AS Berencana Rekrut Perusahaan Sepeda Motor Asing

0
125

Jakarta, namalonews.com- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pemerintahannya berencana akan merekrut sejumlah perusahaan sepeda motor agar membangun pabriknya di Amerika. Sebelumnya, Amerika kehilangan Harley-Davidson Inc yang hengkang ke luar negeri.

Pemerintah Amerika tidak menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan ditempuhnya terkait keputusan Harley tersebut. Bahkan, penasihat senior Gedung Putih Kellyanne Conway juga tidak menanggapi saat dimintai keterangan dan konfirmasi.

“Saat ini, Harley-Davidson memindahkan sebagian operasinya ke luar Amerika. Pemerintahan saya akan bekerja sama dengan perusahaan sepeda motor lain yang ingin pindah ke Amerika,” tulis Donald Trump di akun twitter pribadinya pada Selasa (3/7/2018). Harley-Davidson menolak mengomentari cuitan Presiden Trump tersebut.

Presiden Trum juga telah mengancam akan memberlakukan pajak yang lebih tinggi pada produsen yang berbasis di Milwaukee. Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai balasan setelah Harley Davidson memindahkan pabriknya dari Amerika guna menghindari tarif tinggi yang dikenakan Uni Eropa. Keputusan Harley tersebut dinilai sebagai suatu perlawanan terhadap kebijakan kenaikan tarif Amerika.

Perusahan sepeda motor yang berbasis di luar Amerika tapi membangun pabrik di sana, antara lain Honda Motor Co Ltd dan Yamaha Corp dari Jepang, BMW dan Ducati dari Eropa serta Hero MotoCorp Ltd India dan Bajaj Auto Ltd dari India.

Keputusan Harley Davidson untuk hengkang dari Amerika telah mengguncang hubungan perusahaan itu dengan Presiden Trump. Para eksekutifnya diketahui perna dijamu di Gedung Putih dalam sebuah kunjungan, tidak lama setelah Presiden Trump menjabat sebagai Presiden.

Kurangnya permintaan sepeda motor di Amerika, Harley Davidson menata kembali arah perhatiannya pada penjualan luar negeri atau luar Amerika. Untuk diinformasikan, perusahan Harley Davidson telah membuka pabrik perakitan di Thailand, India, dan Brazil.

“Masalah utama Harley terkait Amerika adalah pergeseran demografi yang dimulai jauh sebelum pembicaraan tentang tarif dan perang perdagangan. Reaksi Presiden Trump tampaknya menjadi beban,” ujar analis Bernstein David Beckel.

Saham Harley disebutkan naik 1,5 persen di level 42,55 dolar Amerika Serikat di New York Stock Exchange. Sebelumnya, saham mereka jatuh usai Presiden Trump menyebut akan mengenakan pajak lebih setelah Harley merilis pengumuman kontroversialnya.

Pada Selasa (3/7/2018), Presiden Trump tampaknya salah mengumumkan angka penjualan Harley di tahun lalu, Ia menyebut pelanggan Harley tidak puas dengan perusahaan itu dan penjualannya telah turun 7 persen pada 2017.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here