Prabowo Rangkul Rizal Ramli, Jokowi Tumbang?

0
284

Jakarta, namalonews.com- Berbagai lembaga survei selalu saja menempatkan petahana, Jokowi, berada di peringkat paling atas sebagai bakal presiden Indonesia pada pilpres 2019. Walaupun posisinya berada pada paling atas, namun elektabilitas Jokowi belum aman karena masih di sekitar lima puluhan, bahkan di bawah 50 persen.

Dengan fakta seperti itu, artinya ada peluang untuk mengalahkan petahana  dalam pesta demokrasi pilpres 2019. Bahkan, peluang itu sangat besar sehingga penantang petahana memenangi pilpres 2019.

Hal tersebut dibenarkan oleh pengamat politik dari New Indonesia Foundation, Reinhard. Menurutnya, jika pilpres 2019 hanya diikuti oleh dua pasangan, yakni Jokowi melawan Prabowo Subianto, maka peran calon wakil presiden sangat menentukan kemenangan.

Menurutnya, Prabowo akan menang apabila menggandeng Rizal Ramli (RR) sebagai cawapres. Nama Rizal Ramli banyak menjadi perbincangan masyarakat, baik ketika  menjadi Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dengan berbagai gebrakan dan kontoversinya maupun setelah tidak lagi menjadi menteri di kabinet Jokowi. Rizal Ramli dikenal sebagai salah satu ahli ekonomi Indonesia saat ini.

Kenapa sampai Reinhard membuat prediksi bahwa Prabowo akan memenangi pilpres 2019 jika menggandeng Rizal Ramli? Menurutnya, ada tiga alasan kenapa ekonom senior, Rizal Ramli, itu menjadi faktor penentu kemenangan Prabowo atas Jokowi.

Pertama, RR merupakan ekonom di Indonesia yang paling paham kelemahan pembangunan ekonomi Jokowi. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi, akan bermuara kepada sosok ekonom yang mereka anggap paling mampu memperbaikinya.

“Publik kurang puas dengan pembangunan infrastruktur Jokowi yang tidak berhubungan dengan membaiknya perekonomian mereka, daya beli rakyat tidak membaik, impor pangan semakin gencar, ketimpangan pendapatan tetap tinggi, dan pertumbuhan ekonomi stagnan 5 persen. Pada saat yang sama mereka melihat dan membaca RR banyak memberikan solusi-solusi terobosan untuk atasi semua masalah ekonomi tersebut,” jelas Reinhard.

Kedua, RR adalah simbol keberpihakan kepada rakyat.  Hal itu dibuktikan oleh rekam jejaknya sebagai tokoh pergerakan selama 40 tahun, sejak 1978. Dengan menyingkirkan RR dari kabinet, sama saja Jokowi menghilangkan simbol keberpihakannya kepada rakyat. Hal itu terutama tergambar jelas dari kasus Reklamasi Teluk Jakarta.

“Publik seluruh Indonesia paham benar bahwa RR direshuffle oleh Jokowi setelah berani menghentikan reklamasi Pulau G milik Agung Podomoro karena alasan teknis (pipa gas dan PLN) dan kerakyatan (nelayan). Perlu diingat bahwa isu reklamasi terbukti sangat ampuh ketika diangkat oleh Anies Baswedan mengalahkan Ahok di Pilkada DKI Jakarta tahun lalu. RR adalah pemilik saham terbesar atas isu reklamasi ini, bukan Anies. Dan isu reklamasi jelas akan muncul lagi saat Pilpres 2019,” tegas Reinhard.

Ketiga, bangsa ini membutuhkan negarawan berkapasitas internasional yang mampu mengimbangi agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Apalagi setelah pemimpin RRT, Xi Jinping, dimungkinkan menjabat lebih dari dua periode oleh Kongres Nasional Tiongkok. RR dinilai dapat mengimbangi Xi, karena RR adalah penasihat ekonomi PBB bersama tiga orang peraih Nobel Ekonomi.

“Publik melihat Jokowi sangat lemah dalam melakukan negosiasi dengan pemerintah RRT. Terutama terlihat dari masih maraknya isu membanjirnya tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia, yang sangat meresahkan publik. Terkait kisruh Laut Cina Selatan pun, posisi pengakuan Indonesia atas Laut Natuna Utara juga masih diingat publik sebagai inisitatif RR sejak saat masih menjabat Menko Kemaritiman Jokowi,” ujarnya

Walaupun hingga saat ini nama RR belum masuk dalam kuisioner di sejumlah lembaga survei, tetapi Reinhard optimis bahwa ke depan nama Rizal Ramli bakal terpasang.

“Ke depannya pasti akan masuk survei. Apalagi setelah yang bersangkutan medeklarasikan diri minggu lalu,” Demikian Reinhard.

Mantan menteri koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Balai Kota DKI, di Balai Kota, Jumat (20/4/2018). Saat deklarasi, Rizal didampingi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, dan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here