Kawasan Industri di Luar Jawa Naik 42 Persen

0
182

Jakarta, namalonews.com- Pengembangan kawasan industri yang ada di Indonesia, khususnya di daerah luar Jawa, menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari sisi jumlah kawasan maupun luasnya kawasan industri. Pada tahun 2014 yang lalu, berdasarkan pada data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menunjukkan bahwa terdapat sejumlah 74 kawasan industri yang luasnya hingga mencapai 36.300 hektar. Sedangkan, pada tahun 2017 kemarin, jumlah kawasan industri telah melonjak menjadi 87 dengan luasan yang mencapai 59.700 hektar. Peningkatan jumlah dan luas kawasan industri dari tahun 2014 sampai dengan 2017 adalah sekitar 40 %. Peningkatan ini terjadi di luar Pulau Jawa, sesuai dengan yang disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

“Kawasan industri yang ada di luar Pulau Jawa, telah mengalami peningkatan luasa kawasan. Dari 28,01 persen pada tahun 2014,  menjadi 42,42 persen pada tahun 2017 ini,” terang Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya pada hari Rabu, 27 Juni 2018.

Airlangga juga menambahkan, khususnya untuk kawasan yang ada di luar Pulau Jawa, Kementrian Perindustrian akan terus mendorong pengembangan kawasan industri. Hal ini menjadi salah satu  upaya dari Kementrian Perindustrian dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Masih banyaknya ketersediaan lahan yang ada di luar Pulau Jawa menjadi salah satu pendorong utama tingginya angka pertambahan dan perluasan kawasan industri di luar Pulau Jawa ini. Karena hal inilah, persentase kawasan industri di luar Jawa lebih tinggi jika dibandingkan dengan kawasan industri yang ada di Jawa.

“Karena ketersediaan lahan di luar Jawa relatif masih sangat luas, maka peningkatan persentase luas kawasan industri di luar Jawa menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di Jawa,” tambah Airlangga.

Jumlah kawasan industri yang ada di Pulau Jawa pada tahun 2017, adalah sejumlah 57 kawasan industri. Kemudian untuk Sulawesi terdapat sejumlah 4 kawasan industri, dan di Kalimantan terdapat sejumlah 5 kawasan industri. Sementara itu, di Sumatera terdapat sejumlah 21 kawasan industri.

Di sisi lain, guna memudahkan para investor dalam mengembangkan bisnisnya di Tanah Air, Kementrian Perindustrian, selama ini telah menyediakan fasilitas-fasilitas pembangunan kawasan industri. Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah ini tentunya juga telah terintegrasi dengan fasilitas-fasilitas penunjang.

Menurut Airlangga, pembangunan kawasan industri yang ada di Indonesia merupakan salah satu upaya yang telah pemerintah lakukan guna mengurangi ketimpangan ekonomi serta mensejahterakan masyarakat.

“Pembangunan kawasan industri juga menjadi salah satu upaya dari pemerintah, untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri. Serta untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Airlangga dalam menyampaikan keterangannya.

Selain itu, aktivitas industri yang dikembangkan dengan baik juga akan memberikan efek yang positif, seperti halnya penyerapan tenaga kerja, peningkatan pada nilai tambah bahan baku, serta peningkatan dalam penerimaan devisa.

Airlangga juga telah memasang target, di mana pada tahun ini tambahan 13 kawasan industri baru dengan prediksi nilai investasi yang bisa ditarik hingga mencapai Rp 250,7 triliun. Sejumlah 13 kawasan industri (KI) yang diprediksikan dapat mengalami kenaikan yaitu KI atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara, juga ada KI Morowali di Sulawesi Tengah, KI Bantaeng di Sulawesi Selatan, KI Kendal di Jawa Tengah, KI JIIPE Gresik di Jawa Timur, serta KI Wilmar Serang yang ada di Banten. Selain itu juga ada pula, KI Konawe di Sulawesi Tenggara, KI/KEK Palu di Sulawesi Tengah, KI/KEK Bitung di Sulawesi Utara, KI Dumai di Riau, KI Ketapang dj Kalimantan Barat, KI Tanjung Buton di Riau, serta KI/KEK Lhokseumawe di Aceh.

