAN bergabung, makan tagar ganti presiden dapat terwujud.

Zulkifli Hasan juga bertemu dengan Prabowo Subianto di rumah dinas Zulkifli. Prabowo langsung menemui Zulkifli dalam pertemuannya tersebut.

Prabowo datang bersama dengan Ahmad Muzani yang merupakan Sekjen Gerindra. Sedangkan PAN yang hadir yaitu Yandri Susanto dan Mulfachri Harahap.

Yandri menyebut bahwa pertemuan tersebut merupakan silaturahim dan penjajakan koalisi menjelang Pilpres 2019 mendatang. Ia mengiran membangun sebuah chemistry tersebut akan semakin intensif.

Syarief Hasan menilai bahwa pertemuan tersebut hanya untuk komunikasi mengenai politik yang biasa. Partai Demokrat tidak khawatir jika PAN bergabung dengan PKS dan Gerindra.

Ia mengatakan bahwa tidak terlalu khawatir jika PAN bergabung dengan Gerindra. Ia melihatnya bahwa pertemuan tersebut merupakan sebuah komunikasi politik biasa dilakukan oleh seorang ketua umum partai.

Demokrat tidak perlu khawatir mengenai poros ketiga yang akan dibangun untuk dapat menghadapi Pilpres 2019 gagal dibentuk karena PAN merapat ke Prabowo. Karena, keinginan dari Demokrat sendiri belum final dan masih terbuka untuk kemungkinan dapat bergabung dengan koalisi yang ada saat ini.

Syarief mengatakan bahwa belum tentu juga poros ketiga tersebut gagal dibentung jika PAN merapat kedalam koalisi Gerindra dan PKS. Hal tersebut karena belum last minute, jadi masih terbuka lebar kemungkinan, ia belum dapat memutuskan.

Fuad Masyur ikut dalam menghadiri pertemuan antara Prabowo dan Amien Rais serta Rizieq Shihab di Mekkah. Hal tersebut banyak memunculkan berbagai spekulasi mengenai komitmen dari Golkar untuk Jokowi.

Ace Hasan Sadzilu mengatakan bahwa kehadiran dari tokoh tersebut tidak ada kaitannya dengan Partai Golkar. Fuad datang atas nama peribadi dengan kepentingan pekerjaan.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here