Fadli Zon: Gerindra Prioritaskan PAN dan PKS untuk Koalisi Pilpres 2019

0
136

Jakarta, namalonews.com- Wakil Ketum dari Gerindra yaitu Fadli Zon menyebut bahwa berdasarkan sebuah koalisi dalam Pilkada 2018 tersebut, partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini akan berkoalisi dengan PKS serta PAN dalam Pilpres 2019 mendatang.

Akan tetapi, ia memprediksi bahwa Partai Demokrat serta PKB akan ikut melakukan koalisi. Apalagi hingga sampai saat ini kedua partai tersebut belum menentukan sebuah arah pandangan politik.

Fadli mengatakan bahwa jadi prioritas Partai Gerindra akan tetap dengan PAN, PKS dan mungkin dengan Demokrat yang sampai saat ini belum menyatakan sikapnya tersebut. Ia juga lihat bersama dengan PKB.

Dia menyebut bahwa beberapa dari partai seperti PDIP, PPP, Golkar, Nasdem serta Hanura telah menentukan berbagai sikap dalam berkoalisi dengan pemerintah. Dengan begitu, tidak mungkin bahwa akan dijajaki oleh Partai Gerindra untuk dapat berkoalisi.

Fadli menyebut bahwa setelah pelaksanaan pilkada tersebut, pihaknya akan semakin fokus dalam berkoordinasi dalam konsolidasi untuk menuju Pilpres 2019 mendatang. Apalagi mengenai pendaftaran para capres serta cawapres akan digelar pada tanggal 4-10 Agustus 2018.

Fadli mengatakan bahwa konsentrasi politik dari Gerindra adalah bagaimana cara menyusun caleg, capres serta cawapres pada sebuah koalisi. Maka mereka akan merajut dalam bentuk koalisi yang lebih bagus dan intensif di samping yang mempersiapkan armada bagi pileg.

Fadli Zon mengatakan jika setelah Pilkada Serentak tahun 2018, partainya tersebut akan lebih intensif dalam membangun sebuah koalisi oposisi untuk mengusung Prabowo Subianto, menjadi capres dalam Pilpres 2019 mendatang.

rtai Gerindra sendiri telah memprioritaskan dalam pembentukan koalisi dengan PKS serta PAN.

Selain itu, Fadli mengatakan bahwa Gerindra tersebut juga akan menjajaki sebuah koalisi dengan PKB dan Demokrat.

Fadli mengatakan bahwa merajut koalisi dengan intensif, dan lebih serius. Ia mengira bahwa prioritas dari Grindra tetap bersama dengan PAN dan PKS. Mungkin dengan Partai Demokrat yang dapat menyatakan sebuah sikap. Ia juga bersama dengan PKB.

Fadli menuturkan bahwa jika dilihat dari beberapa konstelasi Pilkada di Jabar dan Jateng, maka akan dapat terlihat hasil kerja sama antara PKS, Gerindra, dan PAN.

Berdasarkan dari hasil quick count atau hitung cepat maka beberapa lembaga tersebut memperoleh suara yang dapat signifikasikan unturan yang kedua. Pasangan yang asyik akan bersaing dengan ketat bersama dengan pasangan dalam peringkat pertama.

Sedangkan di Jateng sendiri memperoleh suara yang melonjak serta saling bersaing secara ketat. Hasil dari hitung cepat tersebut akan menunjukan bahwa perolehan suara tersebut sangat ketat.

Fadli mengira bahwa di daerah Jabar serta Jateng tersebut sudah menunjukan sebuah kerja yang erat antara PAN, PKS dan Gerindra. Mereka juga sebagai partai yang saat ini belum menyatakan dukungan, namun cenderung besama dengannya dalam luar pemerintahan sebagai partai oposisi.

Menurutnya bahwa dalam sebuah penjajakan dari koalisi akan dibicarakan mengenai foto para capres dan cawapres yang akan diusungnya tersebut, berbagai strategi  pemenangan, visi misi hingga pembagian kekuasaan.

Fadli telah menyatakan pernyataannya tersebut mengenai akan berkoalisi dengan PKS dalam Pilpres 2019 mendatang. Namun, Partai gerindra akan tetap terbuka untuk mengajak parpol lainnya untuk bergabung.

Ia mengatakan bahwa ia akan bersama dengan PKS sudah firm namun, ia juga berharap agar lebih banyak lagi berbagai partai dukungan dari partai lainnya supaya akan lebih kuat dalam menghadapi Pilpres serta Pileg mendatang.

