Tagar 2019Ganti Presiden, Pengaruhi Pilkada Jabar

0
149

Jakarta, namalonews.com- Pemilihan kepala daerah 2018 di Jawa Barat cukup dinamis.  Elektabilitas pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub)  berubah-ubah. Peta kekuatan para kandidat jelang Pilkada Jawa Barat 2018 mulai berubah. Hal ini merupakan temuan terbaru hasil survei Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan setelah sebelumnya pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) memimpin elektabilitas, kini pasangan Deddy Mizwar–Dedi Mulyadi (Dua DM) mulai menyalip tipis dengan 43,2 persen. Itulah dinamika elektabilitas cagub-cawagub.

Sementara itu, Survei yang dilakukan Ilma Research and Consulting menyebutkan bahwa elektabilitas Pilgub Jabar akan bersaing ketat. Namun, survei menyebut Pilgub Jabar akan menjadi pertarungan antara tiga pasangan calon minus pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Survei Ilma menilai Ridwan Kamil-Uu Rzhanul Ulum (Rindu), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar) akan bersaing ketat.  Terus bagaimana dengan hasil pilkada Jabar berdasarkan hasil hitung cepat?

Kalau sebelumnya, hasil-hasil beberapa lembaga survei terhadap elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu  menunjukkan pasangan itu selalu berada di bawah 15 persen, maka perolehan suara pasangan yang didukung oleh Gerindra dan PKS itu berdasarkan quick count justru melejit hampir mencapai 30 persen.

Fenomena ini mengagetkan sejumlah pihak. Namun, di mata lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) hal ini biasa saja terjadi. SMRC membandingkan kejadian tersebut dengan apa yang terjadi kepada pasangan Rieke-Teten saat Pilgub Jabar 2013 lalu.

Menurut Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi,  hasil pemungutan suara berbeda dibandingkan dengan  tingkat elektabilitas saat survei. Hal itu terjadi disebabkan karena pengaruh dari salah satu pasangan calon mengusung gerakan #2019GantiPresiden yang disusung oleh pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

“Tagar ganti presiden itu sangat mempengaruhi  perolehan suara di pemilihan gubernur Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi, di kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Sejak kemunculan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden, dia merasa, hal itu sebagai sebuah peringatan bagi pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

“Itu sangat mempengaruhi. Itu membuat gelombang yang menolak Presiden Pak Jokowi 2019 atau tagar ganti presiden jadi bersatu. Berkumpul pada salah satu paslon, yaitu paslon nomor tiga,” tambahnya.

Dedi tidak dapat membayangkan bahwa pasangan yang berdasarkan hasil survei memiliki tingkat elektabilitas berada di bawah, namun, pada waktu pemungutan suara mampu melejit.

“Bayangkan, mohon maaf ya paslon yang sebelumnya tidak dianggap punya elektabilitas yang baik, tidak punya popularitas yang cukup tinggi dalam waktu cepat mengalami perubahan. Ini yang pertama kali di Indonesia. Itu tidak main-main,” katanya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here