Pascapilkada Serentak, Amien Rais Siap ‘Turun Gunung’, Tantang Petahana

0
130

Jakarta, namalonews.com- Amin Rais, Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN)  angkat bicara. Masih terkait soal pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 yang pencoblosannya sudah dilakukan Rabu (27/6) kemarin dianggapnya menemui beberapa kejanggalan.

Lebih lanjut lagi, dari pelaksanaan acara pesta demokrasi serentak tersebut menurut Amien Rais semakin terlihat jelas banyak pihak-pihak yang terlihat jumawa namun ternyata hasilnya mengecewakan. Beda jauh sekali dengan kenyataannya.

“Ada partai yang sudah tinggi sekali, tapi di mana-mana kalah. Itu pun kalau dihitung kembali tidak sesuai yang disampaikan,” kata beberapa waktu lalu, di Jakarta pada media.

Dengan terlaksanya pilkada serentak tersebut, menurutnya semakin terbuka lebar dalam pergantian presiden yang kini sering digembar-gemborkan masyarakat itu.

“Lihat pilkada kemarin ganti presiden makin terbuka. Pemerintah makin tidak kuat, berpikir ngawur. Ini kata ibu saya dulu, buku yang ambruk berserakan,” kata Amien menambahkan.

Lebih lanjut dalam keterangannya, jika telah didapati seorang pemimpin yang telah ambruk dipastikan akan lebih mudah dalam melakukan kekeliruan. Kekeliruhan maupun blunder akan mudah terjadi baik secara besar maupun kecil.

Disinggung masalah keyakinan tahun 2019 ganti Presiden, Amien Rais tambah optimis berdasar hasil sementara pilkada serentak 2018. Hal tersebut bisa digambarkan sebagai cerminan masyarakat untuk memilih dan ganti dengan presiden baru.

“Minggu ini kita lihat dua keajaiban. Pertama, Korea bisa menekuk Jerman 2-0, itu luar biasa. Kemudian di pilkada ada yang jemawa, tapi hasilnya sangat mengecewakan sehingga ada partai yang tinggi sekali tapi di mana-mana kalah,” tambahnya dalam pengandaiannya.

Kondisi seperti ini selanjutnya harus dipertahankan untuk menyongsong pemilihan legislatif dan pilihan presiden tahun mendatang.

“Yang penting saya ingatkan, hampir pileg dan pilpres hitungan bulan. Pak Prabowo dan kita semua harus bisa menawarkan demokrasi betul, bukan diskriminatif seperti sekarang ini (dengan kondisi) keadilan hukum tidak ada, kecil dikejar (yang) besar bebas,” kata pendiri Partai Amanat Nasionat tersebut pada media.

“Jadi kalau negeri ini mulai oleng, utangnya terlalu gede, infrastruktur sudah diberikan ke semua aseng, reklamasi pulau Jakarta lebih mangkrak lagi, kemudian segala macam itu, siapa yang salah? Ya kepalanya, lurah Indonesia itu makanya perlu ganti presiden,” kata Amien beberapa waktu lalu.

Untuk menghadapi Joko Widodo dalam Pilpres mendatang, Amien Rais membutuhkan kekuatan dari koalisi keumatan yang solid.

“Jadi saya menantang Pak Jokowi, mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed, tumpah darah, itu nanti ada masanya, kalau semua mentok saya kira itu perlu. Tapi itu masih jauh, masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi,” tutupnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here