Inilah Alasan Mengapa Polri Tunda Upacara Hari Bhayangkara

0
196

Jakarta, namalonews.com- Untuk tahun 2018 ini, Peringatan Harti Bhayangkara ke 72 ini sedikir berbeda jika dibandingkan dengan tahun- tahun yang sebelumnya.

Yang menjadi perbedaannya adalah tidak diadakannya upacara Peringatan Hari Bhayangkara oleh Polri pada 1 Juli 2018 ini. Biasanya Polri menggelar upacara bersama untuk memperingati hari Bhayangkara.

Di Ibu Kota,kali ini peringatannya hanya dilakukan dengan cara menggelar jalan sehat bersama.

Irjen Pol Setyo Wasisto Kepala Divisi Humas Polri mengatakan, bahwa masih dilakukannya tugas pengamanan Pilkada Serentak 2018 menjadi alasan dimundurkannya upacara tahun ini.

Hal ini beliau sampaikan saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat hari ini dan beliau menyampaikan, “Seperti kita ketahui bahwa saat ini rekan-rekan kami yang ada di daerah masih melaksanakan tugas pengamanan pilkada.”

“Jadi masih di daerah-daerah. Istilah kami masih ada di daerah serpas, daerah pergeseran pasukan,” kata dia.

Setyo juga menjelaskan bahwa upacara untuk memperingati Hari Bhayangkara ini akan tetap dilakukan. Akan tetapi, upacara tersebut baru akan diadakan pada tanggal 11 Juli 2018 nanti.

“Oleh sebab itu, kami tidak bisa melaksanakan upacara seperti tahun-tahun yang lalu. Tetapi upacara puncak akan dilaksanakan tanggal 11 Juli di Senayan,” ucapnya.

Ribuan personel yang tergabung dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menghadiri HUT ke-72 Bhayangkara, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

“1 Juli adalah Hari Bhayangkara, dan ini Hari Bhayangkara ke-72, hari ini kami melaksanakan gerak jalan tidak sama dengan tahun-tahun lalu. Ini seluruh kesatuan di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di lokasi.

“Polri dengan semangat promoter siap mengamankan agenda nasional 2018 dan 2019,” sambung Setyo mengenai tema HUT Bhayangkara.

Selain gerak jalan santai, acara ini juga diisi dengan panggung musik serta pawai polisi bermotor dan berkuda. Tidak hanya itu, tersedia sejumlah door prize berupa sepeda motor serta barang-barang lainnya bagi peserta gerak jalan yang beruntung.

“Ini seluruh kesatuan di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Ini sebagian (anggota) yang tersisa yang tidak bertugas ke daerah karena sebagian besar lagi tugas ke daerah-daerah untuk pengamanan pilkada,” ucap Setyo.

Jenderal bintang dua ini mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan masyarakat Indonesia kepada Polri.

“Terima kasih. Salam Tribrata untuk seluruh rekan-rekan yang ada di daerah-daerah dan seluruh Indonesia. Dan tentunya kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat seluruh Indonesia,” ujar Setyo.

Hal ini ternyata serupa dengan yang dilakukan Polres Kalimantan Selatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara 2018 ini. Polres Kalsel menggelar olahraga bareng TNI dan wargasekitar.

Acara ini digelar bersama di kawasan Menara Pandang Siring, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Acara ini diikuti sekitar 1.000 peserta gabungan antara anggota TNI, Polri, dan masyarakat.

Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 72 ini, dimulai dengan acara gerak jalan santai mengitari kawasan Jalan Kapten Pierre Tendean, Kota Banjarmasin, pukul 07.00 WITA, Minggu (1/7/2018). Seusai gerak jalan, acara berlanjut ke kegiatan senam bersama di area parkir Menara Pandang Siring.

Kapolda Kalsel, Brigjen Rachmat Mulyana mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan Polri, TNI dan masyarakat. Acara tersebut juga jadi indikator tak ada jarak antara ketiganya.

“Ini merupakan bukti bahwa TNI, Polri, dan masyarakat bisa bersatu. Tidak perlu ada rasa canggung antara aparat dengan masyarakat,” kata Rachmat saat pelepasan peserta.

Selain itu, Polda Kalsel pun menggelar acara pencatatan Rekor MURI dalam acara HUT Bhayangkara kali ini. Rekor yang akan dicatat adalah Konfigurasi Jukung (perahu dayung) terbanyak di Pasar Terapung Sungai Martapura, Banjarmasin.

