Di Jatim, Khofifah-Emil Unggul, Ini Pelajaran Untuk Pilpres 2019 Kata AHY

0
117

Jakarta, namalonews.com- AHY atau panggilan untuk Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa ada pelajaran yang sangat berharga yang dapat diambil dari kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2018. Apakah itu?

AHY menjelaskan saat dirinya ditemui di kediaman Khofifah di Jalan Jemursari No 124, Wonocolo, Surabaya hari ini, dirinya mengatakan bahwa ia tentu melihat Jatim sebagai kisah sukses Pilkada 2018. Sebanyak 42 persen Parpol, sedangkan suara 53 koma sekian persen. Ini tandanya ada peningkatan jumlah konstituen.Ada pergeseran 11 persen dari pasangan calon nomor dua.

Dirinya menjelaskan bahwa dengan demikian ada pelajaran yang sangat berharga yang dapat dipetik dari kemenangan Khofifah dan Emil untuk Pilpres 2019 mendatang.

Selanjutnya AHY juga menerangkan bahwa ini berarti bergantung pada tokoh dan figurnya. Kami selalu bersyukur bahwa Khofifah-Emil bisa meraih suara signifikan. Menangnya dalam suara yang solid. Kami yakin Khofifah-Emil akan melakukan rekonsiliasi dengan semua pihak, kompetisi sudah usai. Sama-sama membangun Jatim ke depan.

Disamping soal figur, lanjut AHY,Parpol juga ikut menjadi pendukung utama dalam pertarungan politik. Mesin partai setidaknya membantu pemenangan paslon.

“Parpol masih penting dalam meyakinkan mesin partai bekerja membantu paslon memenangkan masyarakat dalam memilih. Masyarakat tidak bisa dipaksa kalau lebih menyukai calon tertentu yang berkapasitas dan berintegritas. Pentingnya tokoh dalam kontestasi,” tandasnya.

AHY tiba di kediaman Khofifah tepat pukul 11.00 dengan didampingi Wakil Komandan I Kogasma, Teuku Riefky, dan Deputi VII Kogasma Bidang Media dan Publik Relation, Putu Supadma Rudana.

Turun dari mobil Alphard hitam, anak sulung dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tersebut langsung disambut Khofifah dan Arumi Bachsin, istri calon wakil gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Khofifah selanjutnya langsung mengajak AHY dan rombongan masuk ke ruang tamu rumahnya. Awak media tak diperkenankan masuk. Pertemuan tersebut berlangsung hampir sekitar satu jam.

“Silakan Mas AHY, ini masih banyak tamu. Kemarin tanggal 27 Juni banyak tamu yang hadir, sampai tidak bisa duduk,” jelas Khofifah.

Saat di ruang tamu, keduanya menggelar pertemuan tertutup. Wartawan pun diminta menunggu di luar. “Sudah dulu ya mas. Nanti ada jumpa pers di samping (Ruangan),” kata salah satu pengawal AHY.

Berdasarkan penghitungan quick count, pasangan Khofifah-Emil mendapat 53,73%. Sedangkan Gus Ipul-Puti mendapat 46,27%.

Saat berkunjung ke kediaman Khofifah Indar Parawansa, AHY yang merupakan Komandan Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 itu adalah untuk bersilaturahim dan untuk mengucapkan selamat kepada pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018.

Sebab jika dilihat berdasarkan quick count atau hitung cepat, maka pasangan ini unggulatas pesaingnya.

AHY mengaku senang dengan kemenangan yang diraih Khofifah-Emil di pilkada serentak 2018. Kemenangan itu, kata dia, mengembirakan bagi partai dan kader Demokrat selaku partai pengusung.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu menjelaskan bahwa kedatangannya secara khusus di Surabaya adalah untuk menyampaikan selamat kepada Khofifah-Emil. Ini atas kesuksesan dan kemenangan serta perjuangan dalam Pilgub Jatim.

Partai Demokrat, yang berperan sebagai partai pengusung Khofifah-Emil, lanjut Agus, menginginkan untuk terus bersama-sama memberikan dukungan dan mengawal pengabdian Khofifah-Emil untuk Jawa Timur 5 tahun ke depan.

“Kita ingin saling memberi masukan dan memperkuat. Kita ingin membangun demokrasi di tanah air ini, kita ingin membangun masyarakat semakin sejahtera,” ujar Agus.