Disampaikan oleh Airlangga, bahwa pemerintah juga telah memberikan kemudahan dalam berinvestasi di kawasan industri di Indonesia, sehingga diharapkan hal ini dapat mendorong pengembangan kawasan industri di berbagai daerah di Indonesia. Kemudahan yang diberikan oleh pemerintah ini di antaranya adalah adanya pemberian insentif fiskal dan non- fiskal, selain itu juga dengan adanya pembentukan satuan petugas untuk penyediaan lahan, SDM, gas, listrik, tata ruang, air, dan sebagainya.

Kawasan Industri di Luar Jawa Telah Melebihi Target Kemenperin

Pengembangan kawasan industri, terutama yang ada di luar Pulau Jawa berdasarkan pada data dari Kementerian Perindustrian, telah berhasil melebihi target yang sebelumnya telah dicanangkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

I Gusti Putu Suryawirawan selaku Pelaksana Tugas atau Plt di Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementrian Perindustrian, mengatakan bahwa, saat ini sejumlah 10 kawasan industri yang ditargetkan terbangun sampai dengan tahun 2019, telah berjalan dengan lancar.

Selain itu, saat ini terdapat pembangunan sejumlah 3 tambahan kawasan industri baru, yang direncanakan akan diselesaikan pada tahun 2018 ini.

“Ini artinya target kami telah tercapai, sehingga nanti tahun 2019 sudah ada sejumlah 18 kawasan industri baru yang telah beroperasi,” jelas Putu pada awal tahun yang lalu.

Kawasan industri baru yang saat ini masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan tahun ini telah beroperasi adalah kawasan industri Tanjung Buton di Riau, kawasan industri Wilmar di Serang, serta kawasan industri Lhokseumawe di Aceh.

Diperlukan adanya insentif nonfiskal dan kemudahan perizinan investasi di kawasan industri, sehingga menurut Putu, hal ini akan mempercepat pengembangan kawasan industri yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah harus bisa menarik para pelaku industri agar mampu menanamkan modal bagi berbagai kawasan industri di Indonesia.

Putu menyampaikan bahwa saat ini, pemerintah juga tengah fokus guna menarik para pelaku industri agar berkenan untuk menanam modal bagi sejumlah kawasan industri di Indonesia. Apabila yang ditawarkan hanya kawasan saja tanpa ada fasilitas-fasilitas penunjangnya, menurut Putu hal ini tidak ada artinya, sehingga yang harus didorong oleh pemerintah saat ini adalah terkait dengan inventasi industri.

Dengan adanya berbagai pengembangan kawasan industri yang ada di berbagai daerah di Indonesia ini, diharapkan dapat menyeimbangkan perekonomian dalam masyarakat, serta dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini, pemerintah juga diharapkan dapat terus mendukung pengembangan kawasan industri, yakni dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang dalam operasional kawasan industri. Selain itu juga bisa dengan membuat kebijakan yang memudahkan dilaksanakannya pengembangan kawasan industri.

Meskipun saat ini yang banyak mengalami perkembangan atau kenaikan adalah kawasan industri yang ada di luar Jawa, sangat diharapkan bahwa kawasan industri di Pulau Jawa juga mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga dapat menaikkan perekonomian daerah-daerah yang ada di Jawa. Perkembangan kawasan industri juga diharapkan tidak hanya pada kuantitasnya saja, melainkan juga dengan kualitas kawasan industri. Dengan ini, kawasan industri dapat berjalan dengan baik, stabil, dan mampu terus berkembang.

Selain itu, berbagai pelaku industri baik dalam wilayah Indonesia maupun dari mancanegara, diharapkan dapat tertarik untuk menanamkan modalnya di kawasan industri di Indonesia, sebab dengan adanya hal ini, maka dapat memberikan berbagai pengaruh yang positif terhadap perekonomian di Indonesia.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here