Acara ini dihadiri juga oleh beberapa pejabat TNI di daerah Kalimantan Selatan seperti Danrem, Dan Rindam, Dan Lanal, Dan Lanud, serta beberapa pejabat TNI lainnya.

Polda Kalsel juga telah menyiapkan banyak sekali doorprize acara untuk masyarakat. Masyarakat yang sudah terdaftar akan mendapatkan kupon untuk doorprize tersebut.

Lain cerita di Ibu Kota Jakarta dan Kalimantan Selatan, Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72 ini dirasa berbeda oleh Polres Magelang.

Sebab Polres Magelang mendapatkan kado terbaik pada peringatan Hari Bhayangkara ke-72 tahun ini. Salah satu anggotanya, yakni Bripka Danang Pambudi menerima medali penghargaan dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

“Medali penghargaan tersebut diberikan kepada Bripka Danang Pambudi atas keikutsertaannya dalam misi perdamaian PBB di Haiti (Minujusth),” jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, Minggu (1/7/2018).

Bripka Danang menjadi satu-satunya anggota Polri yang terlibat dan menerima penghargaan tersebut dalam upacara Medali Parade di Delta Camp, Port-au-Prince, Haiti, Sabtu (30/6/2018).

“Indonesia menerima medali bersama dengan sejumlah kontingen dari negara lain, seperti Perancis, Jerman, Rusia, Slovakia, Djibouti dan Srilanka,” ungkap Hari.

Dalam upacara tersebut, lanjutnya, medali penghargaan disematkan secara langsung oleh Police Commissioner Minujusth, Brigadier General Georges-Pierre Monchotte dari Perancis.

Sementara itu, Bripka Danang Pambudi mengatakan, selama di Haiti, dirinya ditugaskan untuk melaksanakan pendampingan terhadap Kepolisian Nasional Haiti.

“Selama bertugas, proses pendampingan dengan polisi lokal bisa berjalan baik. Hal itu lantaran sebagai polisi Indonesia, kita memiliki kemampuan sosial yang lebih dan sudah dibekali informasi-informasi terkait misi Haiti oleh Mabes Polri sebelum keberangkatan,” terang Danang.

Warga Dusun Tegalsari, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang itu bertugas dalam misi PBB di Haiti selama dua tahun. Yakni mulai 17 September 2016 hingga 17 September 2018.

“Misi perdamaian PBB di Haiti ini bukanlah merupakan tugas yang mudah. Selain faktor bahasa, pola pendekatan dengan polisi lokal pun harus dilakukan dengan tidak sembarangan dikarenakan perbedaan budaya dan hierarki,” urainya.

Selain itu, negara yang menggunakan bahasa Perancis dan Creole tersebut juga memiliki situasi keamanan yang fluktuatif. Sewaktu-waktu dapat terjadi penembakan, unjuk rasa, serta pemblokiran jalan.

“Kondisi ini membuat pergerakan kita sangat terbatas dan harus selalu waspada. Dibutuhkan manajemen stress yang baik,” kata anggota Polres Magelang yang bertugas di Fungsi Intelkam ini.

Selama berada di Haiti, lanjut Danang, dirinya menerapkan manajemen stres berupa olahraga di dalam kompleks compound PBB, serta berkomunikasi dengan keluarga dan teman di Indonesia.

“Kerinduan terhadap Indonesia saya transformasikan menjadi penyemangat dalam melaksanakan tugas,” terangnya.

Misi di Haiti pada dasarnya merupakan rank-less mission. Danang bertugas di Strategic Planning Section, dimana rekan kerjanya rata-rata berpangkat Kolonel, Letkol, dan Mayor.

Kondisi tersebut menurut Danang justru menjadi sebuah motivasi lebih untuk selalu memberikan yang terbaik dalam penugasan sehingga dapat mengharumkan nama Polri dan Indonesia.

“Alhamdulillah sejauh ini rekan kerja, pimpinan dan juga misi memberikan apresiasi yang sangat bagus untuk kinerja IPO Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari masih dipertahankannya kami pada misi Minujusth yang merupakan pengganti dari misi sebelumnya yaitu Minustah, dimana dalam masa transisi banyak IPO lain yang tidak diberikan perpanjangan penugasan,” pungkasnya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here