Jokowi Telepon Erdogan Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Kembali sebagai Presiden Turki

0
302

Jakarta, namalonews.com- Presiden RI Joko Widodo diketahui secara langsung telah menghubungi Presiden Turki Terpilih tahun 2018 yaitu Recep Tayiyip Erdogan melalui telepon dari Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Selasa sore, 26 Juni 2018. Dalam hal ini, Presiden Jokowi ingin menyampaikan ucapan selamat kepada Erdogan atas terpilihnya kembali Erdogan sebagai Presiden Turki berdasarkan pemilihan umum Turki.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan ucapan selamat kepada yang mulia, atas terpilihnya kembali yang mulia sebagai Presiden Republik Turki,” kata Presiden Jokowi, sebagaimana disampaikan pada siaran pers resmi di Istana Kepresidenan.

Presiden Jokowi mewakili segenap rakyat Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada Erdogan serta menyampaikan doanya bagi Presiden Turki terpilih ini.

“Saya meyakini, melalui kepemimpinan yang arif dan bijak dari yang mulia, rakyat Turki akan semakin makmur,” ucap Jokowi.

Dalam penyampaiannya via telepon tersebut, Jokowi juga menyambut gembira atas pelaksanaan pemilihan presiden beserta parlemen Turki yang dapat dilaksanakan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun. Selain itu, pemilihan umum yang telah dilaksanakan juga bisa berlangsung dengan antusiasme rakyat Turki yang cukup tinggi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan komitmen Indonesia untuk bekerja sama secara lebih erat dengan Turki untuk menjamin kesejahteraan rakyat kedua negara. Hubungan ini juga diharapkan dapat membantu mengedepankan kepentingan umat yang ada di dunia, salah satunya adalah mewujudkan kemerdekaan Palestina yang hingga saat ini masih mengalami berbagai konflik.

Pada akhir teleponnya, Presiden Jokowi pun menyampaikan doa bagi Presiden Erdogan sekaligus mengundangnya agar berkunjung ke Indonesia.

“Semoga yang mulia terus diberkahi kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas,” kata Jokowi.

Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri yang merupakan orang yang mengurusi hubungan Presiden dengan negara lain juga mengakui bahwa kedua kepala negara ini memiliki hubungan yang sangat dekat. Bahkan, hubungan atau perbincangan melalui sambungan  telepon seperti itu sudah sering dilkaukan oleh keduanya.

“Presiden Jokowi memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Erdogan. Dalam banyak kesempatan, kedua pemimpin melakukan pembicaraan melalui telepon untuk membahas berbagai macam isu,” ucap Retno.

Dengan adanya hubungan baik dengan negara lain, diharapkan Presiden Jokowi dapat membawa bangsa Indonesia untuk semakin maju dan bisa saling membantu bersama dengan negara-negara lain dalam menghapi permasalahan yang ada.

Erdogan Peroleh Mayoritas Suara Rakyat, Pastikan Kembali Menjabat sebagai Presiden Turki

Pada pertengahan tahun 2018 ini, Turki melaksanakan proses demokrasi terbesar, di mana dilaksanakan pemilihan umum untuk menentukan Presiden dan lembaga parlemen Turki yang baru. Pada proses pemilihan presiden ini, Presiden Turki yang menjabat pada periode sebelumnya, Recep Tayyip Erdogan kembali memengangkan pemilihan presiden dengan memperoleh suara lebih dari setengah dari total suara rakyat yang sah.

Sadi Guven selaku kepala otoritas pemilihan umum Turki menyampaikan bahwa, Erdogan memperoleh mayoritas suara mutlak dari semua surat suara yang dianggap resmi. Akan tetapi Guven tidak memberikan rincian hasil pemilihan umum secara lebih lanjut.

“Presiden Recep Tayyip Erdogan memperoleh suara mayoritas mutlak dari seluruh suara yang valid,” terang Guven.

Selain itu, berdasarkan data dari YSK, Erdogan telah berhasil meraih 52,5 persen suara dari 99 persen suara resmi dan terhitung. Sedangan saingan terdekatnya, yaitu Muharrem Ince hanya memperoleh suara sebanyak 31,7 persen. Karena hasil pemilihan presiden ini, Erdogan kembali menduduki kursi sebagai orang nomor satu dan memimpin pemerintahan di negara tersebut.

