KKB Serang Polisi di Papua! Beda Dimensi Politik

0
492

Jakarta, namalonews.com- Beberapa hari yang lalu, tepatnya Rabu, 27 Juni 2018, KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) kembali memakan korban. Peristiwa ini terjadi di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya Papua. Sembilan anggota kepolisian diserang saat sedang membawa surat suara hasil pecoblosan pilkada serentak pada beberapa hari kemarin.

Dari kejadian tersebut sumber menyebutkan tujuh orang berhasil menyelamatkan diri. Dua orang lainnya yakni Ipda Nusi dan Brigadir Polisi Kabarek dinyatakan meninggal dunia.

Terkait hal tersebut, Wiranto selaku, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mengatakan pemerintah akan menindak tegas pelaku penyerangan tersebut. Tidak dijelaskan tindakan tegas seperti apa yang akan segera dilakukan oleh pemerintah tersebut.

“Semua tahu kalau tindak tegas itu bagaimana. Namanya gerombolan, kriminalitas bersenjata yah, ada negara hukum dia bunuhin orang, bahkan bunuhin petugas seenaknya. Kalau enggak dilawan, enggak diselesaikan namanya kita negara hukum bagaimana yah tanggung jawabnya,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta pada media, Senin (02/7/2018).

Jelas sekali beliau berharap agar aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok KKB ini ditanggapi secara kepala dingin. Tidak berlebihan.

“Artinya mari kita fairlah yah jangan kemudian masalah itu dijadikan instrumen politik untuk membuat masyarakat gaduh,” ujarnya pada media.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polisi Republik Indonesia, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, selain menyerang sembilan anggota polisi, KKB juga diduga menembaki pesawat pengangkut logistik Pilkada dan personel Brimob di bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Sampai berita ini diturunkan, pihak gabungan antara Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia  masih dalam pengejaran terhadap pelaku. “Yang udah kita identifikasi, mereka ada senjata. Beberapa senjata (laras) panjang dan senjata pendek,”terang Setyo Wasisto pada media.

Namun demikian karena medan yang terlalu sulit, hingga dalam pencarian korban anggota kepolisian yang jadi korba KKB terkendala lokasi. Meskipun tim pencarian sudah ditambah.

“Satu tim menyusur di pantai, dan satu tim dengan pesawat twin otter kecil sungai Mambramo, cukup besar, arus kuat, sampai sekarang belum mendapatkan informasi lain karena di sana sinyal tak ada,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018) pada media.

Bahkan tim yang turun dari Puncak Jaya, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kemudian dari Brimob yang diperbantukan.

Korban diketahui bernama Ipda Yesaya Anusi. Sedangkan satu polisi lainnya Brigpol Sinton Kabarek ditemukan dalam keadaan tewas di Kali Douw, Kabupaten Mamberamo Raya kemarin.

“Sinton Kabarek, sudah meninggal dan sekarang sudah di bawa ke rumah sakit di Puncak Jaya. Jadi yang belum ketenu Ipda Yesaya Anusi,” tutur Setyo.

Sementara itu, Harits Abu Ulya, Pengamat teroris dan intelijen dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) berpendapat, pelaku penembakan dan penyanderaan warga di Papua tidak bisa dilabeli sekadar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Alasannya, karena ada dimensi politis dari gerakan mereka,” ujarnya pada media beberapa waktu silam.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here