AHY juga menyampaikan sebuah pesan dari SBY kepada Khofifah-Emil, yang meminta keduanya untuk tetap bersemangat dan terus berbuat walau masih ada jeda menunggu pelantikan sampai Februari 2018. Pihaknya merasa yakin bahwa Khofifah-Emil akan terus bergerak menyerap aspirasi masyarakat.

“Saat sudah benar-benar memegang otoritas yang berada di Jawa timur, beliau (Khofifah-Emil) dapat merealisasikan semua yang diharapkan masyarakat Jawa Timur,” tambah AHY.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengatakan, kedatangan AHY di kediamannya merupakan sebuah bagian dari penguatan. Sebelumnya, Khofifah juga sudah mendapatkan ucapan secara langsung dari SBY melalui sambungan telepon.

Mantan Menteri Sosial ini menyatakan, bahwa penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan strong partnership di antara eksekutif dan legislatif.

“Sehingga komitmen partai pengusung untuk mengawal itu sangat penting. Komitmen parpol lain di DPRD untuk beriringan menjadikan Jawa Timur makin maju dan unggul,” ujar dia.

Rekonsiliasi, menurut Khofifah, disebut menjadi bagian yang cukup penting untuk bisa bersama-sama memajukan Jawa Timur. “Kontestasi Pilgub sudah selesai. Kita harus masuk pada kontestasi prestasi. Masing-masing kita harus membangun prestasi sebaik-baiknya di sektor apapun,” tambah dia.

Agus Harimurti Yudhoyono juga memberikan penilaian bahwa Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo dalam kemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2018 punya peranan penting.

“Saya mengapresiasi Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo) sebagai ketua DPD Partai Demokrat yang memegang peranan penting dan kunci dalam perjuangan Khofifah-Emil,” ujar AHY kepada wartawan usai bersilaturahim dengan Soekarwo di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu kemarin.

Apresiasi juga disampaikan AHY untuk kapasitas Pakde Karwo sebagai gubernur yang dikenal memiliki capaian dan prestasi membanggakan selama 10 tahun memimpin Provinsi Jatim.

Tak hanya itu, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut mengaku sengaja datang dari Jakarta dan langsung bertemu Soekarwo. AHY ingin memuji pentingnya peran Pakde Karwo untuk keberhasilan pilkada di sejumlah kabupaten/kota di Jatim.

“Saya patut ucapkan terima kasih kepada beliau atas dua hal, yaitu sebagai gubernur berprestasi dan ketua DPD yang pegang peranan di Pilkada,” ucapnya.

Selain itu, kedatangan AHY ke Surabaya juga dalam rangka bertemu pasangan Khofifah-Emil yang memenangi Pilkada Jatim 2018 dalam versi hitung cepat sejumlah lembaga survei. “Pertemuan sekaligus silaturahim membangun kebersamaan yang tak hanya dilakukan saat perjuangan, tapi setelah Pilkada kemarin, yang saat ini masih proses penghitungan manual oleh KPU,” kata dia.

Sementara itu, Pakde Karwo yang melakukan perbincangan secara tertutup tersebut mengaku ditemui AHY dalam rangka silaturahim dan membahas seputar politik usai Pilkada di Jatim.

Namun, dia mengaku tidak ada pesan khusus yang disampaikan AHY.

“Tidak ada pesan khusus, yang ada adalah ucapan terima kasih dari DPP Partai Demokrat dan menjadi bagian yang harus dikapitalisasi,” kata Pakde Karwo yang juga anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat tersebut.

Ke depan AHY berharap agar silaturahmi partai Demkotar dengan Khofifah-Emil terus terjaga hingga Pilres 2019 mendatang.

“Ini berita membahagiakan saya pribadi dan Demokrat yang sama-sama berjuang sampai awal dan akhir. Mudah-mudahan terjaga hingga Pilpres 2019. Insya Allah sampai 5 tahun ke depan, kami sebagai parpol pengusung ingin terus bersama-sama mendukung mengawal pengabdian Khofifah-Emil,” ungkap AHY.

Selain itu, lanjut, AHY, Khofifah-Emil bisa merealisasikan progamnya untuk masyarakat Jawa Timur.

“Silaturahim ini terus terjaga saling memperkuat. Kami ingin membangun demokrasi dan ingin masyarakat sejahtera. Saya berharap kebersamaan ini pula dapat membantu Khofifah dan Mas Emil dalam merealisasikan program pro rakyat untuk mensejahterakan masyarakat Jatim,” jelas AHY.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here