Eksotisme Budaya Kalsel di Festival Banjar 2018

0
605

Jakarta, namalonews.com- Festival Banjar 2018 yang digelar selama 3 hari, Jumat (29/6/2018) – Minggu (1/7/2018), di Plaza Theater Taman Ismail Marzuki, berlangsung meriah. Event yang juga merupakan kegiatan silaturahim warga Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) se-Indonesia dan dunia ini dipadati pengujung.

Festival ini diikuti oleh 13 kota/kabupaten se-Kalsel yang membuka stand-stand promosi yang menyajikan beragam potensi dan kerajinan serta kuliner Kalsel. Diantaranya memamerkan  41 wadai (kue) khas Banjar, soto Banjar serta kuliner lainnya. Juga ditampilkan berbagai perahu yang diberi roda sebagai replika perahu yang terdapat di pasar terapung.

Festival Banjar 2018 berhasil menyedot minat warga Jakarta dengan digelarnya beragam budaya, seperti Pengantin Banjar, hingga Parade Sasirangan. Selain itu festival ini juga menyajikan permainan tradisional seperti Balogo dan lain-lain. Juga menyuguhkan Tarian bertajuk Maharagu Banua yang begitu eksotis.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Merajut Kekuatan Dalam Silaturahim Budaya Banjar’ ini juga menampilkan Budaya Dayak Meratus. Event yang disajikan, seperti Aruh Ganal Fest. dan juga Replika Aruh Adat Dayak yang judulnya ‘Doa Bagi Bumi’. Konsep yang disajikan seni rupa instalasi pertunjukan yang diperankan oleh para Balian suku Dayak Meratus pedalaman Kalsel.

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, mengatakan Festival Banjar ini merupakan kalender tetap Pemprov Kalsel. “Kami berterima kasih atas partisipasi warga Banjar di Jabodetabek yang rutin membantu terselenggaranya acara ini,” demikian ucap Rudy Resnawan.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri yang masih berdarah Banjar, AM Fachir menceritakan beragam khazanah budaya dan kekayaan serta keistimewa kultur khas Banjar, Kalimantan Selatan di hadapan para dubes negara sahabat yang hadir saat pembukaan.

“Selama ini, masyarakat Banjar dikenal dengan keramahan dan kerukunan hidup bertetangga. Ini belum lagi kekayaan budaya dalam seni musik, kuliner, serta panorama alam yang banyak dan tak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” ujar AM Fachir.

Rangkaian acara terakhir Festival Banjar 2018 adalah pawai Festival Budaya Banjar di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (car free day). Para peserta mengenakan pakaian adat khas Banjar sambil membawa replika perahu yang biasa digunakan di Pasar Terapung. Selain parade pakaian adat, peserta juga memainan atraksi permainan api.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here