Hasil akhi dari pelaksanaan pemilihan umum negara Turki, secara resmi akan diumumkan kepada segenap warga dan publik pada Jumat, 29 Juni 2018 mendatang.

“Masyarakat kita telah memberikan kepada kami suatu tugas untuk melaksanakan jabatan presiden dan eksekutif,” tanggapan Presiden Erdogan dalam pernyataan singkatnya melalui televisi atas hasil pemiihan umum Turki yang masih belum resmi.

Dalam kesempatan itu, Erdogan turut menyampaikan bahwa aliansi rakya, koalisi partai yang mengusung dirinya dalam pemilihan presiden telah berhasil memperoleh mayoritas kursi parlemen dalam pemilihan legislatif yang dilaksanakan oleh negara Turki pada tahun 2018 ini.

Berdasarkan laporan dari BBC, dalam konstitusi baru Turki yang akan berlaku setelah pemilu, presiden akan memegang kekuasaan yang cukup besar. Dengan hasil ini, Erdogan dapat menghapuskan perdana menteri, sehingga presiden akan mendapatkan kekuasaan yang baru, di mana salah satunya adalah kewenagan untuk secara langsung menunjuk pejabat senior dan yang akan campur tangan dalam sistem hukum yang baru.

Presiden Erdogan, sebelumnya telah memimpin dan memerintah negara Turki selama lebih dari 15 tahun sebagai perdana menteri serta sebagai presiden.

“Saya bersyukur kepada Allah atas hari yang indah ini,” terang salah seorang warga bernama Ahmet Dindarol yang juga ikut serta dalam perayaan kemenangan di Istanbul.

Dalam keterangan yang disampaikanya, ia mengatakan bahwa rakytat Turki memilih Erdogan sebagai Presiden Turki dan juga mengharapkan kebaikan Turki saat berada di bawah kekuasaan Erdogan.

“Kami memilih Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden Turki. Selain itu, kami berdoa banyak untuk dirinya,” imbuh Ahmet, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.

Putin: Kemenangan Erdogan Buktikan Kepercayaan Rakyat

Presiden Rusia Vladimir Putin, turut menyampaikan tanggapannya atas terpilihnya kembali Erdogan sebagai Presiden negara Turki setelah sebelumnya juga telah memimpin negara tersebut. Putin mengatakan bahwa hasil pemillihan umum Turki itu menunjukkan kepercayaan rakyat atas kebijakan dan otoritas yang Erdogan miliki selama memerintah negara Turki.

“Kemenangan ini tentunya menunjukkan dukungan rakyat atas kepemimpinan Erdogan dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial yang melanda Turki, serta telah memperkuat posisi Turki di tingkat internasional,” kata Putin dalam pernyataan resminya yang dirilis oleh Kremlin.

Lebih jauh lagi, Putin menyampaikan kesiapan negara Rusia untuk melanjutkan hubungan kerja sama dan dialog dengan negara Turki secara lebih erat, sehingga kedua negara dapat saling membantu dan menguntungkan.

“Semua ini sangat terkait dengan kepentingan rakyat Rusia dan rakyat Turki,”  terang Kremlin yang memuji hubungan kedua pemimpin yang sangat erat.

Selama beberapa bulan terakhir, Putin dan Erdogan semakin mempererata komunikasi dan kerjasamanya dalam membangun aliansi di antara kedua negara. Dalam menunjukkan pentingnya hubungan di antara kedua negara, Putin menjadikan Turki sebagai negara pertama yang dikunjunginya setelah berhasil memenangkan pemilu dan memperoleh masa jabatan keempatnya sebagai presiden.

Di lain sisi, Turki dan Rusia adalah dua negara yang sering berseteru, terutama dalam konflik bersenjata Suriah. Sampai dengan saat ini, Rusia menjadi salah satu sekutu Presdien Bashar al-Assad, sedangkan Turki hingga saat ini masih sangat mendukung kelompok pemberontak yang hendak menjatuhkan Bashar Al-Assad.

Namun demikian, pada beberapa bulan terakhir, Turki dan Rusia terus menjalin kerja sama terutama untuk mencari solusi atas permasalahan politik yang terjadi di Suriah.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here