Rustam Ibrahim : Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan AHY Akan Bertarung di Pilpres 2024

0
284

Jakarta, namalonews.com- Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), yang bernama Rustam Ibrahim telah menyatakan pendapatnya mengenai beberapa  tokoh yang nantinya akan bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 yang akan datang.

Pendapat Rustam Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) tersebut ia sampaikan dengan melalui akun Twitter-nya, @Rustamibrahim.

Rustam juga menganggap bahwa ada sebanyak empat tokoh yang nantinya akan meramaikan pilpres 2024. Diantara yakni Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan juga Agus Harimurti Yudhoyono.

“Tampaknya tokoh tokoh yang bertarung dalam Pilpres 2024 bakal ramai: ada Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan juga AHY,” tulis Rustam Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.

Ia pun juga tidak menyebutkan apa saja alasan mengapa tokoh tersebut bisa dispekulasikan masuk dalam pertarungan pilpres 2024 akan datang.

Sementara itu, untuuk keempat nama tokoh tersebut adalah sosok gubernur maupun dari elit partai.

Ridwan Kamil merupakan pasangan yang unggul di dalam pilihan gubernur di Jawa Barat menurut versi hitung cepat yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga survei.

Sedangkan untuk pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi kalah di dalam hitung cepat pilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Barat (Jabar) yang telah digelar oleh sejumlah lembaga survei.

Pasangan Demiz (Deddy Mizwar) – Dedi telah diusung oleh partai Golkar dan juga Partai Demokrat.

Mengenai kekalahan yang dilakukan dalam hitung cepat tersebut, Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang bernama Teddy Gusnaidi menyebutkan jika kekalahan Demiz – Dedi dalam hitung cepat ini dikarenakan oleh blunder dari Mantan Presiden RI  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Teddy Gusnaidi, pertarungan Pilkada Jabar tersebut awal mulanya adalah milik Ridwan dan Demiz sedangkan untuk kedua calon lain adalah ‘penggembira’.

Di dalam kemenangan Ridwan Kamil kemenangan dalam hitung cepat hasil Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018 ternyata ada kisah menarik dari perjalanan panjang Ridwan Kamil.

Diantaranya yaitu kisah tentang sesosok wanita cantik yang bernama Atalia Praratya, yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Kang Emil untuk meraih simpati dari semua warga Jabar.

Karena , dari empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berlaga di Pilkada Jabar, hanya Atalia yang selalu setia mendampingi suaminya untuk meraup dukungan warga.

Semua itu terkisah dalam rangkaian foto-foto kegiatan Ridwan Kamil selama masa pencalonan dirinya menjadi cagub yang diunggah di akun Instagram pribadi Kang Emil.

Di mana pun Kang Emil berada, wanita yang diberinya panggilan Si Cinta itu selalu ada di sisinya. Mulai dari berorasi di atas panggung kampanye, mengikuti debat kandidat yang sempat berakhir ricuh seperti yang terjadi di Depok.

Hal yang sama juga terjadi pada Ganjar Pranowo yang unggul versi hitung cepat untuk melenggang dua periode dengan menjabat gubernur Jawa Tengah.

Calon gubernur dari Jawa Tengah yang bernama Ganjar Pranowo menyatakan, jika kemenangannya dari pasangan Ganjar–Yasin dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018 merupakan hasil kerja bersama partai pengusung, tim pemenangan dan relawan pendukung.

Sesuai dengan hasil beberapa quick count (hitung cepat), suara yang diperoleh dari pasangan Ganjar–Yasin unggul. Walaupun demikian, tim masih harus bekerja keras untuk mengamankan perolehaan suara dalam pemungutan suara Pilgub Jateng 2018 yang dilakukan.

Lebih jauh lagi Ganjarjuga menjelaskan, Ganjar–Yasin telah siap membangun Jawa Tengah ke depan jauh lebih baik jika dibandingkan sekarang ini. Berbagai macam program juga sudah sudah disiapkan di dalam mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju dari saat ini.

Dirinya juga mengatakan jika bahwa bukan superman namun akan selalu berusaha membawa perubahan dan membangun Jawa Tengah ke depan jauh lebih baik.

Sedangkan  di dalam kesempatan tersebut calon wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin juga mengungkapkan uncapan terima kasihnya kepada partai yang telah menjadi partai pengusung, tim pemenangan, relawan serta seluruh pihak yang sudah bekerja keras di dalam memenangkan pasangan calon gubernur serta wakil gubernur Ganjar–Yasin.

Ganjar mengucapkan dengan ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk memenangkan pasangan tersebut.

Ganjar juga tidak lupa  mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah yang sudah sepenuhnya memberikan kepercayaan dan amahan kepadanya di dalam memimpin Jawa Tengah.

Untuk pilkada Makasar ada hal aneh yang harus disoroti. Berdasarkan hitung cepat (quick count) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Makasar, beberapa lembaga survei menyatakan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) belum unggul dari kotak kosong, Rabu (27/6/2018)

Keunggulan kotak kosong ini membuat calon tunggal batal menjadi walikota dan wakil walikota, serta pilkada akan kembali dilaksanakan tahun 2020.

Mengenai hal tersebut, Mantan Staf Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu turut berkomentar.

Ketua KPU Sulsel, Misna Attas yang dikonfirmasi terkait dengan keunggulan kotak kosong melawan calon tunggal Appi-Cicu enggan berkomentar banyak.

Dia mengaku, tidak bisa berkomentar karena hasilnya belum pasti.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunggu hasil real count oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Makassar.

“Saya tidak bisa berkomentar dulu karena baru selesai dilakukan pemungutan suara. Sebab untuk hasil pemungutan suara Pilkada Makassar saat itu masih di dalam perjalanan.

Saat ditemui di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (27/6/2018) malam, Ketua KPU Sulsel, Misna Attas  mengatakan Biarlah quick count yang dilakukan oleh lembaga survei, kami tetap berpatokan pada real count.

Adapun jika nantinya hasil kotak kosong justru unggul dari calon tunggal, Misna juga mengatakan Makassar akan menggelar Pilkada selanjutnya yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

“Dirinya mengatakan jika memang terjadi menang kotak kosong. Tidak mungkin kita Pilkada tahun depan, karena Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif. Oleh sebab itu, Pilkada selanjutnya ada pada tahun 2020 nantinya.

Sebanyak 10 partai telah mengusung Appi-Cicu maju pada Pilkada Makassar. Diantaranya yaitu Partai Nasdem, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan juga PKPI.

Koalisi besar ini tersebut mengumpulkan sebanyak  43 dari 50 kursi parlemen Makassar. Saat itu kotak kosong unggul 53 persen suara.

Kemudian untuk calon tunggal Appi-Cicu memperoleh suara sebesar 46 persen.

Lalu untuk Anies Baswedan memang sedang menjabat jadi gubernur DKI Jakarta dengan wakilnya Sandiaga Uno sampai masa jabatan tahun 2022.

Sedangkan untuk AHY termasuk elit partai demokrat.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua umum partai Demokrat telah mengukuhkan AHY untuk menjadi Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) dalam Pilkada 2018 dan juga Pilpres 2019.

AHY juga pernah diusung empat partai untuk maju ke Pilkada DKI Jakarta 2017.

Partai tersebut diantaranya adalah Demokrat, Pan, PPP, dan juga partai PKB.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here