Fadli menilai bahwa masih membutuhkan dukungan yang kuat dari parpol untuk dapat mengajukan Prabowo Subianto menjadi capres 2019 mendatang. Sehingga masih perlu untuk mengadakan koalisi yang besar parpol meskipun koalisi antara PKS sera Gerindra tersebut sudah memenuhi syarat hingga 20 persen untuk dapt mengajukan pasangan presiden tersebut.

Fadli mengatkan bahwa prinsipnya tersebut akan lebih bayak maka akan lebih bagus, dukungan serta jaringan akan semakin beragam, namun tetap harus melihat realitasnya nanti.

Wakil Ketua DPR tersebut mengungkapkan bahwa deklarasi dukungan terhadap Prabowo juga akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Saat ini deklarasi tersebut tengah di kumpulkan berbagai aspirasi dari sejumlah daerah terlebih dulu. Para DPD juga melakukan sebuah deklarasi yang dalam waktu yang cukup dekat.

Sedangkan, ia juga mengatakan bahwa dalam kondisi deklarasi tersebut belum menyebutkan figur pendamping bagi Prabowo. Ia mengatakan jika pendamping nantinya masih akan dibicarakan dengan partai koalisi, yang merupakan orang yang sudah disepakati bersama dan memiliki elektabilitas yang lebih tinggi serta dapat memenangkan pertarungan pada Pilpres 2019 mendatang.

Adapun Partai Gerindra mempunyai 73 kursi serta PKS mempunyai 40 kursi dalam parlemen. Dengan total hingga 113 kursi, maka Prabowo Subianto telah mengantongi 20,17% kursi dalam DPR atau sudah memenuhi sebuah syarat ambang batas pencalonan presiden tersebut.

PKS, PAN, Demokrat dan Gerindra siap untuk melawan Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Keempat partai tersebut akan membentuk sebuah koalisi.

Rencana pembentukan yaitu pada awalnya dikemukakan oleh Sekjen Demokrat yang bernama Hinca Pandjaitan. Ia mengatakan bahwa partainya tersebut akan kembali membuka sebuah komunikasi dengan Partai Gerindra.

Hinca mengatakan jika komunikasi untuk poros ketiga masih akan terus dilakukan, baik dengan PAN, PKB dan PKS saat ini mulai dengan Gerindra dan itu cukup normal, dengan beberapa partai lainnya juga mereka sembat ngobrol.

Kemudian, bagi para anggota DPP Gerindra salah satunya yang bernama Andre Rosiade juga tidak membantah mengenai rencana koalisi keempat partai tersebut. Akan tetapi, hingga sampai saat ini belum ada kesepakatan yang akan dicapai.

Andre mengatakan jika nanti setelah semuanya sepakat untuk berkoalisi, maka akan ada sebuah pertemuan dari keempat partai tersebut.

Andre menyebutkan jika berbagai rencana untuk dapat berkoalisi tersebut dapat terlihat dari sebuah keakraban antara PAN, Gerindra dan Demokrat dalam sebuah peringatan 20 tahun reformasi pada DPR. Andre juga telah menghubungkan bahwa berbagai rencana untuk koalisi dari keempat partai tersebut dengan pertemuan antara Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono beberapa waktu yang lalu.

Foto tersebut hanya elite keempat partai tersebut Foto tersebut kode bahwa setelah petemuan dari Sandi dan AHY akan ada pertemuan lanjutan kembali. Pertemuan dari Demokrat dan Gerindra terlebih dulu.

Wakil ketua umum Gerindra yaitu Fadli Zon juga memberi tawaran terhadap Demokrat jika ingi berkoalisi. Akan tetapi, ia tidak menyebutkan dengan spesifik posisi apa saja yang akan didapat oleh Demokrat tersebut.

Fadli mengatakan bagaimana mereka melakuakan power sharing, karena tidak memungkinkan hanya ada satu hingga dua partai saja yang dominan.

Recana untuk berkoalisi tersebut semakin menguat seiring dengan pertemuan dari SBY dan Prabowo Subianto.

Ferry menambahkan mudah-mudahan hal tersebut merupakan pertemuan oposisi-opisisi di Malaysia yang telah bergabung untuk dapat mengakahkan yang berkuasa.

Hidayat Nur Wahid yang merupakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS menyatakan bahwa Demokrat juga menjalin komunikasi dengan parpolnya. Komunikasi tersebut mengenai Pilpres 2019.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here